alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Tiga Tahun, 16 TPS di Banjarbaru Terpaksa Ditutup

BANJARBARU – Gara-gara sampah yang kerap meluber, hingga dianggap merusak pemandangan dan berbahaya bagi pengguna jalan, sebanyak 16 TPS di Kota Banjarbaru selama periode 2019 hingga Juli 2022.

Terbaru, sebagaimana pernah diberitakan koran ini Rabu (20/7) lalu, tiga titik TPS di Kompleks Bumi Cahaya Bintang, tepatnya di Jalan Taurus satu titik dan di Jalan Cancer dua titik. Selanjutnya, di kompleks ini hanya tersisa satu TPS di fasum kompleks yang dilengkapi dengan dua kontainer.

Selain itu, beberapa lokasi TPS yang juga sudah di tutup adalah di belakang museum Lambung Mangkurat dan TPS di samping kampus ULM.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Sirajoni, ada dua alasan penutupan belasan TPS tersebut.

Baca Juga :  Belum Sampai Bengkel, Mobil Sudah Keburu Terbakar di Jalan Trikora

Pertama soal sampah yang meluber, sehingga dianggap merusak estetika kota dan juga membahayakan pengendara jalan. Meskipun sudah dilakukan pengaturan jam pembuangan sampah.

“Jadi kita juga ada komitmen bersama dengan (DLH) Provinsi bahwa semua (DLH) kab/kota menguatkan merdeka sampah di jalan,” tegasnya.

Alasan kedua, sejumlah lahan TPS kata Sirajoni berstatus pola pinjam pakai. Sehingga, ketika pemilik lahan memerlukan, Pemko mau tak mau katanya harus menutup TPS.

“Kalau pemilik mau menggunakan, kita tutup dan pindahkan ke titik lain,” tambahnya.

Meski demikian ujar Sirajoni, saat ini masih ada 100 titik TPS yang beroperasi. Disamping itu, pihaknya juga mengarahkan warga mengantar sampah ke PDU (Pusat Daur Ulang) di Jalan Guntung Paikat dan Jalan Karang Anyar 1. Juga ke TPS 3R di Jalan Trikora belakang SPBU AKR dan di Jln Sidomulyo Kelurahan Syamsudin Noor.

Baca Juga :  ULM Mau Pakai Lahan, TPS Rambai Ditutup

“Sekarang baru ada dua PDU dan TPS 3R, semoga nanti bisa dibangun lagi. Ini lebih bagus pengelolaannya, karena langsung ada pengolahan,” tuntasnya.

Sementata itu, Ahsan, salah satu warga di wilayah Ratu Elok berharap agar TPS bisa menjangkau banyak rumah. Sebab sejauh ini katanya titik TPS tersebar cukup jauh.

“Kalau bisa di setiap RW ada ya, jadi tidak terlalu jauh membuang (sampah). Soal penutupan ya saya setuju saja, karena biasanya meluber ke jalan juga, tapi tetap harus ada solusi,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Gara-gara sampah yang kerap meluber, hingga dianggap merusak pemandangan dan berbahaya bagi pengguna jalan, sebanyak 16 TPS di Kota Banjarbaru selama periode 2019 hingga Juli 2022.

Terbaru, sebagaimana pernah diberitakan koran ini Rabu (20/7) lalu, tiga titik TPS di Kompleks Bumi Cahaya Bintang, tepatnya di Jalan Taurus satu titik dan di Jalan Cancer dua titik. Selanjutnya, di kompleks ini hanya tersisa satu TPS di fasum kompleks yang dilengkapi dengan dua kontainer.

Selain itu, beberapa lokasi TPS yang juga sudah di tutup adalah di belakang museum Lambung Mangkurat dan TPS di samping kampus ULM.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Sirajoni, ada dua alasan penutupan belasan TPS tersebut.

Baca Juga :  Oknum Pegawai Disdag Banjarbaru Diduga Cabuli Anak Magang

Pertama soal sampah yang meluber, sehingga dianggap merusak estetika kota dan juga membahayakan pengendara jalan. Meskipun sudah dilakukan pengaturan jam pembuangan sampah.

“Jadi kita juga ada komitmen bersama dengan (DLH) Provinsi bahwa semua (DLH) kab/kota menguatkan merdeka sampah di jalan,” tegasnya.

Alasan kedua, sejumlah lahan TPS kata Sirajoni berstatus pola pinjam pakai. Sehingga, ketika pemilik lahan memerlukan, Pemko mau tak mau katanya harus menutup TPS.

“Kalau pemilik mau menggunakan, kita tutup dan pindahkan ke titik lain,” tambahnya.

Meski demikian ujar Sirajoni, saat ini masih ada 100 titik TPS yang beroperasi. Disamping itu, pihaknya juga mengarahkan warga mengantar sampah ke PDU (Pusat Daur Ulang) di Jalan Guntung Paikat dan Jalan Karang Anyar 1. Juga ke TPS 3R di Jalan Trikora belakang SPBU AKR dan di Jln Sidomulyo Kelurahan Syamsudin Noor.

Baca Juga :  ULM Mau Pakai Lahan, TPS Rambai Ditutup

“Sekarang baru ada dua PDU dan TPS 3R, semoga nanti bisa dibangun lagi. Ini lebih bagus pengelolaannya, karena langsung ada pengolahan,” tuntasnya.

Sementata itu, Ahsan, salah satu warga di wilayah Ratu Elok berharap agar TPS bisa menjangkau banyak rumah. Sebab sejauh ini katanya titik TPS tersebar cukup jauh.

“Kalau bisa di setiap RW ada ya, jadi tidak terlalu jauh membuang (sampah). Soal penutupan ya saya setuju saja, karena biasanya meluber ke jalan juga, tapi tetap harus ada solusi,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/