alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Pedagang Kue Kering Laris Manis Jelang Iduladha

BANJARMASIN – Sejumlah pedagang kue kering di kawasan Pasar Sudimampir mulai kebanjiran order. Permintaan melonjak seiring meningkatnya kebutuhan warga yang ingin merayakan momen Hari Raya Iduladha.

Meski tak seramai  Idulfitri, namun penjualan kue kering mulai meningkat dibanding dengan hari-hari biasa.

Anna, salah seorang pedagang mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19 mendera, lonjakan pembeli terjadi mendekati hari H. “Biasanya sehari atau dua hari jelang Iduladha pembeli banyak datang,” ujarnya.

Yang jadi incaran pembeli, sebut Anna, seperti kue nastar, semprit mawar, semprit sagu, putri salju, kastengel, sagu dan kacang kacangan.

Harga ekonomis dari Rp 25 ribu. Per 250 gram kisaran Rp 70 ribu – 80 ribu per kilogram. Namun ia enggan membeberkan keuntungan per hari. “Memang tak seramai Idulfitri, tapi dibanding saat pandemi ini lebih ramai,” katanya.

Baca Juga :  Sepatu Pantofel Kini Diminati Milenial

Menurutnya, kebanyakan langganan yang datang ke lapaknya dari luar kota, daerah Banua Anam dan Kabupaten Banjar.

“Kue kering memang tidak menjadi menu utama yang sering disuguhkan kepada para tamu saat lebaran. Hanya sebagai cemilan. Kebanyakan mereka membakar daging kurban,” ucapnya.

Serupa dengan Anna, Hifni, pedagang kue lainnya, bersyukur, meningkatnya orderan kue kering jelang lebaran bisa membawa berkah bagi semua pedagang. “Untuk pembeli tak seramai Idulfitri, namun suasananya lebih ramai jika dibanding dengan hari biasa,” tuturnya.

Hifni mengatakan, camilan yang paling dicari pembeli tidak hanya kue kering, tapi juga jenis kacang-kacangan dan abon.

Perlahan, perekonomian mulai bangkit kembali dari dua tahun sebelumnya. “Semoga bisa terus begini dan selalu membaik sehingga pedagang bisa terus dapat pemasukan,” pungkasnya. (gmp)

Baca Juga :  Cari Cuan..! BPKPAD Banjarmasin Incar Pajak di Kota Lama

BANJARMASIN – Sejumlah pedagang kue kering di kawasan Pasar Sudimampir mulai kebanjiran order. Permintaan melonjak seiring meningkatnya kebutuhan warga yang ingin merayakan momen Hari Raya Iduladha.

Meski tak seramai  Idulfitri, namun penjualan kue kering mulai meningkat dibanding dengan hari-hari biasa.

Anna, salah seorang pedagang mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19 mendera, lonjakan pembeli terjadi mendekati hari H. “Biasanya sehari atau dua hari jelang Iduladha pembeli banyak datang,” ujarnya.

Yang jadi incaran pembeli, sebut Anna, seperti kue nastar, semprit mawar, semprit sagu, putri salju, kastengel, sagu dan kacang kacangan.

Harga ekonomis dari Rp 25 ribu. Per 250 gram kisaran Rp 70 ribu – 80 ribu per kilogram. Namun ia enggan membeberkan keuntungan per hari. “Memang tak seramai Idulfitri, tapi dibanding saat pandemi ini lebih ramai,” katanya.

Baca Juga :  Kalsel Alami Deflasi 0,39 Persen

Menurutnya, kebanyakan langganan yang datang ke lapaknya dari luar kota, daerah Banua Anam dan Kabupaten Banjar.

“Kue kering memang tidak menjadi menu utama yang sering disuguhkan kepada para tamu saat lebaran. Hanya sebagai cemilan. Kebanyakan mereka membakar daging kurban,” ucapnya.

Serupa dengan Anna, Hifni, pedagang kue lainnya, bersyukur, meningkatnya orderan kue kering jelang lebaran bisa membawa berkah bagi semua pedagang. “Untuk pembeli tak seramai Idulfitri, namun suasananya lebih ramai jika dibanding dengan hari biasa,” tuturnya.

Hifni mengatakan, camilan yang paling dicari pembeli tidak hanya kue kering, tapi juga jenis kacang-kacangan dan abon.

Perlahan, perekonomian mulai bangkit kembali dari dua tahun sebelumnya. “Semoga bisa terus begini dan selalu membaik sehingga pedagang bisa terus dapat pemasukan,” pungkasnya. (gmp)

Baca Juga :  Tempat Ini Jadi Surga Pencari Permata Martapura

Most Read

Artikel Terbaru

/