alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Mayat Laki-laki Tenggelam dan Terdampar di Pulau Sembilan Dikuburkan Warga

KOTABARU – Masyarakat Desa Tanjung Nyiur Kecamatan Pulau Sembilan geger. Sesosok mayat laki laki terdampar di pinggir Pantai Biru Gusung Karang, Rabu (27/7) pagi.

Dua orang yang pertama kali menemukannya adalah H Salman dan Janis, saat ingin mengecek kapal di pantai. Temuan jasad yang sudah membengkak dan terdampar dalam keadaan tengkurap batu pinggir pantai itu pun dilaporkan Polsek Pulau Sembilan.

Saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin Rabu (27/7) Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar melalui Kapolsek Pulau Sembilan Iptu Sumarno membenarkan.

“Atas laporan nelayan tersebut, kami langsung ke lokasi bersama tenaga medis Puskesmas Pulau Sembilan. Di situ kami mengecek kondisinya,” jelasnya.

Dari pengecekan, ditemukan tas yang berisi identitas korban. Selanjutnya mayat dievakuasi ke Puskesmas Pulau Sembilan.

Baca Juga :  Tolak Pemberhentian Pegawai Tidak Tetap di Tanbu dan Kotabaru

“Identitas korban Mohamad Solikin kelahiran Pati, 1 Januari 1989, berjenis kelamin laki-laki, beragama Islam, asal Desa Pucakwangi RT 02 RW 02 Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati Jawa Tengah,” ungkap Polsek.

Ditambahkan, Kasat Polair Polres Kotabaru AKP Koes Adi Dharma. Satpolair Kotabaru mencoba menghubungi Satpolair Polres Pati untuk menanyakan perihal penemuan mayat tersebut dengan identitas yang ada.

“Ternyata benar ada laporan orang yang jatuh dari kapal nelayan Bintang News Asia pada Minggu (24/7), di perairan selat Makassar,” jelas Koes.

Dalam laporan itu juga, orang hilang tersebut diduga mengalami depresi. Hal tersebut dibenarkan oleh keluarga saat dikonfirmasi Satpolair Kotabaru.

“Ada riwayat gangguan jiwa juga. Dan pihak keluarga minta agar dimakamkan di lokasi tempat ditemukan saja,” tambah Kasat Polair.

Baca Juga :  Perseteruan Tim Porprov dan Kotabaru FC, Pemain Muda Saijaan Gundah

Di sisi lain, dari visum Polsek Pulau Sembilan memang tidak ada bekas kekerasan atau apapun. Sehingga sesuai permintaan keluarga, mayat tersebut dimakamkan oleh warga dan Polsek Pulau Sembilan di Desa Tanjung Nyiur Kecamatan Pulau Sembilan.

Sekadar diketahui, kecamatan ini terletak paling jauh dari pusat Kotabaru, untuk mencapainya harus menempuh perjalanan menggunakan kapal nelayan selama 8 jam. (jum/ij/bin)

KOTABARU – Masyarakat Desa Tanjung Nyiur Kecamatan Pulau Sembilan geger. Sesosok mayat laki laki terdampar di pinggir Pantai Biru Gusung Karang, Rabu (27/7) pagi.

Dua orang yang pertama kali menemukannya adalah H Salman dan Janis, saat ingin mengecek kapal di pantai. Temuan jasad yang sudah membengkak dan terdampar dalam keadaan tengkurap batu pinggir pantai itu pun dilaporkan Polsek Pulau Sembilan.

Saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin Rabu (27/7) Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar melalui Kapolsek Pulau Sembilan Iptu Sumarno membenarkan.

“Atas laporan nelayan tersebut, kami langsung ke lokasi bersama tenaga medis Puskesmas Pulau Sembilan. Di situ kami mengecek kondisinya,” jelasnya.

Dari pengecekan, ditemukan tas yang berisi identitas korban. Selanjutnya mayat dievakuasi ke Puskesmas Pulau Sembilan.

Baca Juga :  Perseteruan Tim Porprov dan Kotabaru FC, Pemain Muda Saijaan Gundah

“Identitas korban Mohamad Solikin kelahiran Pati, 1 Januari 1989, berjenis kelamin laki-laki, beragama Islam, asal Desa Pucakwangi RT 02 RW 02 Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati Jawa Tengah,” ungkap Polsek.

Ditambahkan, Kasat Polair Polres Kotabaru AKP Koes Adi Dharma. Satpolair Kotabaru mencoba menghubungi Satpolair Polres Pati untuk menanyakan perihal penemuan mayat tersebut dengan identitas yang ada.

“Ternyata benar ada laporan orang yang jatuh dari kapal nelayan Bintang News Asia pada Minggu (24/7), di perairan selat Makassar,” jelas Koes.

Dalam laporan itu juga, orang hilang tersebut diduga mengalami depresi. Hal tersebut dibenarkan oleh keluarga saat dikonfirmasi Satpolair Kotabaru.

“Ada riwayat gangguan jiwa juga. Dan pihak keluarga minta agar dimakamkan di lokasi tempat ditemukan saja,” tambah Kasat Polair.

Baca Juga :  Pagi Masak Air, Sorenya Terbujur Kaku

Di sisi lain, dari visum Polsek Pulau Sembilan memang tidak ada bekas kekerasan atau apapun. Sehingga sesuai permintaan keluarga, mayat tersebut dimakamkan oleh warga dan Polsek Pulau Sembilan di Desa Tanjung Nyiur Kecamatan Pulau Sembilan.

Sekadar diketahui, kecamatan ini terletak paling jauh dari pusat Kotabaru, untuk mencapainya harus menempuh perjalanan menggunakan kapal nelayan selama 8 jam. (jum/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/