alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 11 August 2022

Lebih Efisien, PT Indocement Tunggal Prakarsa Kini Gunakan Listrik PLN

BATULICIN – Industri merupakan salah satu penggerak perekonomian nasional. Sebagai BUMN yang bergerak di bidang penyediaan energi listrik, PLN berkomitmen terus memberikan dukungan bagi pertumbuhan industri di Indonesia dengan menyediakan pasokan listrik yang andal. Rabu (3/8) siang, PLN resmi melakukan energize penyalaan listrik perdana dengan total daya 50.000 kVA untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa (PT ITP) Plant 12 Tarjun di Kabupaten Kotabaru, Kalsel. Momen inisekaligus menjadikan PT ITP sebagai pelanggan tegangan tinggi PLN pertama di Kalimantan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng), Tonny Bellamy menyampaikan untuk meningkatkan keandalan, PT ITP mengalihkan seluruh pasokan listrik menggunakan layanan PLN per 3 Agustus 2022. Dengan berpindah ke PLN, maka perusahaan diproyeksikan dapat menghemat biaya operasi dan mendapatkan suplai listrik yang lebih berkualitas dan andal, sehingga proses produksi akan lebih efisien. “PLN siap kolaborasi, tumbuh, dan berkembang bersama industri Indonesia guna menggerakkan roda perekonomian bangsa. Dengan mempercayakan kebutuhan listrik kepada PLN, PT ITP akan lebih fokus dengan bisnis. PLN akan memberikan kontribusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan,” tuturnya.

Baca Juga :  Menteri BUMN Dukung Penuh PLN Jalankan Transisi Energi di RI

Menurut Tonny, pihaknya siap melayani dengan menjaga keandalan listrik, karena PLN sangat mendukung tumbuhnya bisnis dan investasi di Kalsel. Dengan adanya surplus listrik, membuat PLN dapat memenuhi kebutuhan listrik pelanggan. “Energize pelanggan tegangan tinggi pertama di Kalimantan ini menunjukkan kesiapan PLN dalam memberikan layanan prima kepada pelanggan. Saya meyakini pasokan listrik yang melimpah merupakan motor penggerak roda ekonomi di Kalsel,” sambungnya.

Tonny menjelaskan sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan pada Sistem Barito-Mahakam saat ini memiliki daya mampu sebesar 1.705 Mega Watt (MW), dengan beban puncak 1.230 MW. Sehingga, memiliki cadangan daya 475 MW yang siap digunakan untuk melayani kebutuhan pelanggan. “Saat ini sistem kelistrikan Kalsel sangat prima dengan cadangan pasokan daya mampu mencapai 475 MW, dan PLN siap memberikan solusi energi terbaik bagi pelanggan khususnya segmen industri dan bisnis,” jelasnya

Proses migrasi daya dilakukan PLN melalui sinergi PLN UIW Kalselteng-PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Kalimantan, dan PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP Kalbagtim). Dalam proses energize ini, total daya sebesar 50.000 MVA disalurkan ke PT ITP. Ini sekaligus menghentikan operasi pembangkit PLTU 1×55 MW milik PT ITP.

Baca Juga :  Terjunkan Tim Elit, PLN Kalselteng Ciptakan Zona Satu Tanpa Gangguan

General Manager PT ITP, Retnawan Widhiantoro menuturkan dengan beralih ke listrik PLN, diharapkan proses produksi PT ITP akan lebih baik dan stabil. “Jaringannya listrik PLN kuat dan andal, harapan kami tidak akan terjadi gangguan, dan tentunya keandalan operasi pabrik kami akan lebih baik,” tutur Retnawan.

Bahkan, setelah beralih menggunakan listrik PLN, ongkos produksi akan lebih efisien dibandingkan menggunakan power supply turbin sendiri. “Dijaman sekarang sulitnya mendapat bahan bakar batubara, serta pertimbangan harga PLN yang kompetitif, ujung-ujungnya mendapatkan cost energy power yang lebih murah. Dengan menggunakan PLN, dapat menghemat biaya operasional sebesar 10%-15%,” ungkap Retnawan.

Sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN), diprediksi akan semakin tumbuh banyak industri dan sentra ekonomi baru di Kalsel. Dengan ketersediaan daya listrik yang mencukupi, PLN pastikan kebutuhan daya di Kalselteng dapat terlayani dengan baik.(muza)

BATULICIN – Industri merupakan salah satu penggerak perekonomian nasional. Sebagai BUMN yang bergerak di bidang penyediaan energi listrik, PLN berkomitmen terus memberikan dukungan bagi pertumbuhan industri di Indonesia dengan menyediakan pasokan listrik yang andal. Rabu (3/8) siang, PLN resmi melakukan energize penyalaan listrik perdana dengan total daya 50.000 kVA untuk PT Indocement Tunggal Prakarsa (PT ITP) Plant 12 Tarjun di Kabupaten Kotabaru, Kalsel. Momen inisekaligus menjadikan PT ITP sebagai pelanggan tegangan tinggi PLN pertama di Kalimantan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng), Tonny Bellamy menyampaikan untuk meningkatkan keandalan, PT ITP mengalihkan seluruh pasokan listrik menggunakan layanan PLN per 3 Agustus 2022. Dengan berpindah ke PLN, maka perusahaan diproyeksikan dapat menghemat biaya operasi dan mendapatkan suplai listrik yang lebih berkualitas dan andal, sehingga proses produksi akan lebih efisien. “PLN siap kolaborasi, tumbuh, dan berkembang bersama industri Indonesia guna menggerakkan roda perekonomian bangsa. Dengan mempercayakan kebutuhan listrik kepada PLN, PT ITP akan lebih fokus dengan bisnis. PLN akan memberikan kontribusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan,” tuturnya.

Baca Juga :  PLN Dukung Pelestarian Budaya Suku Dayak

Menurut Tonny, pihaknya siap melayani dengan menjaga keandalan listrik, karena PLN sangat mendukung tumbuhnya bisnis dan investasi di Kalsel. Dengan adanya surplus listrik, membuat PLN dapat memenuhi kebutuhan listrik pelanggan. “Energize pelanggan tegangan tinggi pertama di Kalimantan ini menunjukkan kesiapan PLN dalam memberikan layanan prima kepada pelanggan. Saya meyakini pasokan listrik yang melimpah merupakan motor penggerak roda ekonomi di Kalsel,” sambungnya.

Tonny menjelaskan sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan pada Sistem Barito-Mahakam saat ini memiliki daya mampu sebesar 1.705 Mega Watt (MW), dengan beban puncak 1.230 MW. Sehingga, memiliki cadangan daya 475 MW yang siap digunakan untuk melayani kebutuhan pelanggan. “Saat ini sistem kelistrikan Kalsel sangat prima dengan cadangan pasokan daya mampu mencapai 475 MW, dan PLN siap memberikan solusi energi terbaik bagi pelanggan khususnya segmen industri dan bisnis,” jelasnya

Proses migrasi daya dilakukan PLN melalui sinergi PLN UIW Kalselteng-PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Kalimantan, dan PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP Kalbagtim). Dalam proses energize ini, total daya sebesar 50.000 MVA disalurkan ke PT ITP. Ini sekaligus menghentikan operasi pembangkit PLTU 1×55 MW milik PT ITP.

Baca Juga :  Milenial Makin Nyaman Dengan Listrik Prabayar

General Manager PT ITP, Retnawan Widhiantoro menuturkan dengan beralih ke listrik PLN, diharapkan proses produksi PT ITP akan lebih baik dan stabil. “Jaringannya listrik PLN kuat dan andal, harapan kami tidak akan terjadi gangguan, dan tentunya keandalan operasi pabrik kami akan lebih baik,” tutur Retnawan.

Bahkan, setelah beralih menggunakan listrik PLN, ongkos produksi akan lebih efisien dibandingkan menggunakan power supply turbin sendiri. “Dijaman sekarang sulitnya mendapat bahan bakar batubara, serta pertimbangan harga PLN yang kompetitif, ujung-ujungnya mendapatkan cost energy power yang lebih murah. Dengan menggunakan PLN, dapat menghemat biaya operasional sebesar 10%-15%,” ungkap Retnawan.

Sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN), diprediksi akan semakin tumbuh banyak industri dan sentra ekonomi baru di Kalsel. Dengan ketersediaan daya listrik yang mencukupi, PLN pastikan kebutuhan daya di Kalselteng dapat terlayani dengan baik.(muza)

Most Read

Artikel Terbaru

/