alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Silaturahmi ke Wakil Gubernur Kalsel, PLN Gaungkan Electrifying Lifestyle

BANJARMASIN – Berbalut suasana kekeluargaan, Wakil Gubernur (Wagub) Kalsel, H. Muhidin, menerima kunjungan silaturahmi manajemen PT PLN (Persero), Kamis (7/7/2022) siang.

Rombongan PT PLN (Persero) terdiri dari General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (PLN UIW Kalselteng), Tonny Bellamy, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Kalimantan (PLN UIKL Kal), Daniel Eliawardhana, beserta jajaran manajemen.

General Manager PLN UIW Kalselteng, Tonny Bellamy mengatakan, kunjungan ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan kerja yang telah terjalin baik antara PLN dengan Pemprov Kalsel.

“Kami ucapkan terima kasih, serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kalsel atas pengawalan jalannya proses bisnis PLN di seluruh wilayah Kalsel yang telah berlangsung selama ini,” kata Tonny.

Lebih lanjut, Tonny menuturkan PLN UIW Kalselteng sebagai unit induk yang membawahi dua provinsi yaitu Kalsel dan Kalteng sangat penting membangun sinergi dengan Forkompimda di dua Provinsi tersebut.

Dalam perbincangan tersebut, Tonny juga menjelaskan tentang analogi proses bisnis PLN Grup. “Dalam melayani masyarakat PLN itu ibarat restoran, PLN UIKL Kal sebagai dapur untuk memproduksi listrik, sedangkan PLN UIW Kalselteng adalah sebagai pelayanan yang langsung melayani distribusi listrik kepada pelanggan.” jelas Tonny.

Baca Juga :  Sinergi PLN - TNI AD, Sediakan Air Bersih di Dua Desa Kabupaten Banjar

H Muhidin mengapresiasi upaya PLN UIW Kalselteng dalam menyampaikan informasi terupdate perkembangan sistem kelistrikan di Kalimantan yang saat ini mengalami surplus daya kurang lebih 450 Mega Watt (MW).

Dalam perbincangan yang berjalan hangat tersebut, Tonny Bellamy menceritakan electrifying lifestyle yang saat ini digaungkan oleh PLN sebagai budaya hidup lebih nyaman dengan listrik.

Program Electrifying Lifestyle sendiri merupakan sebuah gaya hidup baru dengan menggunakan peralatan serba elektrik, salah satunya dengan mendorong masyarakat beralih menggunakan kompor listrik atau induksi, dan kendaraan listrik. Tujuannya, agar masyarakat makin peduli terhadap energi bersih dan ramah lingkungan yang mempunyai nilai ekonomis serta lebih efisien. “PLN terus menggencarkan sosialisasi terhadap electrifying lifestyle, salah satunya melalui adaptasi kompor induksi sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo. Di mana penggunaan kompor induksi terbukti lebih efisien,” tutur Tonny.

Baca Juga :  PLN Siap Bangun 133 Kilometer Jaringan Listrik, 8 Desa di Kapuas Bakal Terang

Dirinya menjelaskan penggunaan kompor induksi terbukti lebih efisien jika dibandingkan dengan gas liquified petroleum gas (LPG) atau dikenal gas elpiji. Menurut perhitungan Dewan Energi Nasional (DEN), jika seseorang memasak 10 liter air menggunakan kompor gas, maka biaya yang akan dikeluarkan sekitar Rp6.171. Namun jika menggunakan kompor induksi listrik 1.200 watt dengan jumlah air yang sama, maka biaya yang dikeluarkan hanya Rp1.283.

Bahkan, dengan menggunakan kompor induksi dapat mengurangi ketergantungan impor liquefied petroleum gas (LPG) secara nasional.

Dalam diskusi tersebut juga kedua pihak, baik itu PLN dan Wagub turut membahas juga terkait isu-isu yang sedang hangat sekarang ini. Yaitu terkait bagaimana kondisi kelistrikan di wilayah Kalsel sekarang ini. Pun di sisi lain terkait dengan beberapa proyek ketenagalistrikan dan bagaimana tindaklanjutnya ke depan turut dibahas juga dalam diskusi yang terjalin hangat.

Diakhir diskusi, PLN dan Wagub Kalsel menyampaikan komitmen untuk saling support sebagai bentuk hubungan silahturahmi antar Stakeholder yang baik untuk memajukan Kalsel.(muza)

BANJARMASIN – Berbalut suasana kekeluargaan, Wakil Gubernur (Wagub) Kalsel, H. Muhidin, menerima kunjungan silaturahmi manajemen PT PLN (Persero), Kamis (7/7/2022) siang.

Rombongan PT PLN (Persero) terdiri dari General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (PLN UIW Kalselteng), Tonny Bellamy, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Kalimantan (PLN UIKL Kal), Daniel Eliawardhana, beserta jajaran manajemen.

General Manager PLN UIW Kalselteng, Tonny Bellamy mengatakan, kunjungan ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan kerja yang telah terjalin baik antara PLN dengan Pemprov Kalsel.

“Kami ucapkan terima kasih, serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kalsel atas pengawalan jalannya proses bisnis PLN di seluruh wilayah Kalsel yang telah berlangsung selama ini,” kata Tonny.

Lebih lanjut, Tonny menuturkan PLN UIW Kalselteng sebagai unit induk yang membawahi dua provinsi yaitu Kalsel dan Kalteng sangat penting membangun sinergi dengan Forkompimda di dua Provinsi tersebut.

Dalam perbincangan tersebut, Tonny juga menjelaskan tentang analogi proses bisnis PLN Grup. “Dalam melayani masyarakat PLN itu ibarat restoran, PLN UIKL Kal sebagai dapur untuk memproduksi listrik, sedangkan PLN UIW Kalselteng adalah sebagai pelayanan yang langsung melayani distribusi listrik kepada pelanggan.” jelas Tonny.

Baca Juga :  Menteri BUMN Dukung Penuh PLN Jalankan Transisi Energi di RI

H Muhidin mengapresiasi upaya PLN UIW Kalselteng dalam menyampaikan informasi terupdate perkembangan sistem kelistrikan di Kalimantan yang saat ini mengalami surplus daya kurang lebih 450 Mega Watt (MW).

Dalam perbincangan yang berjalan hangat tersebut, Tonny Bellamy menceritakan electrifying lifestyle yang saat ini digaungkan oleh PLN sebagai budaya hidup lebih nyaman dengan listrik.

Program Electrifying Lifestyle sendiri merupakan sebuah gaya hidup baru dengan menggunakan peralatan serba elektrik, salah satunya dengan mendorong masyarakat beralih menggunakan kompor listrik atau induksi, dan kendaraan listrik. Tujuannya, agar masyarakat makin peduli terhadap energi bersih dan ramah lingkungan yang mempunyai nilai ekonomis serta lebih efisien. “PLN terus menggencarkan sosialisasi terhadap electrifying lifestyle, salah satunya melalui adaptasi kompor induksi sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo. Di mana penggunaan kompor induksi terbukti lebih efisien,” tutur Tonny.

Baca Juga :  Sinergi PLN - TNI AD, Sediakan Air Bersih di Dua Desa Kabupaten Banjar

Dirinya menjelaskan penggunaan kompor induksi terbukti lebih efisien jika dibandingkan dengan gas liquified petroleum gas (LPG) atau dikenal gas elpiji. Menurut perhitungan Dewan Energi Nasional (DEN), jika seseorang memasak 10 liter air menggunakan kompor gas, maka biaya yang akan dikeluarkan sekitar Rp6.171. Namun jika menggunakan kompor induksi listrik 1.200 watt dengan jumlah air yang sama, maka biaya yang dikeluarkan hanya Rp1.283.

Bahkan, dengan menggunakan kompor induksi dapat mengurangi ketergantungan impor liquefied petroleum gas (LPG) secara nasional.

Dalam diskusi tersebut juga kedua pihak, baik itu PLN dan Wagub turut membahas juga terkait isu-isu yang sedang hangat sekarang ini. Yaitu terkait bagaimana kondisi kelistrikan di wilayah Kalsel sekarang ini. Pun di sisi lain terkait dengan beberapa proyek ketenagalistrikan dan bagaimana tindaklanjutnya ke depan turut dibahas juga dalam diskusi yang terjalin hangat.

Diakhir diskusi, PLN dan Wagub Kalsel menyampaikan komitmen untuk saling support sebagai bentuk hubungan silahturahmi antar Stakeholder yang baik untuk memajukan Kalsel.(muza)

Most Read

Artikel Terbaru

/