alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Berhasil Tahun Lalu, Kini Disdik Banjarmasin Tambah Lagi 21 Sekolah Penggerak

BANJARMASIN – Peningkatan kualitas peserta didik di sepuluh SD yang masuk dalam program sekolah penggerak, memacu Disdik Kota Banjarmasin menambah jumlah sekolah penggerak. Baik jenjang TK maupun SD.

“Program sekolah penggerak tahap II tahun ini kita tambah sebanyak 21 sekolah. Terdiri 11 TK dan 10 SD,” ungkap Kepala Disdik Kota Banjarmasin Nuryadi, baru-baru tadi.

Bahkan, tidak hanya jenjang SD, Disdik juga mengusulkan jenjang SMP ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi RI, untuk menerapkan program sekolah penggerak.

“Pada tahun 2021, keberhasilan program sekolah penggerak di Kota Banjarmasin diapresiasi dan diberi penghargaan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalsel,” ujarnya.

Disdik Banjarmasin ambil bagian dalam program Merdeka Mengajar yang dicanangkan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Program tersebut mempunyai lima hal kuat untuk pendidikan generasi muda.

Baca Juga :  Hari Pertama di Tahun Ajaran Baru, Anak Senang, Ortu Tenang

Penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan dan pendampingan intensif. Pembelajaran dengan paradigma baru, yaitu beriorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter.

Perencanaan berbasis data, dimana perencanaan manajemen berbasis sekolah didasarkan pada refleksi diri satuan pendidikan.

Digitalisasi sekolah, penggunaan platform digital yang bertujuan mengurangangi kompleksitas dan meningkatkan efisiensi. Terakhir adalah pendampingan konsultatif dan asimetris berupa program kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah.

“Program sekolah penggerak menguatkan karakter siswa agar lebih banyak mendapatkan pengetahuan,” jelasnya.
Contohnya, tentang kearifan lokal kuliner khas, yakni soto Banjar. Mereka tidak hanya diberi pengetahuan mengenai jenis kulinernya saja, tapi bumbu dan proses pembuatannya juga.

“Program ini juga mewujudkan profil pembelajaran Pancasila. Semua yang ingin dicapai bagi anak didik, yakni berakhlak mulia, kreativitas, gotong royong, kebhinekaan global, bernalar kritis dan kemandirian,” pungkasnya. (gmp)

Baca Juga :  Pelajaran Tatap Muka 100 Persen Disaat Tren Kasus Covid Merangkak Naik

BANJARMASIN – Peningkatan kualitas peserta didik di sepuluh SD yang masuk dalam program sekolah penggerak, memacu Disdik Kota Banjarmasin menambah jumlah sekolah penggerak. Baik jenjang TK maupun SD.

“Program sekolah penggerak tahap II tahun ini kita tambah sebanyak 21 sekolah. Terdiri 11 TK dan 10 SD,” ungkap Kepala Disdik Kota Banjarmasin Nuryadi, baru-baru tadi.

Bahkan, tidak hanya jenjang SD, Disdik juga mengusulkan jenjang SMP ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi RI, untuk menerapkan program sekolah penggerak.

“Pada tahun 2021, keberhasilan program sekolah penggerak di Kota Banjarmasin diapresiasi dan diberi penghargaan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalsel,” ujarnya.

Disdik Banjarmasin ambil bagian dalam program Merdeka Mengajar yang dicanangkan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Program tersebut mempunyai lima hal kuat untuk pendidikan generasi muda.

Baca Juga :  Karena Alasan ini 28 SD di Kabupaten HSS Terpaksa Harus Ditutup

Penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan dan pendampingan intensif. Pembelajaran dengan paradigma baru, yaitu beriorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter.

Perencanaan berbasis data, dimana perencanaan manajemen berbasis sekolah didasarkan pada refleksi diri satuan pendidikan.

Digitalisasi sekolah, penggunaan platform digital yang bertujuan mengurangangi kompleksitas dan meningkatkan efisiensi. Terakhir adalah pendampingan konsultatif dan asimetris berupa program kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah.

“Program sekolah penggerak menguatkan karakter siswa agar lebih banyak mendapatkan pengetahuan,” jelasnya.
Contohnya, tentang kearifan lokal kuliner khas, yakni soto Banjar. Mereka tidak hanya diberi pengetahuan mengenai jenis kulinernya saja, tapi bumbu dan proses pembuatannya juga.

“Program ini juga mewujudkan profil pembelajaran Pancasila. Semua yang ingin dicapai bagi anak didik, yakni berakhlak mulia, kreativitas, gotong royong, kebhinekaan global, bernalar kritis dan kemandirian,” pungkasnya. (gmp)

Baca Juga :  PPDB Online di Pelosok, Sudah Lemot, Ditembak Petir Pula

Most Read

Artikel Terbaru

/