alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Daftar Pemilih Kalsel Berkurang, Ternyata ini Sebabnya

BANJARMASIN – Tak ingin ada yang tercecer, hari ini (5/7) Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar Pemuktahiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB).

Untuk periode satu semester. Sebagai gambaran, Mei lalu sempat terjadi pengurangan jumlah pemilih.

Saat itu, menyusut sebanyak 972 pemilih dibandingkan April. “Ada yang meninggal hingga pindah daerah,” ujar Komisioner KPU Kalsel Divisi Program dan Data, Siswandi Reyaan kemarin (4/7).

Dia belum bisa memprediksi berapa lagi yang akan hilang. Atau malah sebaliknya, bertambah. “Datanya memang dinamis. Apalagi kalau banyak yang meninggal dunia,” tambahnya.

Maklum, pandemi covid kemarin cukup mengurangi jumlah pemilih. Hasil PDPB Mei tadi saja, terdata 774 pemilih yang meninggal dunia.

Baca Juga :  Dua Petahana Kembali Mendaftar Calon Anggota Bawaslu Kalsel

“Belum lagi kini ada yang berstatus TNI/Polri hingga tak lagi terdaftar sebagai pemilih,” tambahnya.

PDPB hari ini dianggapnya sangat penting. Maklum, data satu semester. Berbeda dengan pembaharuan data per bulan. “Akan kelihatan jumlah akumulasinya,” tukasnya.

Diterangkannya, acuan data yang dimutakhirkan adalah DPT Pilgub dua tahun yang lewat. Saat itu DPT memuat 2.793.811 pemilih. Rinciannya, pemilih laki-laki sebanyak 1.396.244 orang dan pemilih perempuan sebanyak 1.397.567 orang.

Nanti, hasil PDPB akan disinkronkan dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) milik Kementerian Dalam Negeri. “Setelah itu, ada pencocokan dan penelitian sebelum ditetapkan menjadi DPT,” paparnya.

Selain itu, juga akan menentukan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2024 mendatang. “November mendatang sinkronisasi. Dua bulan setelahnya penetapan,” tutup Siswandi.

Baca Juga :  Sarmuji dan Samahuddin Tidak Lulus di Seleksi Komisioner Bawaslu

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel, Erna Kaspiyah berjanji akan mengawal tahapan penting ini.

Pihaknya tak ingin ada pemilih yang tercecer. “Ini berkaitan dengan hak masyarakat yang memenuhi syarat menggunakan hak pilih,” ujar Erna. (mof/gr/fud)

BANJARMASIN – Tak ingin ada yang tercecer, hari ini (5/7) Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar Pemuktahiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB).

Untuk periode satu semester. Sebagai gambaran, Mei lalu sempat terjadi pengurangan jumlah pemilih.

Saat itu, menyusut sebanyak 972 pemilih dibandingkan April. “Ada yang meninggal hingga pindah daerah,” ujar Komisioner KPU Kalsel Divisi Program dan Data, Siswandi Reyaan kemarin (4/7).

Dia belum bisa memprediksi berapa lagi yang akan hilang. Atau malah sebaliknya, bertambah. “Datanya memang dinamis. Apalagi kalau banyak yang meninggal dunia,” tambahnya.

Maklum, pandemi covid kemarin cukup mengurangi jumlah pemilih. Hasil PDPB Mei tadi saja, terdata 774 pemilih yang meninggal dunia.

Baca Juga :  Pemilih Kalsel Berkurang 19 Ribu Lebih, Ada yang Mengaku Sudah Meninggal

“Belum lagi kini ada yang berstatus TNI/Polri hingga tak lagi terdaftar sebagai pemilih,” tambahnya.

PDPB hari ini dianggapnya sangat penting. Maklum, data satu semester. Berbeda dengan pembaharuan data per bulan. “Akan kelihatan jumlah akumulasinya,” tukasnya.

Diterangkannya, acuan data yang dimutakhirkan adalah DPT Pilgub dua tahun yang lewat. Saat itu DPT memuat 2.793.811 pemilih. Rinciannya, pemilih laki-laki sebanyak 1.396.244 orang dan pemilih perempuan sebanyak 1.397.567 orang.

Nanti, hasil PDPB akan disinkronkan dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) milik Kementerian Dalam Negeri. “Setelah itu, ada pencocokan dan penelitian sebelum ditetapkan menjadi DPT,” paparnya.

Selain itu, juga akan menentukan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2024 mendatang. “November mendatang sinkronisasi. Dua bulan setelahnya penetapan,” tutup Siswandi.

Baca Juga :  Sarmuji dan Samahuddin Tidak Lulus di Seleksi Komisioner Bawaslu

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel, Erna Kaspiyah berjanji akan mengawal tahapan penting ini.

Pihaknya tak ingin ada pemilih yang tercecer. “Ini berkaitan dengan hak masyarakat yang memenuhi syarat menggunakan hak pilih,” ujar Erna. (mof/gr/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/