Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Itulah alasan yang membuat budaya Dayak Deah Gunung Riyut ini terus dikembangkan.
Gelaran tersebut Jumat (21/7) kemarin dilaksanakan lagi. Ini yang ke lima kalinya. Arak-arakan Nyerah Ngemonta atau ateraksi tarian mandi api, pertunjukkan musik jantung borneo, lomba manyumpit dan balogo, hingga ritual mesiwah pare, serta sidang adat nowus babatn.
Ternyata semua gelaran yang terlaksana sebelumnya mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia. Sehingga di pagelaran tahun ini suku adat mendapatkan piagam penghargaan desa binaan Kemenparekraf anugerah desa wisata Indonesia 2022.
Inspektorat II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Kamal Rimosan mewakili menteri menyerahkan piagam tersebut ke Bupati Balangan H Abdul Hadi, kemudian meneruskannya kepada Kepala Desa Liyu, Sukri.
Selain itu Kamal Rimosan mengumumkan jika MPG masuk dalam Kharisma Even Nusantara Tahun 2023. "Yang mengikuti Kharisma Even Nusantara itu ribuan, dan hanya terpilih 110. Alhamdulillah MPG masuk yang 110 event tersebut," ujarnya.
Ia menegaskan, MPG Desa Liyu menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Balangan yang memiliki nilai jual unik untuk menunjang wisata di Kabupaten Balangan.
Bupati Balangan H Abdul Hadi menegaskan MPG menjadi event kebanggaan masyarakat Balangan, karena mencakup semua golongan usia. Baik pemuda, dewasa dan orang tua. "Karena pemuda yang mewariskan budaya," katanya.
Ia juga memuji, Dayak Deah sangat dekat dengan hutan dan ladang. Tidak ada yang memahami hutan lebih baik dari pada Dayak Deah, sehingga hutan di lereng meratus Kabupaten Balangan tetap lestari.
Dibalik kesuksesan acara MPG ada peran Desa Bumi dan juga Adaro
Kepala Desa Liyu bercerita sebelum MPG digelar sempat terjadi kendala kabel listrik PLN terputus karena ada pohon tumbang akibat angin kencang.
Untung saja sebelumnya ada bantuan dari Desa Bumi yang dicetus Gamma Abdurrahman Thohir. Desa Liyu mendapat bantuan listrik tenaga surya 40 KWh. Sehingga dapat menunjang kebutuhan listrik.
Pelatihan pemberdayaan masyarakat dan kegiatan pengidentifikasian dari Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) ternyata sangat membantu terselenggaranya MPG.
Pelatihan itu mengajarkan warga Desa Liyu berbicara di depan orang banyak, seperti menjadi master of ceremoni (MC) di sebuah acara. Begitu juga pendampingan lainnya.
Pengidentifikasian potensi pun membuahkan terbangunnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di komplek Balai Adat Dayak Deah. "Bantuan YABN sangat membantu," ujarnya. (ibn) Editor : Muhammad Helmi