Turut sukseskan rangkaian kegiatan haul Abah Guru Sekumpul ke-18 tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) perkuat sistem distribusi kelistrikan.
General Manager PLN UID Kalselteng, Muhammad Joharifin mengatakan mulai dari awal Januari pihaknya sudah bekerja keras untuk memperkuat pengamanan sistem kelistrikan pelaksanaan haul ke-18 Guru Sekumpul yang rencananya akan dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin.
“PLN berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik agar peringatan Haul Guru Sekumpul dapat berjalan aman dan lancar. Berbagai persiapan memperkuat keandalan listrik telah kami lakukan. Sebanyak 168 personil yang sudah ditunjuk untuk bertugas saat masa siaga kami periksa kembali kesiapan dan peralatan yang akan digunakan. Kami benar-benar ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik,” Jelas Joharifin dalam keterangannya.
Joharifin mengatakan 168 personil siaga akan disebar ke 17 posko siaga yang berpusat di Posko Induk PLN ULP Martapura. “Fokus kami tetap tertuju pada pusat titik kegiatan, seperti di kediaman pribadi Gubernur Kalsel yakni di Kampung Keramat Martapura Timur, Musholla Ar-Raudhah Sekumpul, Komplek Kubah Guru Sekumpul, Masjid Pancasila, dan tempat VVIP seperti Bandara Syamsudin Noor dan Hotel," ungkapnya.
Joharifin menekankan pengamanan suplai listrik di titik lokasi haul khususnya di Kampung Keramat sebagai lokasi utama acara. PLN sudah menyiapkan skema pengamanan suplai listrik berlapis. Teknisnya dengan memeriksa jaringan distribusi listrik sepanjang 162,9 Kilometer Sirkuit (KMS) penyuplai listrik ke lokasi haul. Serta menyiapkan satu genset sebesar 250 kVA, 5 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 1 Uninterruptible Power Supply (UPS) kapasitas 100 kVa sehingga bisa antisipasi gangguan.
Lebih lanjut, dirinya mengimbau kepada masyarakat di sekitar pusat titik kegiatan haul untuk memerhatikan jarak pemasangan atribut haul seperti umbul-umbul, spanduk, dan tenda minimal 3 meter dari jaringan listrik PLN.
Selain dapat membahayakan keselamatan Jemaah yang hadir, hal tersebut juga menghindari gangguan kelistrikan. “Kami mohon kerja sama dari masyarakat untuk memperhatikan umbul-umbul atau spanduk yang dipasang tidak mendekati jaringan listrik. Minimal 3 meter jaraknya, supaya tidak berpotensi menggangu jaringan listrik, dan membahayakan keselamatan jamaah yang hadir," ujarnya.
Meskipun sudah melakukan berbagai upaya agar suplai listrik saat pelaksanaan kegiatan Haul Guru Sekumpul tetap terjaga, Joharifin juga mengajak semua pihak untuk mendoakan agar gangguan di luar kendali PLN tidak terjadi. sehingga acara dapat berjalan lancar dan aman. "Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat, diharapkan dengan persiapan yang telah kami lakukan, serta ketersediaan SDM yang berkompeten, PLN dapat memberikan pelayanan kelistrikan yang prima khususnya selama kegiatan Haul. Sehingga, acara dapat berjalan lancar dan aktivitas jemaah nantinya dalam keadaan nyaman dan khidmat," pungkas Joharifin
Haul Guru Sekumpul adalah acara tahunan yang diselenggarakan untuk memperingati hari wafatnya salah satu ulama kharismatik Kalsel, Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang kerap disapa Abah Guru Sekumpul. Haul diadakan setiap 5 Rajab dan dipusatkan di Musholla Ar-Raudhah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel.
Diprediksi puluhan ribu orang jamaah akan hadir, tak hanya dari Pulau Kalimantan namun juga dari penjuru Nusantara berkumpul dalam acara akbar yang terakhir digelar tahun 2019 tersebut. Kala itu jumlah jemaah yang menghadiri haul diperkirakan mencapai dua juta orang. Jemaah memadati Jalan Sekumpul Raya, Kabupaten Banjar hingga perempatan Jalan Ahmad Yani kilometer 38, Kota Banjarbaru yang berjarak 1,5 km dari Musholla Ar-Raudhah.(muz) Editor : Muhammad Helmi