alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Kasus Covid di Banjarbaru Naik Lagi, Kini Bertambah 13 Orang

BANJARBARU – Bukannya melandai, kasus baru Covid di Kota Banjarbaru malah kembali naik. Jika beberapa hari terakhir masih di bawah 10 orang, kemarin (20/7) terkonfirmasi 13 kasus baru.

Dengan bertambahnya kasus ini, maka dalam kurang lebih tiga pekan terakhir sudah lebih dari 60 kasus yang terdeteksi. Walaupun disebutkan juga bahwa sebagian besar sudah sembuh.

Walaupun varian Omicron dinilai tak memicu gejala parah ketimbang varian Delta. Namun, beberapa orang yang tertular virus ini nyatanya juga sampai harus dirawat di rumah sakit.

Dari data Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru, sejak awal bulan lalu hingga kemarin, sudah terdata lebih dari 20 pasien yang masuk dan keluar RSDI Banjarbaru.

“Menang ada beberapa yang masuk sini, tapi tidak sampai tinggi (signifikan). Tercatat sampai sekarang ada 27 pasien, itu dari tanggal 1 Juli. Tapi statusnya keluar masuk ya,” ungkap Kabid Pelayanan RSDI Banjarbaru, dr Siti Ningsih.

Baca Juga :  25 Terpapar Dari Hasil Tracing, MAN 1 Tapin Perpanjang Pembelajaran Daring

Untuk keluhan atau gejala yang dialami pasien, Siti menyebut bahwa pada umumnya tidak ada yang berat. “Rata-rata keluhannya ringan sampai sedang saja.”

Kabar baiknya lagi, dari beberapa yang telah dirawat akhir-akhir ini, rata-rata kata Siti tak sampai harus dirawat lama. “Karena gejalanya relatif ringan, jadi gak lama juga dirawat.”

Siti turut memastikan jika pihak RSDI dalam keadaan siap untuk merespons adanya kecenderungan naiknya kasus ini. Baik dari sisi sarana prasarana, obat-obatan hingga tenaga kesehatan yang bertugas.

“Insya Allah kita siap untuk ini. Semoga saja tidak ada lonjakan yang terlalu signifikan,” tuntasnya.

Secara terpisah, HD (35) salah seorang penyintas Covid yang sepekan terakhir ini sudah dinyatakan sembuh mengatakan jika ia memang tak mengalami gejala yang berat bahkan parah.

Baca Juga :  Ular Kobra Masuk Rumah Warga, Damkar Banjarbaru Langsung Bertindak

Menurutnya, meski harus dirawat di rumah sakit, ia hanya perlu waktu empat hari untuk dinyatakan sudah negatif. “Saya keluhannya batuk, lesu dan sakit tenggorokan serta demam.”

Ia sendiri tak mengetahui secara persis darimana tertular. Tapi warga Loktabat Utara ini menduga jika ia tertular saat tengah perjalanan ke luar kota di pekan pertama bulan Juli 2022 tadi.

“Saya berangkat bersama tiga teman. Satu teman saya setelah dicek juga positif, tapi dua lainnya negatif. Saya sudah vaksin dosis kedua, untuk booster belum,” jujurnya.

Usai terkonfirmasi positif ini, HD mengklaim akan lebih waspada ketika berada di keramaian. “Karena awalnya tak ada gejala yang berat, tapi makin hari makin gak enak badan. Tapi Alhamdulillah cepat juga pulihnya,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Bukannya melandai, kasus baru Covid di Kota Banjarbaru malah kembali naik. Jika beberapa hari terakhir masih di bawah 10 orang, kemarin (20/7) terkonfirmasi 13 kasus baru.

Dengan bertambahnya kasus ini, maka dalam kurang lebih tiga pekan terakhir sudah lebih dari 60 kasus yang terdeteksi. Walaupun disebutkan juga bahwa sebagian besar sudah sembuh.

Walaupun varian Omicron dinilai tak memicu gejala parah ketimbang varian Delta. Namun, beberapa orang yang tertular virus ini nyatanya juga sampai harus dirawat di rumah sakit.

Dari data Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru, sejak awal bulan lalu hingga kemarin, sudah terdata lebih dari 20 pasien yang masuk dan keluar RSDI Banjarbaru.

“Menang ada beberapa yang masuk sini, tapi tidak sampai tinggi (signifikan). Tercatat sampai sekarang ada 27 pasien, itu dari tanggal 1 Juli. Tapi statusnya keluar masuk ya,” ungkap Kabid Pelayanan RSDI Banjarbaru, dr Siti Ningsih.

Baca Juga :  Semrawut Pelayanan Vaksinasi di Banjarmasin, "Seperti Manajemen Warung"

Untuk keluhan atau gejala yang dialami pasien, Siti menyebut bahwa pada umumnya tidak ada yang berat. “Rata-rata keluhannya ringan sampai sedang saja.”

Kabar baiknya lagi, dari beberapa yang telah dirawat akhir-akhir ini, rata-rata kata Siti tak sampai harus dirawat lama. “Karena gejalanya relatif ringan, jadi gak lama juga dirawat.”

Siti turut memastikan jika pihak RSDI dalam keadaan siap untuk merespons adanya kecenderungan naiknya kasus ini. Baik dari sisi sarana prasarana, obat-obatan hingga tenaga kesehatan yang bertugas.

“Insya Allah kita siap untuk ini. Semoga saja tidak ada lonjakan yang terlalu signifikan,” tuntasnya.

Secara terpisah, HD (35) salah seorang penyintas Covid yang sepekan terakhir ini sudah dinyatakan sembuh mengatakan jika ia memang tak mengalami gejala yang berat bahkan parah.

Baca Juga :  Dafam Gelar Promo Seafood Night

Menurutnya, meski harus dirawat di rumah sakit, ia hanya perlu waktu empat hari untuk dinyatakan sudah negatif. “Saya keluhannya batuk, lesu dan sakit tenggorokan serta demam.”

Ia sendiri tak mengetahui secara persis darimana tertular. Tapi warga Loktabat Utara ini menduga jika ia tertular saat tengah perjalanan ke luar kota di pekan pertama bulan Juli 2022 tadi.

“Saya berangkat bersama tiga teman. Satu teman saya setelah dicek juga positif, tapi dua lainnya negatif. Saya sudah vaksin dosis kedua, untuk booster belum,” jujurnya.

Usai terkonfirmasi positif ini, HD mengklaim akan lebih waspada ketika berada di keramaian. “Karena awalnya tak ada gejala yang berat, tapi makin hari makin gak enak badan. Tapi Alhamdulillah cepat juga pulihnya,” tuntasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/