BANJARMASIN – Puluhan anak-anak TK dan PAUD memadati loby Menara Pandang Siring Pierre Tendean, kemarin (22/4). Mereka hadir mengikuti lomba mewarnai dan fashion show pakaian tradisional dan Sasirangan.
Anak-anak ini didampingi orang tua masing-masing. Mereka berkumpul di kawasan tersebut sejak pagi hari. Ada yang membawa krayon dan meja lipat untuk menggambar, adapula berdandan layaknya seorang model.
Contohnya Khaliza Noor Muhdalifah. Murid Taman Kanak-Kanak PKK karya Ibu di Banjarmasin Barat ini tampak menenteng krayon. Dia juga terlihat mengenakan kebaya. “Saya ikut lomba mewarnai dan fashion show juga,” kata anak berusia 6 itu.
Khaliza mengaku senang menggambar dan mewarnai. Kebetulan sekolah mendaftarkannya untuk mengikuti lomba. “Menggambar itu asyik,” ucapnya sembari sibuk menorehkan krayon keatas kertas yang dibagikan panitia.
Ketua Tim Penggerak PKK Banjarmasin, Siti Wasila mengatakan peringatan Hari Kartini tak sekedar menggelar lomba menggambar dan fashion show. Tapi lebih dari itu. Memberikan dan cara memaknainya. “Melalui acara ini, bisa meningkatkan spirit perempuan masa depan,” sebutnya.
Istri Wali Kota Banjarmasin itu juga menyebut perempuan punya peran penting bagi negera ini. “Perempuan ini adalah tiangnya negara,” katanya.
Namun dia berpesan, Hari Kartini boleh saja disimbolkan dengan emansipasi perempuan. Tapi jangan kebablasan. “Perempuan tetap sebagai manusia yang mempunyai arti luas. Dan tidak lepas dari kodratnya sebagai perempuan,” tuturnya.
Sementara itu, Owner R Managemen, penyelenggara lomba, Rossa menyebut gelaran ini adalah bentuk partisipasinya. Untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini. “Acaranya sejak kemarin,” sebutnya.
Selain lomba mewarnai dan fashion show, juga digelar bazar yang diikuti Usaha Kecil Menengah (UKM) di Banjarmasin. Misinya, untuk meningkatkan ekonomi rakyat. “Para pedagang bisa membuka stan dagangannya,” pungkas Rossa. (gmp/ma/nur)
Editor : Arief