BANJARMASIN - MoU (nota kesepahaman) antara Pemko Banjarmasin dan PT Pelindo III Cabang Pelabuhan Banjarmasin sudah diteken. Pemko rupanya tak hanya mengincar investasi pembangunan Pelabuhan Trisakti Baru dan Rumah Sakit PHC (Port Health Center) di eks Pelabuhan Martapura Lama.
Melainkan juga potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah) baru dari aktivitas pelabuhan. "Misal, selama ini pungutan kelebihan muatan barang di Trisakti tak pernah ditarik. Sayang sekali kalau potensi pemasukan dari sektor ini dibiarkan," kata Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina.
Bentuk kerjasamanya, pemko akan menyiapkan payung hukumnya. Dengan mengusulkan penggodokan perda tentang tarif kelebihan muatan. Sementara teknis di lapangan, seperti penimbangan dan penarikan pungutan akan ditangani oleh Pelindo.
"Inilah yang saya maksud, manfaat dari MoU ini harus lebih konkrit. Kami yang mengurusi regulasinya, Pelindo yang membantu menariknya," imbuhnya.
Ini merupakan tahun ketiga pemko meneken MoU bersama BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tersebut. Maka wajar jika pemko menagih lebih. Mengingat selama dua tahun terakhir belum ada gerak pembangunan yang berarti.
Satu lagi tugas pemko, yakni meyakinkan pemprov. Agar memasukkan Trisakti sebagai Kawasan Industri Pelabuhan Terpadu. Menemani Kawasan Ekonomi Khusus yang lebih dulu ada di Batulicin dan Jorong. "Sebab, yang saya inginkan bukan sekadar pelabuhan," tegasnya.
Dalam kawasan ini nantinya ada pelabuhan padat, pelabuhan curah cair, pelabuhan penumpang, dan industri manufaktur. "Selama ini kan terminal barang dan penumpang campur aduk," ujarnya.
Ibnu menyebut masa depan kawasan ini cerah. Terbukti dari ketertarikan sejumlah investor. Tentu saja, investor juga menuntut pembenahan infrastruktur. Seperti perbaikan jalan yang selama ini masih rusak berat.
"Dampaknya bakal beruntun. Kalau mau dibandingkan dengan pengembangan Bandara Syamsuddin Noor, pengembangan Pelabuhan Trisakti lebih wah. Karena ini gerakan ekonomi murni," pungkasnya.
Visi ini sudah mengendap sejak zaman walikota-walikota pendahulu. Mengembalikan Banjarmasin sebagai kota pelabuhan. Menjadi pintu gerbang ekonomi Kalimantan.
Disinggung soal PAD untuk Banjarmasin, Direktur Utama PT Pelindo III, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra punya solusi untuk jangka pendek. Tidak muluk-muluk, yakni dengan mendatangkan kapal pesiar ke Trisakti.
"Satu kapal cruise bisa membawa seribu sampai dua ribu turis asing," ujarnya. Tujuannya, mendongkrak sektor pariwisata lokal. Yang ujung-ujungnya demi menambah PAD.
"Trik mendatangkan kapal cruise ini sudah kami coba untuk Labuan Bajo, Banyuwangi dan Bali," imbuh Danadiputra. (fud/at/nur)
Editor : Arief