Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Investasi Smelter Niker Rp6 T di Kawasan Jhonlin Group

Arief • Senin, 25 Juli 2022 | 21:24 WIB
Suasana peresmian ground breaking pabrik smelter kapasitas 40 ribu ton di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
Suasana peresmian ground breaking pabrik smelter kapasitas 40 ribu ton di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
BATULICIN - Kabar gembira bagi industri Banua. Smelter nikel dengan kapasitas 40 ribu ton pertahun milik PT Anugerah Barokah Cakrawala (ABC), anak perusahaan Jhonlin Group, dimulai pembangunannya, Senin (25/7/2022).

Ground breaking digelar di Desa Sungai Dua, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ditandai dengan tombol sirine oleh owner Jhonlin Group H Syamsudin Andi Arsyad, tepat pukul 11.08. Disaksikan para pejabat daerah termasuk Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Smelter yang bakal mengolah 40 ribu ton nikel per tahun itu berdiri di lahan seluas 329 hektare, serta ditargetkan rampung dibangun tahun 2023. Adapun KEK di Batulicin memiliki luas total 716,5 hektare

"Smelter PT ABC ini mampu menyerap tenaga kerja lebih kurang 1.200 orang," kata perwakilan Jhonlin Group, Andi Amran Sulaiman.

Di sekitar kawasan smelter juga telah berdiri beberapa industri. Seperti pabrik biodiesel kapasitas 1500 TPD, pabrik minyak goreng kapasitas 250 TPD, conveyor crusher plant 36 juta/tahun, jetty container dan HSD storage tank 6 X 5000 MT.

"Kawasan ini ke depannya mampu menyerap tenaga kerja lebih kurang 10.000 orang," lanjutnya.

Sementara itu, CEO Jhonlin Grup, Ghimoyo mengatakan pembangunan smelter merupakan bagian dari cita-cita Jhonlin Grup menjadikan Kabupaten Tanah Bumbu menjadi sebuah kawasan industri terpadu dari hulu ke hilir.

"Kita perkirakan dalam 5 - 7 tahun mendatang kabupaten ini akan menjadi kawasan industri yang maju," ujarnya.

Ghimoyo juga menyebut di kawasan KEK Tanah Bumbu sedang dibangun fasilitas lainnya, seperti pabrik kemasan plastik, areal pergudangan, areal konsesi pelabuhan, pabrik plywood, water treatm

Adapun industri nikel nanti, bahan baku atau ore nikel kata Ghimoyo selain didatangkan dari dalam negeri juga didatangkan dari luar negeri.

Ore nikel itu nantinya akan diolah di smelter PT ABC menjadi baterai.

"Sumber Ore Smelter PT ABC ini berasal dari wilayah Sulawesi, Kalimantan hingga Australia," jelasnya.

Ghimoyo menambahkan, nilai investasi pembangunan smelter nikel PT ABC menelan anggaran yang tidak sedikit.

"Investasinya sebesar kurang lebih Rp6 T, dan ditarget rampung pembangunannya 12 sampai 18 bulan ke depan," tambahnya.

Jika smelter nikel PT ABC selesai terbangun, maka, akan melengkapi sejumlah fasilitas industri lainnya yang sudah berdiri lebih dulu. (advertorial/zal) Editor : Arief
#Jhonlin Group