alexametrics
22.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Pedagang Sapi Jangan Parno Berlebihan, Tidak Ada Kasus PMK di Banjarbaru

BANJARBARU – Isu penularan wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) membuat pedagang sapi di Kota Banjarbaru ketar-ketir. Bak mimpi buruk menjelang momen hari raya kurban Iduladha.

Namun, isu adalah isu. Pemko memastikan tidak ada kasus PMK terdeteksi, setidaknya hingga kemarin (6/7).

“Sampai saat ini tidak ada. Kalau yang dicurigai mungkin ada, cuman sudah dipastikan negatif PMK,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru, Abu Yazid.

Didampingi Kabid Peternakan Yohana Kriswinantu, Yazid menceritakan, memang sempat ada satu tempat pengumpul sapi yang dicurigai.

“Laporannya ada dua ekor yang sakit. Langsung kami cek, sudah dirawat dan sembuh. Dari pengalaman, jika positif PMK biasanya perlu dua pekan untuk penyembuhan. Kemarin cuma perlu empat hari, jadi dipastikan bukan PMK,” tegasnya.

Baca Juga :  Sudah 3.173 Ternak Disuntik Vaksin PMK

Tapi, isu ini sudah cukup membuat para pengumpul menderita parno alias ketakutan berlebih.

Ini membuat DKP3 cukup kerepotan. “Sekarang, begitu ada sapi yang sakit, mereka langsung menelepon, meminta diperiksa. Padahal secara gejala bukan PMK. Kejadiannya sangat banyak,” kisahnya.

Tapi demi pencegahan, semua laporan ditindaklanjuti oleh dokter hewan dinas. “Setelah dicek ternyata bukan. Tapi bersyukur juga, artinya tingkat kewaspadaan masyarakat sangat tinggi,” katanya.

Saat ini, vaksinasi PMK terus berjalan. Sudah lebih dari 200 ekor yang divaksin. “Awalnya dapat 300 dosis. Vaksinasinya dua kali, jadi nanti ada dosis kedua,” pungkas Yazid.

Selain itu, DKP3 meminta pedagang atau pengumpul tak nekat mendatangkan sapi dari zona merah.

Baca Juga :  Harga Kerbau Rawa Ikut Naik Terdampak Wabah PMK

Salah seorang peternak di Banjarbaru Utara, Murdianor mengaku was-was. “Sempat kemarin menelepon ke dinas, karena liur sapi saya berlebihan. Dan tampak tak nafsu makan. Pasti takut, apalagi sering menonton berita,” katanya.

Namun, hatinya sekarang lebih tenang. Ketakutannya perlahan sirna. Sebab nyaris seluruh ternaknya sudah divaksin dan dinyatakan bebas PMK.

“Alhamdulillah sudah vaksin, tapi ada beberapa ekor yang belum. Tinggal menunggu giliran saja. Kemarin juga sudah diperiksa, tidak ada yang terjangkit wabah,” ceritanya. (rvn/gr/fud)

BANJARBARU – Isu penularan wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) membuat pedagang sapi di Kota Banjarbaru ketar-ketir. Bak mimpi buruk menjelang momen hari raya kurban Iduladha.

Namun, isu adalah isu. Pemko memastikan tidak ada kasus PMK terdeteksi, setidaknya hingga kemarin (6/7).

“Sampai saat ini tidak ada. Kalau yang dicurigai mungkin ada, cuman sudah dipastikan negatif PMK,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru, Abu Yazid.

Didampingi Kabid Peternakan Yohana Kriswinantu, Yazid menceritakan, memang sempat ada satu tempat pengumpul sapi yang dicurigai.

“Laporannya ada dua ekor yang sakit. Langsung kami cek, sudah dirawat dan sembuh. Dari pengalaman, jika positif PMK biasanya perlu dua pekan untuk penyembuhan. Kemarin cuma perlu empat hari, jadi dipastikan bukan PMK,” tegasnya.

Baca Juga :  Sudah 3.173 Ternak Disuntik Vaksin PMK

Tapi, isu ini sudah cukup membuat para pengumpul menderita parno alias ketakutan berlebih.

Ini membuat DKP3 cukup kerepotan. “Sekarang, begitu ada sapi yang sakit, mereka langsung menelepon, meminta diperiksa. Padahal secara gejala bukan PMK. Kejadiannya sangat banyak,” kisahnya.

Tapi demi pencegahan, semua laporan ditindaklanjuti oleh dokter hewan dinas. “Setelah dicek ternyata bukan. Tapi bersyukur juga, artinya tingkat kewaspadaan masyarakat sangat tinggi,” katanya.

Saat ini, vaksinasi PMK terus berjalan. Sudah lebih dari 200 ekor yang divaksin. “Awalnya dapat 300 dosis. Vaksinasinya dua kali, jadi nanti ada dosis kedua,” pungkas Yazid.

Selain itu, DKP3 meminta pedagang atau pengumpul tak nekat mendatangkan sapi dari zona merah.

Baca Juga :  Waspada, Cacing Hati dan Parasit Pada Hewan Kurban, Begini Penanganannya

Salah seorang peternak di Banjarbaru Utara, Murdianor mengaku was-was. “Sempat kemarin menelepon ke dinas, karena liur sapi saya berlebihan. Dan tampak tak nafsu makan. Pasti takut, apalagi sering menonton berita,” katanya.

Namun, hatinya sekarang lebih tenang. Ketakutannya perlahan sirna. Sebab nyaris seluruh ternaknya sudah divaksin dan dinyatakan bebas PMK.

“Alhamdulillah sudah vaksin, tapi ada beberapa ekor yang belum. Tinggal menunggu giliran saja. Kemarin juga sudah diperiksa, tidak ada yang terjangkit wabah,” ceritanya. (rvn/gr/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/