alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

BPKPAD Banjarmasin Lagi Gencar Mencari Wajib Pajak Baru

BANJARMASIN – Beberapa hari ini, Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Banjarmasin, gencar mendatangi sejumlah wilayah.

Kamis (7/7) tadi, misalnya. Instansi ini mendatangi kawasan parkir, rumah makan, restoran, hotel, hingga tempat hiburan, di sepanjang Jalan S Parman dan Jalan Brigjen Hasan Basri.

Tujuannya, untuk mendata objek pajak maupun retribusi, sekaligus menggali potensi. Tak lain, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Bidang Penagihan dan Pajak di BPKPAD Banjarmasin, Ashadi Himawan, menyatakan, pihaknya berhasil menemukan objek wajib pajak dan retribusi baru.

“Ada sebanyak 450 objek pajak dan retribusi baru dari berbagai sektor, termasuk potensi pajak parkir,” ungkapnya.

Dijelaskan Ashadi, ada pun objek pajak dan retribusi baru itu adalah dari hasil pendataan di empat koridor jalan.

Baca Juga :  KP2KP Amuntai Kampanyekan PPS di Pasar Induk Amuntai dan Alabio

Yakni Ahmad Yani, Sultan Adam, S Parman, dan Brigjen Hasan Basri. “Ini cukup menggembirakan. Kami meyakini mampu menambah PAD,” tambahnya.

Pendataan potensi pajak itu bakal dilakukan lebih lanjut di wilayah lainnya. Tempat-tempat kebugaran juga menjadi sasaran BPKPAD. “Objek ini belum masuk pendataan kami,” cetusnya.

Selain pendataan, mereka juga memantau mesin tapping box yang dipasang pengelola tempat usaha. Hasilnya, tak ditemukan indikasi pelanggaran. (war)

BANJARMASIN – Beberapa hari ini, Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Banjarmasin, gencar mendatangi sejumlah wilayah.

Kamis (7/7) tadi, misalnya. Instansi ini mendatangi kawasan parkir, rumah makan, restoran, hotel, hingga tempat hiburan, di sepanjang Jalan S Parman dan Jalan Brigjen Hasan Basri.

Tujuannya, untuk mendata objek pajak maupun retribusi, sekaligus menggali potensi. Tak lain, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Bidang Penagihan dan Pajak di BPKPAD Banjarmasin, Ashadi Himawan, menyatakan, pihaknya berhasil menemukan objek wajib pajak dan retribusi baru.

“Ada sebanyak 450 objek pajak dan retribusi baru dari berbagai sektor, termasuk potensi pajak parkir,” ungkapnya.

Dijelaskan Ashadi, ada pun objek pajak dan retribusi baru itu adalah dari hasil pendataan di empat koridor jalan.

Baca Juga :  HST Pungut Pajak dari 67 Galian C Ilegal

Yakni Ahmad Yani, Sultan Adam, S Parman, dan Brigjen Hasan Basri. “Ini cukup menggembirakan. Kami meyakini mampu menambah PAD,” tambahnya.

Pendataan potensi pajak itu bakal dilakukan lebih lanjut di wilayah lainnya. Tempat-tempat kebugaran juga menjadi sasaran BPKPAD. “Objek ini belum masuk pendataan kami,” cetusnya.

Selain pendataan, mereka juga memantau mesin tapping box yang dipasang pengelola tempat usaha. Hasilnya, tak ditemukan indikasi pelanggaran. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/