alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Banyak Gang di Jalan Kuripan Tergenang Air, Sudah Tiga Bulan

BANJARMASIN – Bila hujan mengguyur atau air sedang pasang, limpasan air menggenang di ruas Jalan Kuripan. Masuk ke gang-gang kecil. Tak terkecuali, ke Gang XI.

Bila limpasan air di sejumlah gang-gang kecil di kawasan itu lekas surut, tidak dengan di Gang XI. Di sini, air seperti tak pernah surut.

“Membuat jalanan berlumut dan berlumpur karena sering terendam,” ucap Ayu, salah seorang warga yang tinggal di gang itu.

Kondisi tersebut sudah dialaminya beserta warga lain selama tiga bulan terakhir. Padahal dulu, tak pernah terjadi.

Lalu, yang paling menyesakkan, bila air sungai sedang pasang atau hujan mengguyur, limpasan air justru menyerbu ke rumah Ayu. “Tiap hari selalu bersih-bersih,” keluh perempuan 70 tahun itu.

Tidak hanya sampai di situ, lantaran jalanan gang berlumut, menurutnya, tak sedikit pejalan kaki sering tergelincir.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya, Oscar. Menurutnya, yang kasihan itu anak-anak. “Tiap mau berangkat sekolah, selalu melepas sepatu. Semoga ada tindaklanjut dari pihak terkait,” tutupnya.

Baca Juga :  Banjir di Banjar, Ketinggian Air Hampir Capai Atap

Dari pantauan Radar Banjarmasin, di Gang XI tak tampak adanya drainase. Menurut keterangan warga, drainase di situ sudah tertutup lantaran adanya perbaikan jalan gang.

Di sisi lain, limpasan air yang menggenangi kawasan itu diduga berasal dari drainase yang ada di ruas Jalan Kuripan yang tidak lagi bisa menampung atau menghantarkan air ke sungai.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Drainase di Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Wathony, mengaku akan segera memantau kondisi kawasan Gang XI besok (hari ini, red).

“Akan ada tim yang terjun ke lapangan. Mudah-mudahan besok bisa ke sana,” ucapnya, Rabu (3/8).

Menurut Thony, bila memang di Gang XI tak ada saluran pembuangan air, ia tak menampik kawasan itu selalu tergenang. “Tapi, akan kami lihat dahulu. Apakah di belakang kawasan ada sungai atau tidak. Kalau untuk drainase di depan gang alias di Jalan Kuripan, saya masih belum mengetahui apakah masih bagus atau tidak,” jelasnya.

Baca Juga :  Mobil Mewah DA 1 Seruduk Pohon Ternyata Telat Bayar Pajak

Thony mengakui, saat ini, bila hujan mengguyur, kawasan Jalan Kuripan memang selalu tergenang air.

Lantas, apakah ada tindaklanjutnya? Menurutnya, drainase di Kuripan tahun ini akan diperbaiki. Tepatnya, drainase yang berada sejajar dengan lokasi Pasar Kuripan.

Panjangnya sekitar 500 meter. Dengan anggaran Rp,1,1 miliar. Drainase yang ada dibongkar, diganti baru. Salurannya juga dibenahi.

“Lalu, nantinya dibuatkan juga trotoar seperti di kawasan Jalan haryono MT,” ungkapnya.

Proyek itu sendiri diperkirakan bakal dimulai pada bulan ini. Karena dari informasi yang diterima pihaknya, pemenang lelang proyek sudah ada.

Thony melanjutkan, kemungkinan dugaan limpasan air yang menyerbu Gang XI berasal dari drainase di Jalan Kuripan itu, memang ada. Alasannya, karena gang-gang di situ posisinya lebih rendah dari jalan utama.

“Otomatis air mengalir ke sana. Atau karena drainase di depan gang buntu. Makanya limpasan air menyerbu dan menggenang di situ,” pungkasnya. (war)

BANJARMASIN – Bila hujan mengguyur atau air sedang pasang, limpasan air menggenang di ruas Jalan Kuripan. Masuk ke gang-gang kecil. Tak terkecuali, ke Gang XI.

Bila limpasan air di sejumlah gang-gang kecil di kawasan itu lekas surut, tidak dengan di Gang XI. Di sini, air seperti tak pernah surut.

“Membuat jalanan berlumut dan berlumpur karena sering terendam,” ucap Ayu, salah seorang warga yang tinggal di gang itu.

Kondisi tersebut sudah dialaminya beserta warga lain selama tiga bulan terakhir. Padahal dulu, tak pernah terjadi.

Lalu, yang paling menyesakkan, bila air sungai sedang pasang atau hujan mengguyur, limpasan air justru menyerbu ke rumah Ayu. “Tiap hari selalu bersih-bersih,” keluh perempuan 70 tahun itu.

Tidak hanya sampai di situ, lantaran jalanan gang berlumut, menurutnya, tak sedikit pejalan kaki sering tergelincir.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya, Oscar. Menurutnya, yang kasihan itu anak-anak. “Tiap mau berangkat sekolah, selalu melepas sepatu. Semoga ada tindaklanjut dari pihak terkait,” tutupnya.

Baca Juga :  Pemko Banjarbaru Usulkan 8,5 Miliar untuk Tangani Banjir

Dari pantauan Radar Banjarmasin, di Gang XI tak tampak adanya drainase. Menurut keterangan warga, drainase di situ sudah tertutup lantaran adanya perbaikan jalan gang.

Di sisi lain, limpasan air yang menggenangi kawasan itu diduga berasal dari drainase yang ada di ruas Jalan Kuripan yang tidak lagi bisa menampung atau menghantarkan air ke sungai.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Drainase di Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Wathony, mengaku akan segera memantau kondisi kawasan Gang XI besok (hari ini, red).

“Akan ada tim yang terjun ke lapangan. Mudah-mudahan besok bisa ke sana,” ucapnya, Rabu (3/8).

Menurut Thony, bila memang di Gang XI tak ada saluran pembuangan air, ia tak menampik kawasan itu selalu tergenang. “Tapi, akan kami lihat dahulu. Apakah di belakang kawasan ada sungai atau tidak. Kalau untuk drainase di depan gang alias di Jalan Kuripan, saya masih belum mengetahui apakah masih bagus atau tidak,” jelasnya.

Baca Juga :  DLH Banjarmasin Pikirkan Sanksi Sosial Bagi Pembuah Sampah

Thony mengakui, saat ini, bila hujan mengguyur, kawasan Jalan Kuripan memang selalu tergenang air.

Lantas, apakah ada tindaklanjutnya? Menurutnya, drainase di Kuripan tahun ini akan diperbaiki. Tepatnya, drainase yang berada sejajar dengan lokasi Pasar Kuripan.

Panjangnya sekitar 500 meter. Dengan anggaran Rp,1,1 miliar. Drainase yang ada dibongkar, diganti baru. Salurannya juga dibenahi.

“Lalu, nantinya dibuatkan juga trotoar seperti di kawasan Jalan haryono MT,” ungkapnya.

Proyek itu sendiri diperkirakan bakal dimulai pada bulan ini. Karena dari informasi yang diterima pihaknya, pemenang lelang proyek sudah ada.

Thony melanjutkan, kemungkinan dugaan limpasan air yang menyerbu Gang XI berasal dari drainase di Jalan Kuripan itu, memang ada. Alasannya, karena gang-gang di situ posisinya lebih rendah dari jalan utama.

“Otomatis air mengalir ke sana. Atau karena drainase di depan gang buntu. Makanya limpasan air menyerbu dan menggenang di situ,” pungkasnya. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/