AMUNTAI – Para pengendara roda dua maupun empat diingatkan untuk ekstra hati-hati ketika melintas di turunan Jembatan Banua Lima dan Paliwara di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selepas turunan tersebut terdapat traffic light atau lampu merah.
Kalau antrean stop lampu merah panjang, posisi kendaraan dalam keadaan miring ke bawah. Pengemudi harus menginjak pedal rem dalam-dalam. Kalau tak pakem, bisa menyeruduk ke depan.
Di dua lokasi ini memang kerap terjadi lakalantas. Paling berbahaya bagi mobil berbadan besar seperti truk jenis trailer. Itu pernah terjadi pada akhir 2017. “Trailer arah Banjarmasin tujuan Amuntai menyeruduk halaman toko dan bengkel. Infonya rem blong. Begitupun angkutan kayu, juga blong dan menabrak pengendara dan mobil di depannya. Jadi sangat berbahaya," ungkap Tony yang sering melintas di situ.
Tony memilih menarik tuas rem tangan biar lebih aman. "Mobil saya matik, takut terjadi pijakan gas mendadak. Lebih aman jika menggunakan rem tangan (hand brike, red) ketimbang rem kaki. Dengan syarat posisi gigi telah posisi N (netral)," tambahnya.
Kadis Perhubungan HSU, Hamdani membenarkan turunan dua jembatan di persimpangan tersebut berbahaya bagi mobil atau motor yang fungsi remnya kurang pakem. "Rata-rata yang kecelakaan karena kelalaian manusia dan gagalnya fungsi rem. Pengemudi sebaiknya menguji rem sebelum sampai di posisi turunan tersebut," pesannya.
Kasat Lantas Polres HSU, Ajun Komisaris Polisi Dana Setyana menjelaskan kejadian laka di lokasi tersebut memang condong disebabkan kelalaian manusia dan gagalnya fungsi pengereman. "Turunan cukup tajam. Ketika lampu merah, tentu pengemudi harus menginjak pedal atau aktifkan rem tangan biar aman," terangnya.
Satlantas Polres HSU telah menempatkan poster dan baliho kecil berisi seruan untuk lebih berhati-hati dan waspada ketika sedang berada di turunan jembatan baik di Paliwara maupun Banua Lima. "Saran pada sopir truk maupun taksi colt untuk memeriksa rem sebelum melintas di simpangan tersebut. Jika kurang pakem, lebih baik tepikan dulu di lokasi yang datar," imbaunya.(mar/az/dye)
Editor : Arief