alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Pembuat Video Hoaks Sandal Rhoma sudah Diketahui, Bakal Dimaafkan atau Tidak?

BANJARMASIN – Identitas pembuat video hoaks sandal Rhoma Irama sudah diketahui. Kabarnya, hari ini (22/7) dia hendak mendatangi pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin untuk meminta maaf.

Sementara itu, guna kepentingan penyelidikan hoaks tersebut, Dit Reskrimsus Polda Kalsel telah memanggil seorang saksi.

“Kami wawancara saja. Dia pemilik salah satu akun medsos (yang mengunggah video tersebut),” kata Direktur Reskrimsus Kombes Pol Suhasto melalui Kasubdit V Tipidsiber Kompol Ricky B Sialagan kemarin (21/7).

Ditanya akun siapa, Ricky belum mau mengungkap. Sebab timnya sedang mendalami kasus ini. Disinggung pasal apa yang akan digunakan, dia juga belum membukanya.

Sebab masih perlu keterangan ahli. “Masih penyelidikan, bukti yang kami miliki pun belum banyak. Dengan masukan dari ahli, pasal yang didakwakan akan tepat,” jelasnya.

Namun, Ricky menjamin, masih ada ruang untuk mediasi. Artinya, ada kesempatan bagi pembuat dan penyebar hoaks untuk meminta maaf.

Baca Juga :  Video Hoak Sandal Rhoma Dilaporkan ke Polda Kalsel

“Kami akan sangat senang apabila pengunggah mau berhadir. Kami akan sangat mengapresiasi,” tuturnya.

Dalam kasus ini, pihaknya mempedomani surat edaran Kapolri tentang budaya beretika di ruang digital. Lalu Peraturan Kepolisian RI Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Prinsipnya, pemidanaan adalah jalan terakhir,” pungkas Ricky.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifai menyampaikan, siapa pelakunya sudah diketahui.

Ditreskrimsus akan diarahkan menuju meja perdamaian. “Akan diundang atau dipanggil untuk memberikan klarifikasi dulu,” ujar Rifai singkat. Di sana, sosoknya akan terungkap.

Kabarnya, pelaku sebenarnya sudah menemui pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin (MRSM) untuk meminta maaf. Namun, karena pengurus sedang tak lengkap, ada yang sedang bepergian keluar daerah, pelaku diminta menunggu.

Baca Juga :  Pembuat Video Hilangnya Sandal Rhoma Bakal Dijerat Dua Pasal Sekaligus

Informasi yang diperoleh Radar Banjarmasin, pagi ini pengurus MRSM akan menggelar rapat. Menentukan sikap bersama. Apakah akan dimaafkan atau kasus ini dilanjutkan, diputuskan dalam rapat tersebut.

Kasus ini berawal dari kedatangan Rhoma Irama ke masjid di Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin Tengah itu untuk mengisi khutbah Jumat, pekan lalu (15/7).

Siangnya, menyebar video penampakan masjid. Terdengar suara marbot yang mengumumkan bahwa sandal Ketua Fahmi Tamami itu sudah raib. MRSM tidak merasa video itu lucu.

Sembilan orang, termasuk Wakil Ketua I Badan Pengelola MRSM A Nawawi dan sekretarisnya Samsul Rani membuat laporan ke kantor polisi, Selasa (19/7). “Kami merasa dirugikan. Berkaitan dengan tempat ibadah, jangan dimain-mainkan,” kata Rani. (mof/gr/fud)

BANJARMASIN – Identitas pembuat video hoaks sandal Rhoma Irama sudah diketahui. Kabarnya, hari ini (22/7) dia hendak mendatangi pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin untuk meminta maaf.

Sementara itu, guna kepentingan penyelidikan hoaks tersebut, Dit Reskrimsus Polda Kalsel telah memanggil seorang saksi.

“Kami wawancara saja. Dia pemilik salah satu akun medsos (yang mengunggah video tersebut),” kata Direktur Reskrimsus Kombes Pol Suhasto melalui Kasubdit V Tipidsiber Kompol Ricky B Sialagan kemarin (21/7).

Ditanya akun siapa, Ricky belum mau mengungkap. Sebab timnya sedang mendalami kasus ini. Disinggung pasal apa yang akan digunakan, dia juga belum membukanya.

Sebab masih perlu keterangan ahli. “Masih penyelidikan, bukti yang kami miliki pun belum banyak. Dengan masukan dari ahli, pasal yang didakwakan akan tepat,” jelasnya.

Namun, Ricky menjamin, masih ada ruang untuk mediasi. Artinya, ada kesempatan bagi pembuat dan penyebar hoaks untuk meminta maaf.

Baca Juga :  Begini Cara Polisi Mencari Pengunggah Pertama Video Hoaks Sandal Rhoma

“Kami akan sangat senang apabila pengunggah mau berhadir. Kami akan sangat mengapresiasi,” tuturnya.

Dalam kasus ini, pihaknya mempedomani surat edaran Kapolri tentang budaya beretika di ruang digital. Lalu Peraturan Kepolisian RI Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Prinsipnya, pemidanaan adalah jalan terakhir,” pungkas Ricky.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifai menyampaikan, siapa pelakunya sudah diketahui.

Ditreskrimsus akan diarahkan menuju meja perdamaian. “Akan diundang atau dipanggil untuk memberikan klarifikasi dulu,” ujar Rifai singkat. Di sana, sosoknya akan terungkap.

Kabarnya, pelaku sebenarnya sudah menemui pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin (MRSM) untuk meminta maaf. Namun, karena pengurus sedang tak lengkap, ada yang sedang bepergian keluar daerah, pelaku diminta menunggu.

Baca Juga :  Warga Nantikan Permintaan Maaf Pembuat Video Hoaks

Informasi yang diperoleh Radar Banjarmasin, pagi ini pengurus MRSM akan menggelar rapat. Menentukan sikap bersama. Apakah akan dimaafkan atau kasus ini dilanjutkan, diputuskan dalam rapat tersebut.

Kasus ini berawal dari kedatangan Rhoma Irama ke masjid di Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin Tengah itu untuk mengisi khutbah Jumat, pekan lalu (15/7).

Siangnya, menyebar video penampakan masjid. Terdengar suara marbot yang mengumumkan bahwa sandal Ketua Fahmi Tamami itu sudah raib. MRSM tidak merasa video itu lucu.

Sembilan orang, termasuk Wakil Ketua I Badan Pengelola MRSM A Nawawi dan sekretarisnya Samsul Rani membuat laporan ke kantor polisi, Selasa (19/7). “Kami merasa dirugikan. Berkaitan dengan tempat ibadah, jangan dimain-mainkan,” kata Rani. (mof/gr/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/