alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Berbantah Sosialisasi Revitalisasi di Sidang Gugatan Pasar Batuah

BANJARMASIN – Hari ini, sidang gugatan warga terhadap program Revitalisasi Pasar Batuah kembali digelar PTUN Banjarmasin. Sesuai agenda, sidang kali ini giliran pihak penggugat (warga, red) yang bakal memberikan keterangan melalui saksi.

Menjelang itu, dua pihak berbantah soal ada dan tidaknya sosialisasi kepada masyarakat sebelum SK Program Revitalisasi Pasar Batuah diterbitkan Wali Kota Banjarmasin.

Kuasa hukum penggugat, LBH Anshor Kalsel, menghadirkan dua orang saksi fakta. Kemudian, menambahkan sejumlah alat bukti berupa surat menyurat.

“Tapi, semua tergantung majelis hakim. Kita lihat bagaimana perkembangan persidangan. Paling tidak, itu yang kami siapkan,” ungkapnya, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (19/7).

Menurut dia, perkara yang dihadapi ini sudah terang benderang dan terbukti. Bahwa SK Program Revitasliasi Pasar Batuah tidak melibatkan warga sebelum diterbitkan,” tekannya.

Baca Juga :  Kamis, Pemko ke Komnas HAM Ingin Percepat Proses Mediasi

Ia membeberkan pandangannya terkait hasil sidang sebelumnya. Syaban menyatakan, cara Pemko Banjarmasin menyampaikan program revitalisasi tidak melalui diskusi khusus.

“Tidak secara ilmiah. Tidak pernah ada kajian dari segi historis, filosofis, apa lagi sosiologis,” tegasnya.

Lantas, apakah dengan menghadirkan dua saksi fakta dalam sidang hari ini, bisa semakin memperjelas perkara yang ada? Terkait hal itu, Syaban meyakini hal itu bakal terjadi.

Khususnya, terkait penyataan saksi dari pihak tergugat (Pemko Banjarmasin, red), yang sebelumnya menyampaikan pernah ada sosialisasi yang digelar.

Dikonfirmasi terkait tudingan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin Ichrom M Tezar dengan tegas menepis.

“Kami sudah pernah mengundang warga. Bahkan, disampaikan hingga sembilan kali. Tapi, tak ada yang hadir,” ucapnya, Selasa (19/7) petang.

Baca Juga :  Gugatan Warga Tak Pengaruhi Revitalisasi Pasar Batuah

Ditekankan Tezar, sosialisasi yang digelar, selain menyampaikan program, juga dalam rangka menampung aspirasi warga. Agar ada komunikasi dan dialog.

“Undangan hingga notulen rapatnya lengkap. Bahwa tidak ada warga yang datang. Kalau mereka katakan bukan sosialisasi, saya benarkan. Karena mereka tidak ada yang datang,” ucapnya.

Meski demikian, ketika ada pertemuan yang diinisiasi warga di DPRD Banjarmasin. Tezar mengatakan, pihaknya juga sudah menyampaikan program revitalisasi pasar.

“Lalu, saat warga mendatangi Balai Kota dan berdialog dengan pak wali kota. Saat pertemuan, beliau juga menyampaikan program tersebut. Tapi warga, tetap meminta agar program itu dibatalkan,” pungkasnya. (war)

BANJARMASIN – Hari ini, sidang gugatan warga terhadap program Revitalisasi Pasar Batuah kembali digelar PTUN Banjarmasin. Sesuai agenda, sidang kali ini giliran pihak penggugat (warga, red) yang bakal memberikan keterangan melalui saksi.

Menjelang itu, dua pihak berbantah soal ada dan tidaknya sosialisasi kepada masyarakat sebelum SK Program Revitalisasi Pasar Batuah diterbitkan Wali Kota Banjarmasin.

Kuasa hukum penggugat, LBH Anshor Kalsel, menghadirkan dua orang saksi fakta. Kemudian, menambahkan sejumlah alat bukti berupa surat menyurat.

“Tapi, semua tergantung majelis hakim. Kita lihat bagaimana perkembangan persidangan. Paling tidak, itu yang kami siapkan,” ungkapnya, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (19/7).

Menurut dia, perkara yang dihadapi ini sudah terang benderang dan terbukti. Bahwa SK Program Revitasliasi Pasar Batuah tidak melibatkan warga sebelum diterbitkan,” tekannya.

Baca Juga :  Batal Bagikan Surat Peringatan, Imbau Warga Bongkar Sendiri Bangunannya

Ia membeberkan pandangannya terkait hasil sidang sebelumnya. Syaban menyatakan, cara Pemko Banjarmasin menyampaikan program revitalisasi tidak melalui diskusi khusus.

“Tidak secara ilmiah. Tidak pernah ada kajian dari segi historis, filosofis, apa lagi sosiologis,” tegasnya.

Lantas, apakah dengan menghadirkan dua saksi fakta dalam sidang hari ini, bisa semakin memperjelas perkara yang ada? Terkait hal itu, Syaban meyakini hal itu bakal terjadi.

Khususnya, terkait penyataan saksi dari pihak tergugat (Pemko Banjarmasin, red), yang sebelumnya menyampaikan pernah ada sosialisasi yang digelar.

Dikonfirmasi terkait tudingan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin Ichrom M Tezar dengan tegas menepis.

“Kami sudah pernah mengundang warga. Bahkan, disampaikan hingga sembilan kali. Tapi, tak ada yang hadir,” ucapnya, Selasa (19/7) petang.

Baca Juga :  Warga Batuah Mengadu ke Dewan, Harry Wijaya: Segera Kita Surati Wali Kota

Ditekankan Tezar, sosialisasi yang digelar, selain menyampaikan program, juga dalam rangka menampung aspirasi warga. Agar ada komunikasi dan dialog.

“Undangan hingga notulen rapatnya lengkap. Bahwa tidak ada warga yang datang. Kalau mereka katakan bukan sosialisasi, saya benarkan. Karena mereka tidak ada yang datang,” ucapnya.

Meski demikian, ketika ada pertemuan yang diinisiasi warga di DPRD Banjarmasin. Tezar mengatakan, pihaknya juga sudah menyampaikan program revitalisasi pasar.

“Lalu, saat warga mendatangi Balai Kota dan berdialog dengan pak wali kota. Saat pertemuan, beliau juga menyampaikan program tersebut. Tapi warga, tetap meminta agar program itu dibatalkan,” pungkasnya. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/