alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Pantau Karhutla, Bangun Pos Jaga di Perbatasan Beberapa Desa di Batola

MARABAHAN – Pelatihan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) digelar PT Barito Putera Plantation (BPP) bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Batola. Bahkan disepakati akan membuka pos pantau di setiap perbatasan desa.

Tidak hanya melakukan apel siaga bencana karhutla, PT BPP yang berlokasi di Batola menggelar pelatihan Kamis (28/7).

Pelatihan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pembelajaran pemadaman karhutla, perlengkapan alat pemadam, hingga simulasi langsung.

Kalak BPBD Kabupaten Batola, Budimansyah mengapresiasi apa yang dilakukan PT BPP. Patut ditiru oleh perusahaan lainnya dalam pencegahan karhutla sejak dini.

“Bukan hanya gelar apel siaga saja, pihak perusahaan juga memberikan pembekalan pemadaman karhutla kepada Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) yang ada dan Masyarakat Peduli Api (MPA),” ungkapnya.

Baca Juga :  Tiga Daerah di Kalsel ini Tetapkan Siaga Karhutla

“Perusahaan mengerahkan semua peralatan pemadaman yang ada,” tambahnya. Apel serupa juga dilakukan PT TAL yang berada di Kecamatan Kuripan.

Budiansyah menambahkan berdasarkan ramalan BMKG, kemarau terjadi bulan Mei. Puncaknya berada di bulan Agustus ini. “Ini memang kewajiban perusahaan. Pihaknya sudah melakukan antisipasi karhutla sejak dini,” ujar pejabat yang baru dilantik menjadi Kalak BPBD Kabupaten Batola beberapa bulan ini.

Budiansyah menyatakan pihak perusahaan harus bertanggung jawab penuh terkait karhutla di wilayahnya. Pihaknya siap mendukung apabila diperlukan. “Sekarang sudah akhir Juli. Kami berharap cuaca tidak terlalu panas, dan tidak ada karhutla,” harapnya. Masih ada hujan yang turun belakangan ini.

Humas PT BPP, Zamhuri Rachman mengatakan perlunya persiapan menghadapi karhutla. Bahkan tidak kalah penting mendirikan posko utama pemantauan, serta pos-pos penjagaan di semua perbatasan desa.

Baca Juga :  Saksi Sampaikan Lahan Plasma Tidak Dirawat

“Di 11 perbatasan desa yang ada, kami akan mendirikan pos pantau karhutla. Lengkap dengan penjagaan dari tim yang disediakan. Baik dari TPKD utama perusahaan maupun MPA yang sudah diberikan pelatihan ini,” ujarnya.

Selain menjaga pos-pos di perbatasan, mereka akan melakukan antisipasi dini apabila ada titik api. Sembari melaporkan kejadian itu kepada posko utama.

“Selain pos pantau, pencegahan karhutla juga kami lakukan dengan pemantauan menggunakan 16 menara pantau, beberapa CCTV dan drone yang dimiliki perusahaan,” ujarnya. “Penjaga pos dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran portabel yang mudah dibawa,” tambahnya. Bahkan disiapkan 80 penjaga.(bar/az/dye)

MARABAHAN – Pelatihan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) digelar PT Barito Putera Plantation (BPP) bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Batola. Bahkan disepakati akan membuka pos pantau di setiap perbatasan desa.

Tidak hanya melakukan apel siaga bencana karhutla, PT BPP yang berlokasi di Batola menggelar pelatihan Kamis (28/7).

Pelatihan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pembelajaran pemadaman karhutla, perlengkapan alat pemadam, hingga simulasi langsung.

Kalak BPBD Kabupaten Batola, Budimansyah mengapresiasi apa yang dilakukan PT BPP. Patut ditiru oleh perusahaan lainnya dalam pencegahan karhutla sejak dini.

“Bukan hanya gelar apel siaga saja, pihak perusahaan juga memberikan pembekalan pemadaman karhutla kepada Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) yang ada dan Masyarakat Peduli Api (MPA),” ungkapnya.

Baca Juga :  Atasi Karhutla, Kalsel Dapat Jatah 20 Helikopter

“Perusahaan mengerahkan semua peralatan pemadaman yang ada,” tambahnya. Apel serupa juga dilakukan PT TAL yang berada di Kecamatan Kuripan.

Budiansyah menambahkan berdasarkan ramalan BMKG, kemarau terjadi bulan Mei. Puncaknya berada di bulan Agustus ini. “Ini memang kewajiban perusahaan. Pihaknya sudah melakukan antisipasi karhutla sejak dini,” ujar pejabat yang baru dilantik menjadi Kalak BPBD Kabupaten Batola beberapa bulan ini.

Budiansyah menyatakan pihak perusahaan harus bertanggung jawab penuh terkait karhutla di wilayahnya. Pihaknya siap mendukung apabila diperlukan. “Sekarang sudah akhir Juli. Kami berharap cuaca tidak terlalu panas, dan tidak ada karhutla,” harapnya. Masih ada hujan yang turun belakangan ini.

Humas PT BPP, Zamhuri Rachman mengatakan perlunya persiapan menghadapi karhutla. Bahkan tidak kalah penting mendirikan posko utama pemantauan, serta pos-pos penjagaan di semua perbatasan desa.

Baca Juga :  Akhirnya, Jembatan Tanipah di Batola Bakal Dibangun Ulang

“Di 11 perbatasan desa yang ada, kami akan mendirikan pos pantau karhutla. Lengkap dengan penjagaan dari tim yang disediakan. Baik dari TPKD utama perusahaan maupun MPA yang sudah diberikan pelatihan ini,” ujarnya.

Selain menjaga pos-pos di perbatasan, mereka akan melakukan antisipasi dini apabila ada titik api. Sembari melaporkan kejadian itu kepada posko utama.

“Selain pos pantau, pencegahan karhutla juga kami lakukan dengan pemantauan menggunakan 16 menara pantau, beberapa CCTV dan drone yang dimiliki perusahaan,” ujarnya. “Penjaga pos dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran portabel yang mudah dibawa,” tambahnya. Bahkan disiapkan 80 penjaga.(bar/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/