alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 20 August 2022

Gedung Baru DPRD Kota Banjarmasin Bernilai Rp40 miliar Mulai Dikerjakan

BANJARMASIN – Proyek pembangunan gedung baru DPRD Kota Banjarmasin senilai Rp40 miliar mulai dikerjakan sejak Senin (17/7) lalu. Bangunan yang masuk dalam lokasi perluasan gedung mulai dibongkar.

Bangunan yang dibongkar sejumlah pekerja, mulai musala dan gudang menyusul ruangan yang biasa ditempati awak media.

Kabid Cipta Karya PUPR Kota Banjarmasin, Emil Salim, mengatakan, setelah semua dibongkar, kontraktor pemenang lelang PT Pancang Bangun segera memasang pancang bangunan, serta fisik bangunan tahun ini.

“Kita sudah mulai kerjakan. Ini tahap pembongkaran, pemasangan pondasi dan struktur,” katanya , Jumat (22/7) pagi.

Pengerjaannya ditarget dua tahun anggaran. Tahap pertama dengan anggaran sebesar Rp19 miliar. “Proyek sudah dimulai dan akan terus berkelanjutan hingga 11 bulan masa kerja,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak ada SIM Online, Kapolresta Banjarmasin: Kalau Ada Berarti Penipuan

Pengerjaan gedung ini ternyata diamati anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Isnaeni. Dia meminta kepada kontraktor memperhatikan keselamatan pekerja. “Termasuk mengantisipasi dampak kerusakan fasilitas umum dari pelaksanaan proyek,” pintanya.

Sebab, itu sangat penting sebagai syarat dan perlindungan dalam suatu pengerjaan sebuah proyek, sesuai Undang-Undang Nomor: 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. “Karena jika tak memenuhi keselamatan pekerja akan dikenakan sanksi,” ucapnya.

Lantas, sanksi seperti apa yang dihadapi kontraktor? Mulai administratif berupa peringatan tertulis, denda, penghentian sementara konstruksi atau kegiatan layanan jasa, pencantuman dalam daftar hitam, hingga pembekuan izin dan pencabutan izin. (gmp)

BANJARMASIN – Proyek pembangunan gedung baru DPRD Kota Banjarmasin senilai Rp40 miliar mulai dikerjakan sejak Senin (17/7) lalu. Bangunan yang masuk dalam lokasi perluasan gedung mulai dibongkar.

Bangunan yang dibongkar sejumlah pekerja, mulai musala dan gudang menyusul ruangan yang biasa ditempati awak media.

Kabid Cipta Karya PUPR Kota Banjarmasin, Emil Salim, mengatakan, setelah semua dibongkar, kontraktor pemenang lelang PT Pancang Bangun segera memasang pancang bangunan, serta fisik bangunan tahun ini.

“Kita sudah mulai kerjakan. Ini tahap pembongkaran, pemasangan pondasi dan struktur,” katanya , Jumat (22/7) pagi.

Pengerjaannya ditarget dua tahun anggaran. Tahap pertama dengan anggaran sebesar Rp19 miliar. “Proyek sudah dimulai dan akan terus berkelanjutan hingga 11 bulan masa kerja,” jelasnya.

Baca Juga :  Siapkan Tes Urine 1.000 ASN Tapin

Pengerjaan gedung ini ternyata diamati anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin M Isnaeni. Dia meminta kepada kontraktor memperhatikan keselamatan pekerja. “Termasuk mengantisipasi dampak kerusakan fasilitas umum dari pelaksanaan proyek,” pintanya.

Sebab, itu sangat penting sebagai syarat dan perlindungan dalam suatu pengerjaan sebuah proyek, sesuai Undang-Undang Nomor: 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. “Karena jika tak memenuhi keselamatan pekerja akan dikenakan sanksi,” ucapnya.

Lantas, sanksi seperti apa yang dihadapi kontraktor? Mulai administratif berupa peringatan tertulis, denda, penghentian sementara konstruksi atau kegiatan layanan jasa, pencantuman dalam daftar hitam, hingga pembekuan izin dan pencabutan izin. (gmp)

Most Read

Artikel Terbaru

/