TANJUNG - Teknologi peternakan kambing di Kabupaten Tabalong mengalami peningkatan. Dinas Pertanian (Distan) pada bidang peternakan setempat mencanangkan kawin suntik pada hewan berkaki empat tersebut di Desa Masingai II Kecamatan Upau, Senin (16/4).
Program yang awalnya diperuntukan bagi ternak sapi itu, sekarang telah direformasi, dan dinyatakan berhasil. Sehingga tidak perlu pejantan untuk membuat betina kambing hamil dan memilik anak.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tabalong H Zony Alfianoor menyaksikan langsung prosesi pencanangan tersebut. Yaitu dengan memamerkan kepada sejumlah kalangan masyarakat bagaimana kawin suntik dilakukan.
Menariknya, Plt Bupati bersama istri Hj Nur Aina Zony Alfianoor turut melakukan penyuntikan sperma kepada kambing betina di sana.
Melihat bagaimana proses kawin suntik dilakukan, Plt bupati terlihat sangat senang. "Bagus ini untuk dikembangkan," ujarnya.
Kepala Distan Kabupaten Tabalong H Johan Effendi melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Saswoko mengatakan, memang selama ini kawin suntik hanya dilakukan pada sapi, kini diujicoba ke kambing. Ternyata hasilnya memuaskan.
"Kami sudah ujicoba ternyata ada tiga kambing yang melahirkan dan sepuluh kambing hamil," katanya, sembari memberitahukan ujicoba itu berlangsung di Juni 2017 lalu.
Dengan pencanangan tersebut, dia sangat berharap adanya antusias masyarakat untuk memanfaatkan teknologi terbaru itu. Karena, hasilnya dipastikan tidak merugikan mereka.
"Kawin suntik ini untuk menghindari kawin sedarah yang bisa membuat keturunannya kecil. Jika kawin suntik kami bisa menyuntikan dari kambing jenis lain," imbuhnya. (ibn/ema)
Editor : Arief