alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 11 August 2022

Organda Cari Dua Anggota Dewan yang Dukung Pencabutan Solar Bersubsidi

BANJARMASIN – Pasca pencabutan surat edaran jalur khusus solar bersubsidi, ratusan sopir truk di Pelabuhan Trisakti Bandarmasih yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalsel, mendatangi DPRD Kota Banjarmasin, Senin (1/8).

Mereka mendesak dua anggota dewan,  Saut Natan Samosir dan Sukhrowardi agar ditindak tegas. Sebab, mereka dianggap terlibat aksi demonstrasi, Kamis (28/9) pagi. Bahkan salah satunya ikut berorasi.

“Bagaimana membedakan satu sisi anggota dewan, sisi lain mementingkan organisasi,” tegas Ketua Organda Kalsel, Edy Sucipto, di sela-sela aksi unjuk rasa.

Meski, yang bersangkutan mengatasnamakan sebagai ketua ALFI ILFA Kalsel, namun tetap saja jabatan sebagai anggota dewan melekat. “Mereka datang ke sini mendesak mencabut surat edaran jalur khusus solar bersubsidi, padahal di sini adalah gedung dewan,” ujarnya.

Parahnya lagi, ketika berorasi, oknum anggota dewan tersebut mendesak mencabut solar bersubsidi. Seharusnya sebagai anggota dewan, jutsru membantu masyarakat kecil, bukan malah sebaliknya.

Baca Juga :  Atung Warga Antasan Raden Digrebek, Dua Paket Sabu Ditemukan di Rumahnya

“Kami minta Samosir diadili dan kalau perlu dipecat, lantaran meminta untuk mencabut solar subsidi,” desaknya.

Pendemo minta kedua anggota dewan tersebut dihadirkan. Namun, karena sedang tidak berada di kantor, Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Harry Wijaya, tak bisa memenuhi permintaan itu. Ia mencoba menenangkan para sopir truk dengan mengajak perwakilan pendemo untuk dialog di dalam gedung.

Pada dialog yang berlangsung hampir empat jam itu, sempat terjadi perdebatan alot. Pendemo tetap bersikeras minta kedua anggota dewan itu dihadirkan.

“Kami bukan menyembunyikan, tapi karena yang bersangkutan sedang tidak berada di kantor. Saya janji akan menyampaikan kepada mereka,” ucap Harry.

Bahkan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini memastikan persoalan akan ditindaklanjuti Badan Kehormatan (BK). Mengenai hasil, Harry meminta pengunjuk rasa untuk mengawal proses jalannya pemeriksaan sampai selesai.

Baca Juga :  Yang Masih Bandel Membuang Sampah, Fotonya akan Dipajang, Setuju Gak..?

Namun, apakah diganti atau seperti apa, Harry mengatakan, hasil pemeriksaan BK akan diserahkan kepada partai masing-masing. “Nanti partai yang akan memutuskan,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sukhrowardi mengatakan, dirinya ikut dalam aksi itu bukan sebagai organisasi ALFI ILFA, melainkan sebagai wakil rakyat. “Yang saya suarakan juga untuk kepentingan para sopir,” katanya.

Karena, para sopir mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar bersubsidi. Padahal barang yang mereka angkut adalah logistik kebutuhan masyarakat Banua. “Kalau gara-gara sulit dapat solar, masyarakat juga kena dampak,” jelasnya.

Ia menyarankan, baik Organda maupun ALFI ILFA, untuk duduk bersama membicarakan masalah sampai tuntas. “Kedua organisasi ini harus sepakat, siapa yang berhak mendapatkan solar bersubsidi,” pungkasnya.(gmp)

BANJARMASIN – Pasca pencabutan surat edaran jalur khusus solar bersubsidi, ratusan sopir truk di Pelabuhan Trisakti Bandarmasih yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalsel, mendatangi DPRD Kota Banjarmasin, Senin (1/8).

Mereka mendesak dua anggota dewan,  Saut Natan Samosir dan Sukhrowardi agar ditindak tegas. Sebab, mereka dianggap terlibat aksi demonstrasi, Kamis (28/9) pagi. Bahkan salah satunya ikut berorasi.

“Bagaimana membedakan satu sisi anggota dewan, sisi lain mementingkan organisasi,” tegas Ketua Organda Kalsel, Edy Sucipto, di sela-sela aksi unjuk rasa.

Meski, yang bersangkutan mengatasnamakan sebagai ketua ALFI ILFA Kalsel, namun tetap saja jabatan sebagai anggota dewan melekat. “Mereka datang ke sini mendesak mencabut surat edaran jalur khusus solar bersubsidi, padahal di sini adalah gedung dewan,” ujarnya.

Parahnya lagi, ketika berorasi, oknum anggota dewan tersebut mendesak mencabut solar bersubsidi. Seharusnya sebagai anggota dewan, jutsru membantu masyarakat kecil, bukan malah sebaliknya.

Baca Juga :  Ikut Meriahkan Hari Kemerdekaan, Satpol PP Bagikan Bendera Merah Putih

“Kami minta Samosir diadili dan kalau perlu dipecat, lantaran meminta untuk mencabut solar subsidi,” desaknya.

Pendemo minta kedua anggota dewan tersebut dihadirkan. Namun, karena sedang tidak berada di kantor, Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Harry Wijaya, tak bisa memenuhi permintaan itu. Ia mencoba menenangkan para sopir truk dengan mengajak perwakilan pendemo untuk dialog di dalam gedung.

Pada dialog yang berlangsung hampir empat jam itu, sempat terjadi perdebatan alot. Pendemo tetap bersikeras minta kedua anggota dewan itu dihadirkan.

“Kami bukan menyembunyikan, tapi karena yang bersangkutan sedang tidak berada di kantor. Saya janji akan menyampaikan kepada mereka,” ucap Harry.

Bahkan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini memastikan persoalan akan ditindaklanjuti Badan Kehormatan (BK). Mengenai hasil, Harry meminta pengunjuk rasa untuk mengawal proses jalannya pemeriksaan sampai selesai.

Baca Juga :  Jamban Apung Ditarget Walikota Banjarmasin, 21 Kelurahan ini Jadi Fokus Utama

Namun, apakah diganti atau seperti apa, Harry mengatakan, hasil pemeriksaan BK akan diserahkan kepada partai masing-masing. “Nanti partai yang akan memutuskan,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sukhrowardi mengatakan, dirinya ikut dalam aksi itu bukan sebagai organisasi ALFI ILFA, melainkan sebagai wakil rakyat. “Yang saya suarakan juga untuk kepentingan para sopir,” katanya.

Karena, para sopir mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar bersubsidi. Padahal barang yang mereka angkut adalah logistik kebutuhan masyarakat Banua. “Kalau gara-gara sulit dapat solar, masyarakat juga kena dampak,” jelasnya.

Ia menyarankan, baik Organda maupun ALFI ILFA, untuk duduk bersama membicarakan masalah sampai tuntas. “Kedua organisasi ini harus sepakat, siapa yang berhak mendapatkan solar bersubsidi,” pungkasnya.(gmp)

Most Read

Artikel Terbaru

/