alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 17 August 2022

Kakanwil Kemenkumham Kalsel Terpaksa Tidur di Kantor

BANJARMASIN – Peristiwa kebakaran sebuah rumah kontrakan besar di Jalan S Parman, Gang Mahfudz RT 1, Kelurahan Belitung Selatan, Minggu (24/7) malam, berdampak ke rumah Dinas Kepala Kementerian Hukum dan HAM Kalsel, Lilik Sujandi.

Baru diketahui setelah dicek kondisi rumah mengalami kerusakan parah di bagian belakang dan rangka atap. Bangunan di belakang yang sangat dekat sumber kebakaran adalah gudang, dapur dan dua kamar. Semuanya rusak parah akibat dilalap si jago merah. Beberapa barang juga hancur terkena siraman air dari pemadam.

“Kerusakannya 50 persen. Memang, dilihat dari luar masih baik, karena bangunan beton. Tetapi, semua rangka untuk atap terbakar, sebab dari kayu. Apalagi yang di belakang, rusak parah. Ada 2 kamar dan gudang di bagian atap menyisakan puing,” ungkap Staf Bagian Umum Kanwil Kemenkumham Kalsel, Sunaryo, Senin(25/7).

Baca Juga :  Padahal Ada Online, Pembuat SKCK Lebih Menyukai Offline

Ketika peristiwa itu terjadi, Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalsel, sedang menuju Banjarmasin sepulang dari perjalanan dinas ke Tanah Bumbu. Ia menggelar kegiatan bakti sosial. Posisinya saat itu berada di Tanah Laut.
“Pak Kakanwil akhirnya memilih tidur di kantor, setelah tiba di Banjarmasin,” beber Sunaryo.

Setelah kebakaran itu, pegawai Kanwil Kemenkumham dibantu relawan PMK MG Elang dan 991, sibuk membersihkan semua ruangan. Satu per satu barang yang rusak dibuat ke dalam mobil pikap.

“Peristiwa ini sudah kami laporkan ke pusat, dan mengabarkan bagaimana kondisinya. Untuk saat ini belum bisa ditempati. Karena semua rangka atap dan plafon rusak terbakar dan harus diperbaiki,” katanya.

Sementara itu, H Ngadimin Saleh (69), pemilik rumah kontrakan, menceritakan, rumah yang berusia kurang lebih 75 tahun adalah peninggalan mertuanya. Seiring waktu, dibelinya dan dijadikan kontrakan.

Baca Juga :  SMPN 21 HST Terbakar, Dokumen Dana Bos Hangus

“Api mulai berkobar setelah Isya. Saya juga baru selesai salat. Saat keluar rumah dan jalan, di dalam gang ini tak terlihat lagi, karena kepulan asap. Pelan-pelan saya jalan mencari sumber api dan ternyata keluar dari kontrakan yang dihuni pedagang siomay. Luar biasa kobarannya waktu itu,” ujarnya.

Dia memastikan, asal api dari rumah kontrakan, kuat dugaan berasal dari kompor yang lupa dimatikan oleh pedagang.

“Setelah api menjalar ke semua rumah, saya baru ke rumah dinas kakanwil. BPK saat itu banyak yang datang. Ada yang dari belakang, samping kiri dan depan jalan. Api mudah berkobar karena bangunan rumah saya ini dari kayu,” ucapnya.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Ipda Hendra Agustian Ginting mengungkapkan pihaknya masih menyelidiki kasus kebakaran itu. “Masih kami selidiki,” katanya singkat.(lan)

BANJARMASIN – Peristiwa kebakaran sebuah rumah kontrakan besar di Jalan S Parman, Gang Mahfudz RT 1, Kelurahan Belitung Selatan, Minggu (24/7) malam, berdampak ke rumah Dinas Kepala Kementerian Hukum dan HAM Kalsel, Lilik Sujandi.

Baru diketahui setelah dicek kondisi rumah mengalami kerusakan parah di bagian belakang dan rangka atap. Bangunan di belakang yang sangat dekat sumber kebakaran adalah gudang, dapur dan dua kamar. Semuanya rusak parah akibat dilalap si jago merah. Beberapa barang juga hancur terkena siraman air dari pemadam.

“Kerusakannya 50 persen. Memang, dilihat dari luar masih baik, karena bangunan beton. Tetapi, semua rangka untuk atap terbakar, sebab dari kayu. Apalagi yang di belakang, rusak parah. Ada 2 kamar dan gudang di bagian atap menyisakan puing,” ungkap Staf Bagian Umum Kanwil Kemenkumham Kalsel, Sunaryo, Senin(25/7).

Baca Juga :  SAMPAI KAPAN..? Banjir Rob Terus Berulang, Sementara Penanganan Lamban

Ketika peristiwa itu terjadi, Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalsel, sedang menuju Banjarmasin sepulang dari perjalanan dinas ke Tanah Bumbu. Ia menggelar kegiatan bakti sosial. Posisinya saat itu berada di Tanah Laut.
“Pak Kakanwil akhirnya memilih tidur di kantor, setelah tiba di Banjarmasin,” beber Sunaryo.

Setelah kebakaran itu, pegawai Kanwil Kemenkumham dibantu relawan PMK MG Elang dan 991, sibuk membersihkan semua ruangan. Satu per satu barang yang rusak dibuat ke dalam mobil pikap.

“Peristiwa ini sudah kami laporkan ke pusat, dan mengabarkan bagaimana kondisinya. Untuk saat ini belum bisa ditempati. Karena semua rangka atap dan plafon rusak terbakar dan harus diperbaiki,” katanya.

Sementara itu, H Ngadimin Saleh (69), pemilik rumah kontrakan, menceritakan, rumah yang berusia kurang lebih 75 tahun adalah peninggalan mertuanya. Seiring waktu, dibelinya dan dijadikan kontrakan.

Baca Juga :  Baznas Bantu Korban Kebakaran, Paling Butuh Bahan Bangunan

“Api mulai berkobar setelah Isya. Saya juga baru selesai salat. Saat keluar rumah dan jalan, di dalam gang ini tak terlihat lagi, karena kepulan asap. Pelan-pelan saya jalan mencari sumber api dan ternyata keluar dari kontrakan yang dihuni pedagang siomay. Luar biasa kobarannya waktu itu,” ujarnya.

Dia memastikan, asal api dari rumah kontrakan, kuat dugaan berasal dari kompor yang lupa dimatikan oleh pedagang.

“Setelah api menjalar ke semua rumah, saya baru ke rumah dinas kakanwil. BPK saat itu banyak yang datang. Ada yang dari belakang, samping kiri dan depan jalan. Api mudah berkobar karena bangunan rumah saya ini dari kayu,” ucapnya.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Ipda Hendra Agustian Ginting mengungkapkan pihaknya masih menyelidiki kasus kebakaran itu. “Masih kami selidiki,” katanya singkat.(lan)

Most Read

Artikel Terbaru

/