alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Monday, 15 August 2022

Tersangkut Trailer, Jembatan Gantung di Kecamatan Kelua Ambruk

TANJUNG – Jembatan gantung penghubung antara Desa Telaga Itar dan Desa Ampukung Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong terputus hingga rusak berat, Kamis (4/8) dini hari.

Gara-gara kawat seling baja penopang jembatan tersangkut truk trailer pengangkut ekskavator. Kawat seling baja itu terputus hingga menghancurkan jembatan berlantai papan ulin lebar satu meter dan panjang puluhan meter.

Trailer dari arah Banjarmasin menuju Kalimantan Tengah itu sempat mencoba menghindari kawat seling baja. Namun, sang sopir melihat kendaraan lain mau berpapasan di depannya.

Sopir membelokkan setir yang membuat muatannya tersangkut kawat seling. Bahkan tiang jembatan penopang kawat seling ikut ambruk. Lantas menimpa bagian dapur rumah warga yang berada di sebelahnya.

Baca Juga :  Tabalong Gelar Operasi Pasar, Warga Serbu Minyak Goreng

Posisi kawat seling baja yang tadinya di atas, setelah kejadian turun membentang menghalangi jalan trans Kalimantan. Akibatnya menimbulkan kemacetan panjang.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Tabalong ketika datang langsung memotongnya. Akhirnya kemacetan bisa terurai.

Tim Inafis Polres Tabalong juga diturunkan untuk mengungkap penyebab insiden. Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Tabalong Aipda Irawan Yudha Pratama menetapkan peristiwa itu sebagai kecelakaan lalu lintas (Lakalantas). “Kejadian lakalantas yang mengakibatkan kerusakan material pada jembatan,” katanya.

Pengemudi pria berusia 57 tahun berinisial IDR warga Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Kepolisian juga telah menghitung angka kerusakan material milik warga. “Perkiraan kerugian material rumah yang rusak akibat tertimpa tiang jembatan sebesar Rp6 juta,” ungkapnya.

Baca Juga :  50 Tersangka Narkoba Berhasil Diringkus Polres Tabalong

Namun, kerugian material kerusakan pada jembatan gantung diperkirakan ratusan juta rupiah. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa lakalantas tersebut,” tegasnya.

Dinas PUPR Kabupaten Tabalong akan mengupayakan perbaikan jembatan yang rusak ini. Namun, pembiayaan akan dibebankan kepada pemilik truk trailer.

“Untuk rapat, kami masih menunggu pimpinan perusahaan dulu,” jelas Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Tabalong, Sunengsih. Sambil menunggu, semua kerusakan langsung dilakukan pembersihan baik kayu dan kawat seling baja.(ibn/az/dye)

TANJUNG – Jembatan gantung penghubung antara Desa Telaga Itar dan Desa Ampukung Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong terputus hingga rusak berat, Kamis (4/8) dini hari.

Gara-gara kawat seling baja penopang jembatan tersangkut truk trailer pengangkut ekskavator. Kawat seling baja itu terputus hingga menghancurkan jembatan berlantai papan ulin lebar satu meter dan panjang puluhan meter.

Trailer dari arah Banjarmasin menuju Kalimantan Tengah itu sempat mencoba menghindari kawat seling baja. Namun, sang sopir melihat kendaraan lain mau berpapasan di depannya.

Sopir membelokkan setir yang membuat muatannya tersangkut kawat seling. Bahkan tiang jembatan penopang kawat seling ikut ambruk. Lantas menimpa bagian dapur rumah warga yang berada di sebelahnya.

Baca Juga :  Ternyata Dekat Mapolres Tabalong Selama ini Ada Pengedar Narkoba Skala Besar

Posisi kawat seling baja yang tadinya di atas, setelah kejadian turun membentang menghalangi jalan trans Kalimantan. Akibatnya menimbulkan kemacetan panjang.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Tabalong ketika datang langsung memotongnya. Akhirnya kemacetan bisa terurai.

Tim Inafis Polres Tabalong juga diturunkan untuk mengungkap penyebab insiden. Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Tabalong Aipda Irawan Yudha Pratama menetapkan peristiwa itu sebagai kecelakaan lalu lintas (Lakalantas). “Kejadian lakalantas yang mengakibatkan kerusakan material pada jembatan,” katanya.

Pengemudi pria berusia 57 tahun berinisial IDR warga Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Kepolisian juga telah menghitung angka kerusakan material milik warga. “Perkiraan kerugian material rumah yang rusak akibat tertimpa tiang jembatan sebesar Rp6 juta,” ungkapnya.

Baca Juga :  Seleksi Akhir, Calon Pimpinan Baznas Tabalong Deg-degan

Namun, kerugian material kerusakan pada jembatan gantung diperkirakan ratusan juta rupiah. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa lakalantas tersebut,” tegasnya.

Dinas PUPR Kabupaten Tabalong akan mengupayakan perbaikan jembatan yang rusak ini. Namun, pembiayaan akan dibebankan kepada pemilik truk trailer.

“Untuk rapat, kami masih menunggu pimpinan perusahaan dulu,” jelas Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Tabalong, Sunengsih. Sambil menunggu, semua kerusakan langsung dilakukan pembersihan baik kayu dan kawat seling baja.(ibn/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/