Sebanyak 30 pemuda-pemudi dinyatakan lulus beasiswa IBFL ini. Mereka berhak mengenyam pendidikan selama tiga tahun ke depan di Poliban. Terdiri dari jurusan teknik sipil, teknik mesin, teknik elektronika , teknik tambang dan teknik alat berat.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) digelar pada Selasa (15/8), di Gedung Multimedia, Poliban dan ditanda tangani oleh Chief Operation PT SIS Jobsite ADMO Eko Iswanto dan Direktur Poliban Joni Riadi.
Beasiswa ini total senilai Rp3.030.000.000 atau tiga miliar tiga puluh juta rupiah. Diserahkan secara simbolis kepada Direktur Poliban dan salah satu mahasiswa. Dana tersebut akan digunakan untuk keperluan kuliah hingga lulus.
Momen haru mengiringi suasana pemutaran video penerima beasiswa. Beberapa orang tua peserta menangis terharu dan bangga ketika anaknya mendapatkan beasiswa tersebut.
Department Head CSR PT Adaro Energy Indonesia, Zuraida Murdia Hamdie menuturkan, program ini merupakan bentuk implementasi salah satu pilar Adaro.
"Ini perwujudan dari pilar Adaro Nyalakan Ilmu, lewat beasiswa model baru yang berfokus pada vokasi," bebernya.
Lewat proses penyaringan yang ketat, diperoleh 30 anak muda dari wilayah operasional PT SIS jobsite ADMO. Sebanyak 17 orang dari Kabupaten Tabalong, 13 lainnya dari Kabupaten Balangan. "Penyaringan sesuai standar perusahaan. Baik administrasi, psikotes, wawancara dan tes kesehatan," terangnya.
Pada kesempatan sama, Division Head Safety Healthy Environment & External Relation PT SIS, Agung Sarono menambahkan, CSR ini bukan sekadar kewajiban tetapi fokus pada pengembangan SDM. "Agar SDM ini memiliki value dan berkompeten," imbuhnya.
Program ini juga memberi peluang berkarir di PT SIS. Sehingga para penerima beasiswa ini dapat langsung bekerja saat lulus nanti. "Kelak mereka menjadi regenerasi kami," harapnya.
Sementara itu, Chief Human Resources PT Saptaindra Sejati Hery Mustofa dalam sambutannya berpesan kepada penerima beasiswa agar giat mengeksplorasi diri. Juga memanfaatkan kesempatan emas ini sebaik mungkin.
“Pesan saya kepada mahasiswa, gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Keberhasilan kuncinya ada pada kemauan mahasiswa. Fokus belajar dan produktif,” ujarnya.
Senada dengan Direktur Poliban, Joni Riadi juga optimis para penerima beasiswa bisa menjadi orang yang andal di bidangnya. Sehingga bisa berkontribusi langsung bagi daerah asalnya. "Insya Allah 2026 nanti mereka bisa menjadi SDM unggul, adaptif dan berkompeten," ujarnya.
Salah satu penerima beasiswa, Muhammad Fares mengaku antusias dengan IBFL. Setelah bersaing dengan ratusan pendaftar, ia bersyukur bisa lolos. "Pengalaman yang luar biasa, semoga dapat menjalani amanah ini sebaik mungkin hingga selesai," pungkas alumni SMAN 1 Tanjung itu. (tia) Editor : Muhammad Helmi