alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Begini Kiat ULM Bantu Atasi Stunting di Desa KBU

MARTAPURA – Penurunan angka stunting tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh elemen yang disebut Pentaheli. Yaitu pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha-industri, media massa, dan komunitas (masyarakat). Menanggapi persoalan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengadakan kegiatan pelatihan pengolahan produk pangan berbahan baku lokal di Desa Keliling Benteng Ulu (KBU), Martapura Barat, Jumat (22/7).

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian pengabdian masyarakat selama beberapa bulan dalam upaya penanggulangan stunting. Yakni, melalui Program Kemitraan Masyarakat Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Keliling Benteng Ulu Dalam Penanggulangan Stunting Menuju Desa Mandiri Gizi. Program ini mendapatkan hibah pengabdian masyarakat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Selama pelatihan, para peserta begitu antusias memperhatikan dan mengikuti praktek pengolahan nuget dan empek-empek berbahan dasar ikan seluang dan waluh (labu) yang dipraktekkan oleh Prof Dr dr Triawanti MKes dibantu anggota PKK desa KBU. Pemilihan bahan dasar tersebut dikarenakan kedua bahan itu sangat mudah diperoleh di desa KBU dan harganya pun terjangkau. Sehingga diharapkan warga akan tertarik membuat menu makanan yang sangat digemari anak-anak itu. Buktinya, anak-anak yang ikut menyaksikan tampak sangat menikmati nugget dan empek-empek berbahan dasar ikan Seluang dan Labu tersebut. Peserta dengan gembira mengatakan ingin mencoba membuatnya di rumah dengan menggunakan ikan yang diperoleh dari hasil tangkapan suaminya.

Baca Juga :  ULM Mau Pakai Lahan, TPS Rambai Ditutup

Para peserta juga dibekali pengetahuan tentang kandungan dan manfaat Seluang serta Labu yang disampaikan oleh mahasiswa FK ULM yang berprestasi di tingkat Regional V (Kalimantan, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta), Gastin Gabriel Jangkang. Ia menuturkan dari banyak penelitian, Labu ternyata memiliki keunggulan dibandingkan Wortel. Labu juga mengandung Zinc yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan sel otak. Sedangkan, ikan Seluang memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan ikan Salmon. Sehingga, sangat baik dalam mencegah stunting. Penelitian yang dilakukan oleh Prof Triawanti dan tim telah membuktikan bahwa ikan Seluang dapat meningkatkan faktor pertumbuhan dan kemampuan daya ingat.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta mendapatkan Buku Saku CERDAS (Cegah Generasi Dari Stunting) yang berisi informasi seputar stunting, cara pencegahan, dan contoh-contoh menu untuk ibu hamil, menyusui, bayi, balita, remaja, dan calon pengantin. Nantinya, dalam beberapa minggu ke depan akan kembali dilaksanakan pelatihan teknik pemasaran untuk produk makanan yang diolah masyarakat. Dengan demikian, diharapkan olahan makanan hasil pelatihan tersebut dapat bernilai ekonomis dan menambah pendapatan keluarga dengan pemasaran yang tepat.

Baca Juga :  ULM Siap Kuliah Tatap Muka 100 Persen

Camat Martapura Barat, H Ahmad Rabani AKS MSi yang turut hadir mengatakan Desa KBU memiliki kasus stunting cukup banyak dan merupakan salah satu desa lokus stunting. Sehingga, diperlukan peran serta dari semua pihak. Oleh sebab itu, beliau sangat senang dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh tim dari ULM yang diketuai oleh Prof Dr dr Triawanti MKes tersebut.

Bulan lalu (29/06), juga telah dilaksanakan pemberian edukasi kepada ibu-ibu PKK, kader posyandu, dan ibu-ibu yang memiliki anak stunting dengan topik “Peduli Stunting itu Penting”. Rangkaian Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan dan penguatan kepada masyarakat yang menjadi mitra. Yaitu, tim penggerak PKK KBU untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi di wilayahnya. Dengan program ini diharapkan ibu-ibu PKK desa KBU dapat menjadi agen perubahan di masyarakat sehingga mencapai kemandirian dalam mengatasi masalah gizi dan ekonomi keluarga.(adv/DIA)

MARTAPURA – Penurunan angka stunting tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh elemen yang disebut Pentaheli. Yaitu pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha-industri, media massa, dan komunitas (masyarakat). Menanggapi persoalan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengadakan kegiatan pelatihan pengolahan produk pangan berbahan baku lokal di Desa Keliling Benteng Ulu (KBU), Martapura Barat, Jumat (22/7).

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian pengabdian masyarakat selama beberapa bulan dalam upaya penanggulangan stunting. Yakni, melalui Program Kemitraan Masyarakat Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Keliling Benteng Ulu Dalam Penanggulangan Stunting Menuju Desa Mandiri Gizi. Program ini mendapatkan hibah pengabdian masyarakat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Selama pelatihan, para peserta begitu antusias memperhatikan dan mengikuti praktek pengolahan nuget dan empek-empek berbahan dasar ikan seluang dan waluh (labu) yang dipraktekkan oleh Prof Dr dr Triawanti MKes dibantu anggota PKK desa KBU. Pemilihan bahan dasar tersebut dikarenakan kedua bahan itu sangat mudah diperoleh di desa KBU dan harganya pun terjangkau. Sehingga diharapkan warga akan tertarik membuat menu makanan yang sangat digemari anak-anak itu. Buktinya, anak-anak yang ikut menyaksikan tampak sangat menikmati nugget dan empek-empek berbahan dasar ikan Seluang dan Labu tersebut. Peserta dengan gembira mengatakan ingin mencoba membuatnya di rumah dengan menggunakan ikan yang diperoleh dari hasil tangkapan suaminya.

Baca Juga :  Rektor ULM Berbagi Sembako untuk Warga Karang Intan

Para peserta juga dibekali pengetahuan tentang kandungan dan manfaat Seluang serta Labu yang disampaikan oleh mahasiswa FK ULM yang berprestasi di tingkat Regional V (Kalimantan, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta), Gastin Gabriel Jangkang. Ia menuturkan dari banyak penelitian, Labu ternyata memiliki keunggulan dibandingkan Wortel. Labu juga mengandung Zinc yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan sel otak. Sedangkan, ikan Seluang memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan ikan Salmon. Sehingga, sangat baik dalam mencegah stunting. Penelitian yang dilakukan oleh Prof Triawanti dan tim telah membuktikan bahwa ikan Seluang dapat meningkatkan faktor pertumbuhan dan kemampuan daya ingat.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta mendapatkan Buku Saku CERDAS (Cegah Generasi Dari Stunting) yang berisi informasi seputar stunting, cara pencegahan, dan contoh-contoh menu untuk ibu hamil, menyusui, bayi, balita, remaja, dan calon pengantin. Nantinya, dalam beberapa minggu ke depan akan kembali dilaksanakan pelatihan teknik pemasaran untuk produk makanan yang diolah masyarakat. Dengan demikian, diharapkan olahan makanan hasil pelatihan tersebut dapat bernilai ekonomis dan menambah pendapatan keluarga dengan pemasaran yang tepat.

Baca Juga :  Ini Dia Nomor Urut Pemilihan Calon Rektor ULM

Camat Martapura Barat, H Ahmad Rabani AKS MSi yang turut hadir mengatakan Desa KBU memiliki kasus stunting cukup banyak dan merupakan salah satu desa lokus stunting. Sehingga, diperlukan peran serta dari semua pihak. Oleh sebab itu, beliau sangat senang dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh tim dari ULM yang diketuai oleh Prof Dr dr Triawanti MKes tersebut.

Bulan lalu (29/06), juga telah dilaksanakan pemberian edukasi kepada ibu-ibu PKK, kader posyandu, dan ibu-ibu yang memiliki anak stunting dengan topik “Peduli Stunting itu Penting”. Rangkaian Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memberikan pendampingan dan penguatan kepada masyarakat yang menjadi mitra. Yaitu, tim penggerak PKK KBU untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi di wilayahnya. Dengan program ini diharapkan ibu-ibu PKK desa KBU dapat menjadi agen perubahan di masyarakat sehingga mencapai kemandirian dalam mengatasi masalah gizi dan ekonomi keluarga.(adv/DIA)

Most Read

Artikel Terbaru

/