alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 9 August 2022

Warga Batang Kulur Kiri Minta Ganti Rugi

KANDANGAN – Warga mengaku dari Desa Batang Kulur Kiri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mendatangi lahan yang sudah ditambang PT Antang Gunung Meratus (AGM), Kamis (14/7).

Juru bicara warga, Haidir Rahman mengatakan kedatangannya ke lapangan untuk menuntut ganti rugi atau tali asih di lahan milik mereka yang sebelumnya merupakan lahan pertanian yang sudah digarap PT AGM. “Kami ke lapangan untuk menuntut ganti rugi atau tali asih lahan sudah digarap PT AGM yang selama ini belum diberikan,” ujarnya.

Kuasa Hukum PT AGM, Suhardi merasa heran dengan tuduhan yang dialamatkan ke PT AGM terkait penyerobotan lahan. Lahan itu resmi dan ada IPPKH-nya dari Pemerintah. “Kami justru merasa heran kenapa masih ada warga yang mengklaim bahwa memiliki lahan tersebut. Padahal itu kawasan hutan,” katanya.

Baca Juga :  Menang Gugatan, Pedagang Alabio Berhak Tempati Toko

Suhardi juga menegaskan bahwa PT AGM telah memberikan ganti rugi atas tanaman yang tumbuh kepada masyarakat yang sebelumnya telah menggarap lahan tersebut. (shn)

KANDANGAN – Warga mengaku dari Desa Batang Kulur Kiri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mendatangi lahan yang sudah ditambang PT Antang Gunung Meratus (AGM), Kamis (14/7).

Juru bicara warga, Haidir Rahman mengatakan kedatangannya ke lapangan untuk menuntut ganti rugi atau tali asih di lahan milik mereka yang sebelumnya merupakan lahan pertanian yang sudah digarap PT AGM. “Kami ke lapangan untuk menuntut ganti rugi atau tali asih lahan sudah digarap PT AGM yang selama ini belum diberikan,” ujarnya.

Kuasa Hukum PT AGM, Suhardi merasa heran dengan tuduhan yang dialamatkan ke PT AGM terkait penyerobotan lahan. Lahan itu resmi dan ada IPPKH-nya dari Pemerintah. “Kami justru merasa heran kenapa masih ada warga yang mengklaim bahwa memiliki lahan tersebut. Padahal itu kawasan hutan,” katanya.

Baca Juga :  5 Tahun Bersengketa, Aset Rp 3,9 Miliar PDAM HST Terselamatkan

Suhardi juga menegaskan bahwa PT AGM telah memberikan ganti rugi atas tanaman yang tumbuh kepada masyarakat yang sebelumnya telah menggarap lahan tersebut. (shn)

Most Read

Artikel Terbaru

/