AMUNTAI - Tak hanya trengginas, menjajal lumpur dan menembus trek rimba. Kini Komunitas Trail Amuntai (KTA) peduli dengan lingkungan. Mereka memberikan sentuhan cat warna-warni pada jembatan di Bumi Agung.
Setelah Jembatan Paliwara yang membelah Kota Amuntai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), yang sekarang berwarna-warni. Anggota KTA urunan dana dan melakukan aksi pengecatan di Jembatan Banua Lima, tak jauh dari Jembatan Paliwara. Kira-kira jaraknya tak lebih dari 1 kilometer.
Pandangan orang yang melihat para penggemar motor trail hanya peduli dengan kegiatan “kuda besi”, masuk dan keluar hutan, akhirnya dijawab oleh penggila arena licak (becek, red) tersebut. Mereka ikut berkontribusi mempercantik daerah dengan menghadirkan cat warna-warni jembatan kekinian.
"Sebelumnya Jembatan Paliwara yang dicat. Kini Jembatan Banua Lima. Bagus dan sepakat saya dengan ide KTA ini. Artinya jembatan yang dulu berwarna biru pudar, sekarang lebih berwarna," kata Febri, salah satu pengendara yang melintas di jembatan tersebut, kemarin.
Agus Hariri, senior KTA Amuntai, mengatakan keinginan untuk ikut membangun daerah baru muncul tahun ini. Sebelumnya, niatnya hanya Jembatan Paliwara yang diwarnai, namun anggota komunitas ini tak mau berhenti sampai di situ. Mereka menggagas untuk mengecat Jembatan Banua Lima.
"Niatnya cuma satu, agar jembatan sebagai akses warga juga memiliki nilai seni. Dan terpenting ikut serta memberikan warna untuk Banua kami," ucapnya. (mar)
Editor : Arief