alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 11 August 2022

Nakes PKM di HST Juga Ingin Diprioritaskan Menjadi PPPK

BARABAI – Tenaga kesehatan honor di RS H Damanhuri akan diusulkan PPPK. Mereka menjadi prioritas pemerintah daerah.

Lalu bagaimana dengan nakes dan tenaga honor di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM)? Di Hulu Sungai Tengah (HST) ada 19 UPT PKM yang tersebar di beberapa kecamatan.

Seorangan nakes mengaku gelisah dengan kebijakan penghapusan honorer. Kebijakan ini dinilai tidak adil melihat perjuangan para tenaga kesehatan yang membantu target capaian vaksinasi di HST.

“Nasib kami bagaimana kalau tenaga honorer dihapus. Kami juga ingin diprioritaskan,” kata nakes yang enggan namanya dikorankan, Minggu (3/7). Dia berharap pemerintah berlaku adil. “Kalau bisa punya kebijakan khusus untuk para tenaga kesehatan di HST,” ucapnya.

Baca Juga :  Tolak Tambang, Bupati HST Bakal Surati Presiden

Plt Kepala Dinas Kesehatan HST, Mursalin masih akan tetap mengoptimalkan tenaga yang ada. “Itu kan (penghapusan honorer, Red) untuk tahun 2023. Jadi masih diperbolehkan walau tidak sampai penghujung tahun,” ujarnya, Jumat (1/6).

Dia juga masih menanti kebijakan dari Kemenkes RI. “Siapa tahu ada kebijakan lain untuk tenaga kesehatan di PKM juga diprioritaskan,” ungkapnya.

Terkait nakes RS H Damanhuri yang jadi prioritas, itu menjadi kebijakan pimpinan. “Sementara kami ikuti dan jalani, sambil berupaya untuk memetakan dan menyusun kebutuhan nakes yang diperlukan di PKM,” bebernya.

Kebijakan ini apakah tidak memicu kecemburuan antar nakes? “Kami tentu memahami semua ini. Intinya tetap melangkah, dan semangat. Tujuannya sama demi nakes yang lebih baik, bermutu, dan berkualitas,” ucapnya.

Baca Juga :  Polisi Larang Tambang Manual di Haruyan HST

“Siapapun yang menjadi prioritas itu hanya urutan. Pada akhirnya nanti pasti semuanya menjadi perhatian, dan pasti akan dipenuhi juga,” tegasnya.(mal/az/dye)

BARABAI – Tenaga kesehatan honor di RS H Damanhuri akan diusulkan PPPK. Mereka menjadi prioritas pemerintah daerah.

Lalu bagaimana dengan nakes dan tenaga honor di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM)? Di Hulu Sungai Tengah (HST) ada 19 UPT PKM yang tersebar di beberapa kecamatan.

Seorangan nakes mengaku gelisah dengan kebijakan penghapusan honorer. Kebijakan ini dinilai tidak adil melihat perjuangan para tenaga kesehatan yang membantu target capaian vaksinasi di HST.

“Nasib kami bagaimana kalau tenaga honorer dihapus. Kami juga ingin diprioritaskan,” kata nakes yang enggan namanya dikorankan, Minggu (3/7). Dia berharap pemerintah berlaku adil. “Kalau bisa punya kebijakan khusus untuk para tenaga kesehatan di HST,” ucapnya.

Baca Juga :  Polisi Menyamar Ringkus Pengedar Matang Ginalun

Plt Kepala Dinas Kesehatan HST, Mursalin masih akan tetap mengoptimalkan tenaga yang ada. “Itu kan (penghapusan honorer, Red) untuk tahun 2023. Jadi masih diperbolehkan walau tidak sampai penghujung tahun,” ujarnya, Jumat (1/6).

Dia juga masih menanti kebijakan dari Kemenkes RI. “Siapa tahu ada kebijakan lain untuk tenaga kesehatan di PKM juga diprioritaskan,” ungkapnya.

Terkait nakes RS H Damanhuri yang jadi prioritas, itu menjadi kebijakan pimpinan. “Sementara kami ikuti dan jalani, sambil berupaya untuk memetakan dan menyusun kebutuhan nakes yang diperlukan di PKM,” bebernya.

Kebijakan ini apakah tidak memicu kecemburuan antar nakes? “Kami tentu memahami semua ini. Intinya tetap melangkah, dan semangat. Tujuannya sama demi nakes yang lebih baik, bermutu, dan berkualitas,” ucapnya.

Baca Juga :  Penemuan Mayat di Tabudarat Hulu, Polres HST Tunggu Hasil Visum

“Siapapun yang menjadi prioritas itu hanya urutan. Pada akhirnya nanti pasti semuanya menjadi perhatian, dan pasti akan dipenuhi juga,” tegasnya.(mal/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/