Pembangunan jalan Simpang Jelai hingga kini masih ngos-ngosan. Alih-alih tuntas ditangani Pemko Banjarmasin, pengerjaan jalan dan jembatan malah sampai dibantu Pemprov Kalsel.
Simpang Jelai terletak di Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan. Lokasinya berada di belakang Kompleks Wengga. Meski bersebelahan dengan perumahan, jangan kira kawasan ini punya infrastruktur layak. Apalagi, jika ditanya soal jalan.
Tokoh Masyarakat Simpang Jelai, Ali Bahasyim, menceritakan kisahnya membangun jalan secara swadaya bersama warga sejak tahun 2010 silam.
"Sebelum tahun 2010, belum ada jalan. Pakai perahu kalau ke mana-mana. Lalu, kami bangun jalan setapak bersama warga," ceritanya. Total jalan yang dibuka sepanjang 1500 meter. Akses darat pertama kali dimiliki warga Simpang Jelai.
Diceritakan Ali, pembangunan jalan setapak ia kira harusnya bisa menyentil Pemko. Tapi, bolak-balik menuju kantor pemerintah untuk mengurus nasib jalan, akses Simpang Jelai dibiarkan begitu saja.
Tahun 2016 pembangunan jalan sebenarnya menemukan titik terang. Suara warga ditanggapi pemko melalui Wali Kota Ibnu Sina. "Dinas PUPR Kota Banjarmasin langsung meninjau dan melakukan perbaikan jalan dengan cor semen. Tapi tak tuntas karena permasalahan anggaran dari Pemko," kata Ali.
Lanjut menuju 2017, pembangunan jalan dilanjutkan pemprov. Soal itu, Ali menyebut pembangunan jalan bantuan provinsi memang permintaannya kepada Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. "Pernah mampir ke sini ketika kampanye. Syukurlah ditepati janjinya," cetus Ali.
Namun, lagi-lagi pembangunan tak mencapai 1500 meter. Pemprov cuma bisa membantu 250 meter. Berupa jembatan serta jalan. "Masih kurang sekitar 600-700 meter lagi hingga tuntas," tuturnya.
Warga Simpang Jelai, Didi menyebut harusnya pembangunan jalan dituntaskan hingga akhir. "Saya sudah menunggu sekali. Katanya mau dilanjutkan? Tapi mana," ujarnya ketus. Maklum, akses menuju rumahnya masih harus melewati jalan setapak.
Selain itu, dirinya juga mengkhawatirkan nasib anak-anak Simpang Jelai yang rata-rata bersekolah di SDN Basirih 10 Banjarmasin. "Akses SDN ini hanya lewat anak sungai. Kalau dibangun jalan hingga ke ujung, enak juga mereka bersekolah. Kebetulan, lokasinya berseberangan ujung jalan Simpang Jelai," tuntasnya. (dom/at/nur)