Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Apresiasi Pelestari Kain Sarigading, Simak Pandangan Bijak dari Iwan Alabio

Muhammad Helmi • Jumat, 28 April 2023 | 23:47 WIB
KEBANGGAAN AMUNTAI: Tokoh masyarakat Kabupaten HSU, Iwan Alabio (kanan) menilai Kain Sarigading patut dilestarikan dan dikembangkan supaya semakin tenar seperti kain Sasirangan.
KEBANGGAAN AMUNTAI: Tokoh masyarakat Kabupaten HSU, Iwan Alabio (kanan) menilai Kain Sarigading patut dilestarikan dan dikembangkan supaya semakin tenar seperti kain Sasirangan.
AMUNTAI - Kalsel memiliki beraneka ragam kearifan lokal. Selain kain Sasirangan, ternyata ada satu lagi yang merupakan kain khas Banjar, yakni kain Sarigading. Apabila kain Sasirangan banyak diproduksi di kawasan Banjarmasin, kain Sarigading justru merupakan hasil kerajinan asli khas Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Ciri khas kain Sarigading adalah berwarna kuning dengan pola tenun ikat. Selain itu, kain Sarigading juga banyak dipercaya sebagai kain keramat yang pada masa lampau diceritakan kerap digunakan untuk pengobatan.

Sayangnya, tak banyak yang melestarikan kain Sarigading. Alhasil, popularitas kain Sarigading tak setenar kain Sasirangan. Beruntung, di Amuntai ada sosok perajin yang sekaligus jadi pelestari kain Sarigading. Namanya Husaini warga Desa Cangkering, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten HSU. “Husaini inilah yang sedang berjuang mengangkat kearifan lokal Kabupaten HSU tersebut,” ungkap tokoh masyarakat Kabupaten HSU, Hero Setiawan atau yang akrab disapa Iwan Alabio.

Iwan menuturkan upaya Husaini melestarikan kain Sarigading patut diacungi jempol. Bahkan, untuk sekadar memberikan sentuhan modern terhadap kain Sarigading, Husaini meminta restu kepada keturunan silsilah Candi Agung. “Ini penting, sebagai wujud menjunjung tinggi adat dan budaya setempat, demi melestarikan dan mempopulerkan kembali kain Sarigading. Serta, tanpa menghilangkan motif asli yang merupakan kekhasan kain Sarigading,” sambungnya.

Tak hanya itu, Husaini bahkan melibatkan warga setempat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dengan memberikan pelatihan tenun ikat. “Berkat kegigihannya, Husaini terpilih sebagai salah satu nominator di ajang Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Ajang yang digagas Menparekraf RI, Sandiaga Uno tersebut diikuti oleh 20 nominator terpilih lainnya dari sekitar 7 ribuan peserta dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

“Menurut saya, pencapaian Husaini ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi. Namun, Husaini tentu tidak bisa melangkah sendirian dalam melestarikan kain Sarigading. Untuk itu, saya berharap ada dukungan dari seluruh lapisan atau seluruh stakeholder terkait,” sambungnya.

Pendapat Iwan Alabio terkait upaya pelestarian kain Sarigading didukung oleh Pengamat Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (Fisipol ULM) Banjarmasin, Taufik Arbain. “Patut diapresiasi kalau ada pihak swasta ikut andil dalam mendorong kebangkitan usaha tenun Sarigading ini agar bisa maju dan populer sebagaimana Sasirangan. Governance collaboration sangat ideal sebagai pendekatan membantu kebijakan pemerintah, guna akselarasi usaha ini. Sehingga, bisa membantu perekonomian masyarakat, selain melestarikan nilai-nilai kebudayaan,” ungkap Doktor Manajemen dan Kebijakan Publik jebolan UGM ini.(zuh) Editor : Muhammad Helmi
#Amuntai #khas daerah #Advertorial