alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Dilarang Bagi Daging Kurban Gunakan Kantong Plastik, Pakai Bakul Purun Saja

BANJARMASIN –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin meminta warga agar mengurangi penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban.

Imbauan itu disampaikan, mengingat Hari Raya Iduladha 1443 H belum lama lagi. Berdasarkan pengumuman jatuh pada 10 Juli 2022 mendatang.

Kepala DLH Banjarmasin Alive Yosvah Love mengingatkan, imbauan pihaknya sejalan dengan Perwali Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Banjarmasin.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, sudah ada imbauan Wali Kota Banjarmasin yang melarang penggunaan sampah plastik saat pembagian daging kurban,” ucapnya, Senin (4/7) petang.

Untuk lebih mematangkan imbauan, DLH Banjarmasin berencana menggelar launching tempat pembagian daging kurban dengan menggunakan bakul purun pada tanggal 9 mendatang. “Nantinya akan ada 11 masjid yang diserahi bakul purun sebagai penanda dan pengganti kantong plastik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Harga Kerbau Rawa Ikut Naik Terdampak Wabah PMK

Diharapkan, tambahnya, panitia kurban tetap menggunakan kearifan lokal berupa daun, jika tidak ada bakul purun. Jadi daging kurban dibungkus dengan daun-daun.

“Kemudian, bagi masyarakat yang ingin mengambil daging kurban, kami sarankan menyiapkan wadah sendiri,” ujarnya.

Selain menganjurkan pengurangan penggunaan kantong plastik, Alive juga mengemukakan pentingnya pengelolaan limbah penyembelihan hewan kurban. Tujuannya, agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Dalam hal ini, DLH mengupayakan kerja sama dengan Perusahaan Daerah Limbah Domestik (PALD) untuk mengangkut limbah yang ditimbulkan dari pemotongan hewan kurban. Misalnya, limbah jeroan.

“Jeroan hewan kurban jangan sampai dibuang ke sungai. Kami imbau untuk ditaruh di satu tempat, biar bisa diangkut,” sarannya.

Baca Juga :  Stok Sapi Tapin Cukup Hingga Iduladha

Sistemnya sendiri seperti jemput bola. Petugas ada yang mendatangi tempat-tempat penyembelihan hewan kurban.

Alive juga mengungkapkan, untuk pengawasan akan menggandeng Satpol PP Banjarmasin, dan pihak terkait lainnya.

“Memang tidak ada sanksi bagi pelanggar. Hanya teguran saja. Karena hal ini bukan termasuk dalam peraturan daerah (Perda),” ucapnya.

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, diungkapkan Alive, memang masih saja ada panitia kurban yang kedapatan tidak mengindahkan imbauan itu. (war)

BANJARMASIN –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin meminta warga agar mengurangi penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban.

Imbauan itu disampaikan, mengingat Hari Raya Iduladha 1443 H belum lama lagi. Berdasarkan pengumuman jatuh pada 10 Juli 2022 mendatang.

Kepala DLH Banjarmasin Alive Yosvah Love mengingatkan, imbauan pihaknya sejalan dengan Perwali Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Banjarmasin.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, sudah ada imbauan Wali Kota Banjarmasin yang melarang penggunaan sampah plastik saat pembagian daging kurban,” ucapnya, Senin (4/7) petang.

Untuk lebih mematangkan imbauan, DLH Banjarmasin berencana menggelar launching tempat pembagian daging kurban dengan menggunakan bakul purun pada tanggal 9 mendatang. “Nantinya akan ada 11 masjid yang diserahi bakul purun sebagai penanda dan pengganti kantong plastik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Waspada, Cacing Hati dan Parasit Pada Hewan Kurban, Begini Penanganannya

Diharapkan, tambahnya, panitia kurban tetap menggunakan kearifan lokal berupa daun, jika tidak ada bakul purun. Jadi daging kurban dibungkus dengan daun-daun.

“Kemudian, bagi masyarakat yang ingin mengambil daging kurban, kami sarankan menyiapkan wadah sendiri,” ujarnya.

Selain menganjurkan pengurangan penggunaan kantong plastik, Alive juga mengemukakan pentingnya pengelolaan limbah penyembelihan hewan kurban. Tujuannya, agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Dalam hal ini, DLH mengupayakan kerja sama dengan Perusahaan Daerah Limbah Domestik (PALD) untuk mengangkut limbah yang ditimbulkan dari pemotongan hewan kurban. Misalnya, limbah jeroan.

“Jeroan hewan kurban jangan sampai dibuang ke sungai. Kami imbau untuk ditaruh di satu tempat, biar bisa diangkut,” sarannya.

Baca Juga :  Harga Kerbau Rawa Ikut Naik Terdampak Wabah PMK

Sistemnya sendiri seperti jemput bola. Petugas ada yang mendatangi tempat-tempat penyembelihan hewan kurban.

Alive juga mengungkapkan, untuk pengawasan akan menggandeng Satpol PP Banjarmasin, dan pihak terkait lainnya.

“Memang tidak ada sanksi bagi pelanggar. Hanya teguran saja. Karena hal ini bukan termasuk dalam peraturan daerah (Perda),” ucapnya.

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, diungkapkan Alive, memang masih saja ada panitia kurban yang kedapatan tidak mengindahkan imbauan itu. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/