MARTAPURA – Kabar duka datang dari Kota Santri Martapura. Hj Siti Norhaidani atau Ma’Ida, meninggal dunia pukul 11.50 Wita, Minggu (25/2), di RS Sari Mulia Banjarmasin (RSSM). Istri dari KH M Djazouly Seman atau Abah Anang ini mengembuskan nafas terakhir di usia 79 tahun.
Sebelum wafat, Ma’Ida sempat menjalani perawatan di RSUD Ratu Zalecha Martapura selama dua hari dan kemudian dirujuk ke Sari Mulia dan langsung masuk Unit Rawat Intensif (ICU). Tidak lebih 24 jam, Ma’Ida akhirnya meninggal.
Sejak setahun terakhir, kondisi kesehatan Siti Norhaidani memang menurun, ia mengalami sakit jantung dan paru-paru. Belakangan, dia mengalami kesulitan bernapas dan sejak satu tahun terakhir menggunakan tabung oksigen di rumah. Dia dirawat oleh anak-anaknya.
“Kurang lebih satu tahun terakhir Ibu menggunakan alat bantu pernapasan. Baru tiga bulan belakangan ini makin intensif dan dosis ketergantungannya memakai tabung oksigen makin tinggi,” kata Jamilah, keponakan Siti Norhaidani yang berprofesi sebagai asisten pribadi.
Ia sendiri pernah berbincang dengan Siti Norhaidani tentang peringatan ulang tahun almarhumah yang pada 13 Maret mendatang genap berusia 79 tahun. Ada kesepakatan hari kelahiran itu diperingati, namun ajal lebih cepat datang.
Pensiunan bidan ini menegaskan Siti Norhaidani sering mengatakan didatangi Abah Anang yang waktunya sudah dekat. Dia juga mengaku sangat kangen dengan suaminya. Abah Anang sendiri telah berpulang pada14 Oktober 2011 silam.
Atas kesepakatan keluarga, Hj Siti Norhaidani akan dikebumikan di kubah Abah Anang, sesuai wasiat almarhumah. Dia akan dimakamkan Senin (26/2) setelah Salat Zuhur, menunggu kedatangan putranya yang berada di Bandung serta saudara dan keluarga besar yang juga masih di Jawa.
Almarhumah meninggalkan 6 anak, 10 cucu, dan 2 orang buyut. Rasa kehilangan tentu dirasakan semua orang yang pernah berinteraksi dengan Ma’Ida.”Kami ini diperlakukan beliau sama, rasa sayang beliau sama dengan Abah Anang,” ujar Abdul Gani Fauzi, salah seorang keluarganya. (mam/ay/ran)
Editor : Arief