Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mahasiswa FKG ULM Ciptakan Inovasi Boneka Pintar Menyikat Gigi dan Aplikasi Si Kantan

Muhammad Helmi • Kamis, 5 Oktober 2023 | 12:12 WIB
BONEKA PINTAR DAN APLIKASI SIKANATAN:Boneka tersebut dijadikan sarana oleh mahasiswa FKGD ULM Banjarmasin, untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarat sikat gigi. Foto: FKGD ULM
BONEKA PINTAR DAN APLIKASI SIKANATAN:Boneka tersebut dijadikan sarana oleh mahasiswa FKGD ULM Banjarmasin, untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarat sikat gigi. Foto: FKGD ULM
BANJARMASIN - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM) Menciptakan Inovasi Boneka Pintar Menyikat Gigi dan Aplikasi Si Kantan.

Boneka tersebut digunakan sebagai Media Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut yang menarik.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ULM ini berhasil memperoleh pendanaan dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM) yang rutin dilaksanakan satu tahun sekali oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Tim beranggotakan lima orang itu diantaranya Akmal Ghifari (ketua tim), Rais Ridho Bintang Arfani, Krisna Erlangga Putra Ramadhani,, Rabiatul Adawiah, Ashifa Qinthara Milyanur.

Pastinya mereka semua dibawah bimbingan langsung oleh drg I Wayan Arya Krishnawan Firdaus, M. Kes.

Tim ini mengangkat judul Si Kantan, Boneka Pintar Menyikat Gigi Berbasis Audiovisual dengan Sistem Wireless untuk Meningkatkan Kesehatan Gigi dan Mulut.

Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Pulau Sewangi 2 Kabupaten Barito Kuala. Latar belakang diadakannya kegiatan tersebut adalah melihat angka kejadian gigi berlubang yang sangat besar pada anak-anak usia 5-9 tahun (92,6%) dan daerah tersebut merupakan daerah lahan basah yang memiliki pH air 3,65 (bersifat asam) yang dapat mempercepat gigi berlubang.

Indikator perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut adalah menyikat gigi, sedangkan proporsi perilaku menyikat gigi secara benar pada anak-anak hanya sebesar 2,8% sehingga dapat diketahui bahwa kesadaran anak-anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masih rendah.

"Oleh karena itu, tim tertarik untuk menciptakan inovasi berupa Boneka Pintar Menyikat Gigi Si Kantan yang menggabungkan beberapa fitur, seperti penambahan phantom gigi dan perangkat audiovisual dengan sistem wireless di dalamnya," terang drg I Wayan Arya.

Sistem audiovisual juga dapat dihubungkan dengan smartphone melalui aplikasi untuk menampilkan berbagai macam gambar, video, dan lagu-lagu yang akan mempermudah anak dalam memahami cara menjaga kesehatan gigi dan mulut.

"Boneka Si Kantan ini memadukan antara konsep permainan yang menarik dengan konsep edukasi yang interaktif bagi anak. Penggunaan media boneka dinilai tepat karena pada dasarnya anak-anak masih gemar memainkannya dan anak-anak juga memerlukan suatu alat permainan yang dapat digunakan untuk menyalurkan rasa ingin tahu mereka," jelas I Wayan Arya

Media boneka juga dapat digunakan dalam membantu tumbuh kembang seorang anak mulai dari mengembangkan imajinasi, meningkatkan kreativitas dan menambah konsentrasi belajar.

Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa hari kegiatan (19 Agustus - 9 September 2023). Kegiatan pertama (Sabtu, 19 Agustus 2023) yaitu memberikan soal pre-test yang bertujuan untuk mengukur pemahaman awal anak-anak mengenai kesehatan gigi dan mulut, kemudian dilakukan sikat gigi bersama awal untuk seluruh siswa dengan tujuan melihat bagaimana cara menyikat gigi anak-anak sebelum diberikan penyuluhan menggunakan Boneka Si Kantan.

Pelaksanaan kegiatan kedua (Sabtu, 26 Agustus 2023), berupa pelatihan (training of trainer) terhadap mitra SDN Pulau Sewangi 2 yakni guru dan perwakilan dokter gigi kecil yang diambil secara acak dari perwakilan kelas 5 dan 6 sebanyak 4 orang. Guru dan dokter gigi kecil tersebut kemudian mengajarkan kembali cara menyikat gigi dengan benar menggunakan Boneka Si Kantan kepada siswa kelas 1-6.

Setelah kegiatan kedua selesai, dilakukan kegiatan ketiga (27 Agustus - 9 September 2023) yaitu berupa monitoring.

"Setelahnya selama 2 minggu kita memonitoring melalui grup Whatsapp yang berisikan anggota tim PKM, guru, dan orang tua siswa untuk memudahkan memantau mitra dalam melaksanakan program PKM dan mengingatkan siswa melalui orang tua untuk menggosok gigi serta mempelajari materi kesehatan gigi dan mulut yang termuat dalam aplikasi Si Kantan,,"sambung dr I Wayan Arya

Terakhir dilakukan kegiatan keempat (Sabtu, 9 September 2023) yaitu evaluasi akhir untuk mengetahui pemahaman anak-anak setelah kegiatan yakni memberikan soal post test dengan soal yang sama seperti pada pre test serta melakukan sikat gigi bersama akhir untuk melihat apakah terdapat perubahan perilaku cara menyikat gigi setelah dilaksanakan penyuluhan menggunakan Boneka Si Kantan. Pada evaluasi kegiatan juga menilai mengenai pencapaian dan target yang sudah didapat sesuai atau tidak dengan tujuan program.

"Harapan setelah dilaksanakan program ini adalah meningkatnya pengetahuan anak-anak yang berdampak pada perubahan perilaku dan kebiasaan anak-anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut," tambah I Wayan Arya.

"Boneka si Kantan,, ini juga diharapkan dapat menjadi solusi dalam media penyuluhan kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat digunakan oleh tenaga pengajar dan juga tenaga kesehatan di seluruh Kabupaten Barito Kuala bahkan di seluruh Provinsi Kalsel dalam memberikan edukasi yang menarik kepada anak-anak." harapnya.(lan) Editor : Muhammad Helmi
#FKG ULM