alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Kebijakan Merepotkan, Uji Coba MyPertamina Malah Diperluas ke Banjarbaru

BANJARMASIN – Dua pekan sosialisasi MyPertamina di Kota Banjarmasin, Pertamina memperluas uji coba registrasi kendaraan pembeli BBM bersubsidi ke Kota Banjarbaru.

“Ada perluasan untuk lokasi wajib pendaftaran BBM bersubsidi,” kata Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Kalimantan, Susanto August Satria kepada Radar Banjarmasin kemarin (14/7).

“Dari Kota Banjarmasin, diperluas ke Kota Banjarbaru. Kami melihat penerimaan positif dari masyarakat Kalsel,” tambahnya.

Namun, Satria membenarkan, masa sosialisasi dan uji coba ini diperpanjang. Sampai kapan, dia tak memastikan. “Saat ini masih edukasi,” tukasnya.

Setengah bulan terakhir, Satria mengklaim, sudah dua ribu pemilik kendaraan yang mendaftar ke subsiditepat.mypertamina.id. “Jumlah ini akan terus bertambah seiring perluasan wilayah pendaftaran,” tutupnya.

Baca Juga :  1 Agustus MyPertamina Resmi Diterapkan di Banjarbaru

Kondisi di lapangan, pantauan Radar Banjarmasin pada beberapa SPBU di Banjarmasin, tidak ada pemindaian kode batang untuk pengemudi roda empat yang hendak membeli Pertalite atau Biosolar.

“Tak ada perintah dari atasan, jadi normal seperti biasa saja,” tutur salah seorang operator SPBU di Jalan Japri Zam Zam, Banjarmasin Barat, kemarin.

Dia juga merasa tak perlu merepotkan diri untuk mensosialisasikan MyPertamina kepada pembeli. “Saya menunggu perintah saja,” tambahnya.

Di Banjarmasin Timur, tepatnya di SPBU di Jalan Benua Anyar, keadaannya sama saja. Di sini juga tidak ada pemindaian.

Bagi sebagian warga, ini kebijakan merepotkan. Contoh Wahyu, warga Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara.

Dia sengaja mengisi bahan bakar mobilnya ke SPBU di Jalan Ahmad Yani km 7 Kabupaten Banjar. Di luar perbatasan Kota Banjarmasin.”Eh ternyata di Banjarmasin belum diterapkan juga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Aplikasi MyPertamina Error, Operator SPBU Malah Dibuat Bingung

Mengapa tak mendaftar saja? “Tak sempat-sempat. Nanti saja, pas sudah banyak yang memakainya,” kelitnya.

Berbeda dengan Kifli. Sopir angkutan L300 ini mengaku sudah mendaftar ke MyPertamina. Lima hari yang lewat ia menerima barcode miliknya. “Paling tidak, saya sudah siap,” ujarnya bangga.

Sosialisasi registrasi untuk pembelian Pertalite dan Biosolar ini dimulai sejak 1 Juli lalu. Diuji coba di 11 kota di Indonesia, di Kalimantan, awalnya hanya di Banjarmasin. MyPertamina dikeluhkan banyak pengendara. Lantaran kerap error dalam proses unggah datanya. (sya/mof/gr/fud)

BANJARMASIN – Dua pekan sosialisasi MyPertamina di Kota Banjarmasin, Pertamina memperluas uji coba registrasi kendaraan pembeli BBM bersubsidi ke Kota Banjarbaru.

“Ada perluasan untuk lokasi wajib pendaftaran BBM bersubsidi,” kata Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Kalimantan, Susanto August Satria kepada Radar Banjarmasin kemarin (14/7).

“Dari Kota Banjarmasin, diperluas ke Kota Banjarbaru. Kami melihat penerimaan positif dari masyarakat Kalsel,” tambahnya.

Namun, Satria membenarkan, masa sosialisasi dan uji coba ini diperpanjang. Sampai kapan, dia tak memastikan. “Saat ini masih edukasi,” tukasnya.

Setengah bulan terakhir, Satria mengklaim, sudah dua ribu pemilik kendaraan yang mendaftar ke subsiditepat.mypertamina.id. “Jumlah ini akan terus bertambah seiring perluasan wilayah pendaftaran,” tutupnya.

Baca Juga :  Jangan Salah Kaprah, Berikut Fakta Sebenarnya Mengenai Penggunaan MyPertamina

Kondisi di lapangan, pantauan Radar Banjarmasin pada beberapa SPBU di Banjarmasin, tidak ada pemindaian kode batang untuk pengemudi roda empat yang hendak membeli Pertalite atau Biosolar.

“Tak ada perintah dari atasan, jadi normal seperti biasa saja,” tutur salah seorang operator SPBU di Jalan Japri Zam Zam, Banjarmasin Barat, kemarin.

Dia juga merasa tak perlu merepotkan diri untuk mensosialisasikan MyPertamina kepada pembeli. “Saya menunggu perintah saja,” tambahnya.

Di Banjarmasin Timur, tepatnya di SPBU di Jalan Benua Anyar, keadaannya sama saja. Di sini juga tidak ada pemindaian.

Bagi sebagian warga, ini kebijakan merepotkan. Contoh Wahyu, warga Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara.

Dia sengaja mengisi bahan bakar mobilnya ke SPBU di Jalan Ahmad Yani km 7 Kabupaten Banjar. Di luar perbatasan Kota Banjarmasin.”Eh ternyata di Banjarmasin belum diterapkan juga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Banjarmasin dan Banjarbaru Belum Memasuki Masa Penggunaan QR Code MyPertamina

Mengapa tak mendaftar saja? “Tak sempat-sempat. Nanti saja, pas sudah banyak yang memakainya,” kelitnya.

Berbeda dengan Kifli. Sopir angkutan L300 ini mengaku sudah mendaftar ke MyPertamina. Lima hari yang lewat ia menerima barcode miliknya. “Paling tidak, saya sudah siap,” ujarnya bangga.

Sosialisasi registrasi untuk pembelian Pertalite dan Biosolar ini dimulai sejak 1 Juli lalu. Diuji coba di 11 kota di Indonesia, di Kalimantan, awalnya hanya di Banjarmasin. MyPertamina dikeluhkan banyak pengendara. Lantaran kerap error dalam proses unggah datanya. (sya/mof/gr/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/