MARTAPURA – Jhonlin Group bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
Melalui program Jhonlin Group Solidarity for Humanity, perusahaan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar bagi masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut didistribusikan ke lima kecamatan, yakni Sungai Tabuk, Martapura Barat, Martapura, Astambul, dan Martapura Timur.
Penyaluran dilakukan secara langsung dengan melibatkan tim tanggap darurat perusahaan.
Direktur PT Dua Samudera Perkasa sekaligus Koordinator Emergency Response Team Jhonlin Group, Efgar Welmar Santos, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen perusahaan dalam merespons krisis kemanusiaan, khususnya di Kalimantan Selatan.
“Melalui Jhonlin Group Solidarity for Humanity, kami berupaya meringankan beban masyarakat terdampak banjir sekaligus mendukung percepatan pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Efgar memastikan bantuan disalurkan secara tertib dan tepat sasaran. Untuk itu, Jhonlin Group berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Selatan serta pihak terkait lainnya.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi bencana alam di Kalimantan Selatan,” lugasnya.
Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari warga terdampak. Aminah, warga Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, mengaku terharu atas kepedulian Jhonlin Group.
“Saya sangat terbantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, setidaknya untuk memperbaiki rumah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.
Banjir yang melanda Kabupaten Banjar dan sekitarnya diketahui sempat merendam permukiman, mengganggu aktivitas ekonomi, serta memaksa sebagian warga mengungsi. Hal ini dirasakan Nisa Martinah, warga Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat.
“Semua warga terdampak dan tidak bisa bekerja,” ujarnya.
Namun ia bersyukur atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, terima kasih Pak Haji Isam. Semoga usahanya sukses dan tidak pernah bosan membantu masyarakat seperti kami,” pungkasnya.
Editor : Arief