alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Satlantas Polres HSU Imbau Pengendara Sepeda Listrik Minimal U-12

AMUNTAI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara, melakukan imbauan terhadap penggunaan transportasi sepeda listrik yang dikenal ramah lingkungan tersebut.

Hal tersebut dipicu maraknya kendaraan roda dua yang menggunakan jalan protokol kota. Bahkan sangat berbahaya, sebab pengendara didominasi anak-anak.

Kapolres HSU AKBP Moch Isharyadi Fitriawan SIK, lewat Kasat Lantas Polres HSU AKP Jumadiono, mengatakan untuk razia terhadap pengguna sepeda listrik, belum.

“Memang untuk razia sudah ada regulasi yang bisa dijadikan dasar hukum, yakni mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 tahun 2020,” sampainya.

Dimana lanjutnya, pengguna alat transportasi non fosil tersebut harus berusia minimal 12 tahun, wajib menggunakan helm dan batas kecepatan maksimum 25 kilometer per jam.

Baca Juga :  Gusti Iskandar Resmi Lantik Pengurus PMI HSU

Jadi apabila nantinya dilakukan razia maka diharapkan masyarakat tidak kaget, sebab sosialisasi sudah dilakukan secara berjenjang di tingkat masyarakat.

“Jadi bagi orang tua yang memiliki anak dibawah usia anjuran untuk tidak memberikan izin berkendara di jalan umum. Taman atau lapangan sah-sah saja,” imbaunya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten HSU Hamdani, MAP, juga membenarkan sudah ada regulasi yang mengatur kendaraan listrik khususnya roda dua di jalan raya.

“Pada Permenhub 45/2020 juga diatur bahwa kecepatan sepeda listrik paling tinggi 25 km/jam, menggunakan helm, usia serendah-rendahnya 12 tahun,” sampainya.

Dalam moda transportasi tersebut, pengendara juga tidak diperkenankan mengangkut penumpang, kecuali sepeda listrik yang dilengkapi dengan tempat duduk penumpang. Tidak diperbolehkan juga melakukan modifikasi daya motor guna meningkatkan kecepatan.

Baca Juga :  Operasi BPOM di HSU Temukan Kosmetik Berbahaya TIE

Terpisah, Reno Affrian Ketua Umum BPC HIPMI Hulu Sungai Utara pada wartawan koran ini lewat sambungan WhatsApp, menyatakan, peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan saat ini adalah scooter listrik maupun sepeda listrik.

Bukan hanya bisnis, tetapi tentunya pengelola harus memperhatikan keselamatan konsumen. “Pelaku usaha bisa memperhatikan regulasi peraturan yang berlaku demi keselamatan warga,” sampainya. (mar/ij/bin)

AMUNTAI – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara, melakukan imbauan terhadap penggunaan transportasi sepeda listrik yang dikenal ramah lingkungan tersebut.

Hal tersebut dipicu maraknya kendaraan roda dua yang menggunakan jalan protokol kota. Bahkan sangat berbahaya, sebab pengendara didominasi anak-anak.

Kapolres HSU AKBP Moch Isharyadi Fitriawan SIK, lewat Kasat Lantas Polres HSU AKP Jumadiono, mengatakan untuk razia terhadap pengguna sepeda listrik, belum.

“Memang untuk razia sudah ada regulasi yang bisa dijadikan dasar hukum, yakni mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 tahun 2020,” sampainya.

Dimana lanjutnya, pengguna alat transportasi non fosil tersebut harus berusia minimal 12 tahun, wajib menggunakan helm dan batas kecepatan maksimum 25 kilometer per jam.

Baca Juga :  Banyak Lubang di Jalan Utama Amuntai, PUPR: itu Karena Faktor Alam

Jadi apabila nantinya dilakukan razia maka diharapkan masyarakat tidak kaget, sebab sosialisasi sudah dilakukan secara berjenjang di tingkat masyarakat.

“Jadi bagi orang tua yang memiliki anak dibawah usia anjuran untuk tidak memberikan izin berkendara di jalan umum. Taman atau lapangan sah-sah saja,” imbaunya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten HSU Hamdani, MAP, juga membenarkan sudah ada regulasi yang mengatur kendaraan listrik khususnya roda dua di jalan raya.

“Pada Permenhub 45/2020 juga diatur bahwa kecepatan sepeda listrik paling tinggi 25 km/jam, menggunakan helm, usia serendah-rendahnya 12 tahun,” sampainya.

Dalam moda transportasi tersebut, pengendara juga tidak diperkenankan mengangkut penumpang, kecuali sepeda listrik yang dilengkapi dengan tempat duduk penumpang. Tidak diperbolehkan juga melakukan modifikasi daya motor guna meningkatkan kecepatan.

Baca Juga :  Sempat Buang Narkoba, Budak Sabu Diamankan

Terpisah, Reno Affrian Ketua Umum BPC HIPMI Hulu Sungai Utara pada wartawan koran ini lewat sambungan WhatsApp, menyatakan, peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan saat ini adalah scooter listrik maupun sepeda listrik.

Bukan hanya bisnis, tetapi tentunya pengelola harus memperhatikan keselamatan konsumen. “Pelaku usaha bisa memperhatikan regulasi peraturan yang berlaku demi keselamatan warga,” sampainya. (mar/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/