Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ini Sederet Prestasi Diraih Kabupaten Barito Kuala, Menginjak Usia ke-65 Tahun

Maulana Radar Banjarmasin • Selasa, 14 Januari 2025 | 08:49 WIB

Photo
Photo

MARABAHAN - Sederet prestasi diraih Kabupaten Barito Kuala, dalam satu tahun terakhir ini.
Mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi yang signifikan, hingga terobosan layanan publik.

Semua ini menggambarkan bahwa Bumi Berjuluk Ijejela ini sedang bergerak maju, membawa harapan baru bagi masyarakatnya.

Indeks Pembangunan Manusia: Melonjak ke Kategori Tinggi Tahun 2023 menjadi tonggak sejarah bagi Barito Kuala, ketika nilai IPM kabupaten ini mencapai 70,67. Angka ini menempatkan Barito Kuala dalam kategori "tinggi", sebuah pencapaian yang layak dirayakan. Padahal, pada 2022, IPM daerah ini baru berada di angka 67,37. Tahun depan, proyeksi menyebutkan IPM akan terus naik ke 72,42.

"Kenaikan ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari kerja keras semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat," ujar seorang pejabat di lingkungan pemerintahan kabupaten.

"Kami optimis, kualitas hidup warga Barito Kuala akan semakin baik.”Ekonomi Tumbuh di Tengah Tantangan Global Di sektor ekonomi, Barito Kuala tetap tangguh meski dunia menghadapi perlambatan pertumbuhan global. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung perekonomian dengan kontribusi 26,48 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 2022. Tahun 2023, ekonomi kabupaten ini tumbuh positif sebesar 3,91 persen, dengan proyeksi pertumbuhan lebih tinggi lagi di 2024, yaitu 5 persen.

“Kami terus mendorong diversifikasi ekonomi dengan mendukung pelaku usaha kecil dan menengah,” kata seorang pejabat dinas ekonomi setempat. Tidak hanya itu, pendapatan per kapita masyarakat juga meningkat dari Rp 30,68 juta/kapita di 2022 menjadi Rp 32,39 juta/kapita di 2023.

Namun, tantangan tetap ada. Indeks gini, yang mencerminkan kesenjangan pendapatan, meningkat dari 0,23 pada 2022 menjadi 0,31 di 2023. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan untuk memastikan pemerataan ekonomi.

Layanan Publik: Makin Transparan dan Efisien

Salah satu pencapaian penting lainnya adalah keberhasilan dalam memperbaiki layanan publik. Dengan 126 jenis layanan yang telah dilengkapi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), masyarakat kini dapat mengakses layanan yang lebih cepat, transparan, dan adil.

Namun, survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menunjukkan hasil yang sedikit mengecewakan. Dari target indeks sebesar 95, hasil survei 2023 hanya mencapai 87,25. Pemerintah setempat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi memenuhi ekspektasi masyarakat.

Program Unggulan: Semangat Baja untuk Stunting dan Kemiskinan

Dalam upaya mengatasi permasalahan sosial, Barito Kuala meluncurkan program unggulan bertajuk “Semangat Baja” (“Semua Masyarakat Sehat Bangun Jamban”). Program ini dirancang untuk menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Semangat Baja adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk menciptakan Barito Kuala yang lebih sehat dan sejahtera,” ujar seorang tokoh masyarakat. Program ini juga sejalan dengan upaya peningkatan kesehatan melalui pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.

Kesehatan dan Pengentasan Pengangguran

Di sektor kesehatan, pemerintah memberikan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita. Setiap ibu hamil menerima Rp 21.500 per hari selama 120 hari, sementara balita mendapatkan Rp 16.500 per hari selama 56 hari. Program ini diharapkan mampu meningkatkan gizi masyarakat secara signifikan.

Sementara itu, untuk mengatasi pengangguran, berbagai pelatihan keterampilan diberikan, mulai dari pelatihan vokasi otomotif hingga budidaya jamur tiram. Dengan keterampilan ini, masyarakat diharapkan dapat mandiri secara ekonomi.

Akuntabilitas Pemerintahan: Komitmen Menuju Reformasi

Dalam evaluasi akuntabilitas kinerja pemerintahan oleh Kementerian PAN-RB, Barito Kuala memperoleh nilai 68,01 (predikat B). Sementara itu, pelaksanaan reformasi birokrasi juga mendapatkan nilai 68,54 (predikat B). Meski masih ada ruang untuk perbaikan, capaian ini menunjukkan bahwa Barito Kuala berada di jalur yang benar.

Dengan semua pencapaian ini, Barito Kuala tampak semakin optimis melangkah ke depan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya menjadi kunci keberhasilan.

“Kami percaya, Barito Kuala bukan hanya daerah yang bertahan, tetapi juga berkembang menjadi kabupaten yang unggul di Kalimantan Selatan,” tutup (Pj) Bupati Barito Kuala Dinansyah. Dengan semangat dan kerja keras, masa depan cerah untuk Barito Kuala bukan lagi mimpi, tetapi kenyataan yang sudah di depan mata.

Editor : Muhammad Helmi
#Pemkab Batola