BANJARBARU - Gedung Bina Satria dulu dibangun untuk menjadi wadah kegiatan kepemudaan dan wadah berekspresi para pelaku seni Kota Banjarbaru. Makin ke sini, fungsi gedung yang berdiri di samping Kantor DPRD Kota Banjarbaru ini dikritisi.
Pelaku Seni Minggu Raya, HE Benyamine mengatakan harusnya Pemko Banjarbaru bisa mengembalikan kegunaan gedung sesuai semangat awal. "Bukan malah digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai kegunaannya," ujar Ben, sapaannya, kemarin (23/4) kepada wartawan.
Sampai saat ini, kegiatan anak muda dan pelaku seni belum diwadahi tempat yang representatif. "Padahal, sudah lama Banjarbaru menginginkan adanya gedung pertunjukan," tuturnya.
Ben mengambil contoh Gedung Taman Ismail Marzuki (TIM) yang didirikan pemerintah DKI Jakarta untuk dijadikan percontohan.
Sambil menunggu Pemko Banjarbaru berupaya untuk menyediakan wadah berkesenian yang benar-benar layak, dirinya berpesan harusnya Pemko Banjarbaru bisa memaksimalkan gedung-gedung yang sudah ada untuk dijadikan pusat kesenian.
"Pemko Banjarbaru memang sudah berupaya memugar Mes L untuk menjadi pusat kesenian. Akan tetapi, prosesnya perlu waktu. Oleh karena itu Gedung Bina Satria bisa revitalisasi sesuai tujuan awalnya," tuntasnya. (dom/al/bin)
Editor : Arief