Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lama Tak Beroperasi, PT Galuh Cempaka akan Kembali Menambang

Arief • Kamis, 5 April 2018 | 11:59 WIB
lama-tak-beroperasi-pt-galuh-cempaka-akan-kembali-menambang
lama-tak-beroperasi-pt-galuh-cempaka-akan-kembali-menambang

BANJARBARU - Bertahun-tahun tak beroperasi, kegiatan pertambangan intan di Kota Banjarbaru akan kembali menggeliat. Pemainnya masih saja wajah lama, PT Galuh Cempaka.  Perusahaan yang mengantongi Keppres Nomor B.53/Pres/I/1998 dan izin Kontrak Karya (KK) dari Kementerian ESDM ini akan menambang intan hingga tahun 2034 mendatang.


Kepala Humas PT Galuh Cempaka, Joko Hardiono mengatakan pihaknya akan melakukan penambangan di dua daerah, Kota Banjarbaru dan Tanah Laut.


"Total luas seluruhnya 7.440 hektare. Untuk Kota Banjarbaru 4.440 hektare. Meliputi Kelurahan Palm, Kelurahan Guntung Manggis, serta Kelurahan Bangkal. Kalau Tanah Laut, masih proses panjang," tutur Joko kepada Radar Banjarmasin, Rabu (4/4) kemarin.


Aktivitas operasi produksi pertambangan intan direncanakan mulai berjalan bulan Agustus 2018 mendatang. "Sekarang sudah mulai menunggu persetujuan dokumen AMDAL. Sesuai kontrak, sampai tahun 2034," ujarnya.


Lantas, jika sebelumnya metode pertambangan Galuh Cempaka dilakukan dengan cara penambangan terbuka atau open pit, maka kegiatan pertambangan akan datang memakai sistem pengeboran.  "Kami berupaya lebih ramah lingkungan. Sebelumnya banyak lubang-lubang menganga. Meski sekarang lubang tambang sudah menjadi tempat wisata seperti Danau Galuh Cempaka, kami ingin mencari metode yang terbaik," klaim Joko.


Ditegaskannya, perusahaan yang kini saham mayoritasnya telah dipegang PT Pribumi Citra Megah Utama ini tak pernah mengalami pencabutan izin dari pemerintah pusat. Beredar kabar, Galuh Cempaka sempat ditutup pada tahun 2009 karena kasus pencemaran air tambang.


"Ya memang ditutup. Tapi sementara. Kami tak beroperasi karena memasuki masa care & maintenance dari tahun 2012 sampai 2017. Ada musibah meninggalnya owner kami, Ayung yang  dibunuh oleh John Kei. Lalu setelah itu H Norhin yang ambil alih,” ungkapnya.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarbaru, Fahrudin membenarkan bahwa PT Galuh Cempaka akan kembali beroperasi.


"Ya, izinnya langsung lewat Kementerian ESDM RI. Kembali beroperasinya diharapkan menjadi keuntungan bagi Kota Banjarbaru. Apalagi, kepemilikannya sekarang sudah dipegang orang lokal," jelasnya.  (dom)

Editor : Arief