alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Pembangunan Lapangan Sepak Bola di Lima Kecamatan Masih Merangkak

BANJARMASIN – Rencana Pemko Banjarmasin menyediakan lapangan sepak bola di masing-masing kecamatan berjalan lamban.
Bila berkaca dari keterangan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, lapangan sepak bola yang sudah siap hanya di kawasan Jalan HKSN, Banjarmasin Utara saja.

“Lapangan bola yang sudah siap itu masih di HKSN. Meskipun, ada rencana untuk menambah tribun. Jadi mini stadion,” ucapnya, ketika diwawancarai saat meresmikan Tim Olahraga Baiman FC, 24 Juni lalu.

Sedangkan untuk empat kecamatan lain, masih seperti merangkak. Misalnya di Banjarmasin Timur atau biasa disebut Lapangan Rahayu.

“Sekarang sudah pemadatan. Ada rencana segera untuk perumputan, mengatur saluran drainase. Kemudian, sempat juga ada rencana mau dibikin sarana fisik lain. Tapi belum kami setujui,” jelasnya.

Kawasan itu tidak hanya cukup jadi lapangan bola, tapi juga bisa untuk kegiatan olahraga lain. Nanti akan kami tangani segera untuk Banjarmasin Timur itu. Paling tidak di tahun 2023 sudah ada pembangunan,” ucapnya.

Sedangkan di Banjarmasin Barat, Tengah dan Selatan, juga bernasib serupa. Bahkan, ada yang masih dalam tahap pencarian lahan.

“Di Banjarmasin selatan itu sudah bagus, hanya luasannya yang agak kurang,” katanya.

Baca Juga :  Sampah di Eks TPS Kembali Menumpuk, DLH: Sudah Habis Akal dan Upaya

Kemudian, untuk pengadaan lapangan sepak bola di Banjarmasin Tengah, menurut Ibnu memang belum. Alasannya, karena ketiadaan lahan.

“Tahun ini akan kami siapkan adalah lapangan sepak bola di Kecamatan Banjarmasin Barat. Saat ini masih proses negosiasi untuk pembelian lahan masyarakat,” ungkapnya.

Lokasinya di daerah Pelambuan ada lokasi yang cukup bagus untuk lapangan sepak bola. Dan tidak jauh di tepi sungai juga. Jadi, bisa diakses dari sungai. “Semoga bisa diwujudkan,” cetusnya.

Pengadaan lahan untuk sepak bola di tiap kecamatan ini memang agak sulit. Pasalnya, Kota Banjarmasin sendiri sudah kekurangan lahan yang benar-benar kosong. Kalaupun ada, kemungkinan besar harganya juga cukup tinggi.

Kepala Bidang Olahraga di Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin Roenissa menjelaskan, saat ini pengadaan lahan untuk lapangan sepak bola ada di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

“Kami baru bisa memulai pembangunan, apabila sudah ada lahan. Alias sudah selesai proses pengadaan,” bebernya.

Di sisi lain, meski sudah ada lahan untuk dibuat lapangan sepak bola, tampaknya juga tak begitu dimaksimalkan dinas terkait. Pembangunan masih tak begitu tampak.

Baca Juga :  Pungli SPBU, 5 Preman Ditangkap

Ambil contoh di Lapangan Rahayu, Banjarmasin Timur. Alih-alih ada tiang gawang, di situ hanya berupa lapangan kosong dan terbuka.

Salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari lapangan, Hidayatullah, mengaku kerap melihat lapangan itu disalahgunakan. Jadi tempat berkumpul untuk ‘pesta’ minuman keras.

“Cukup sering. Mau menegur, takut. Mestinya, kalau memang belum diapa-apakan, kan bisa diberi pembatas. Dipagar misalnya. Agar orang-orang tidak bisa masuk,” tuturnya.

Disinggung hal itu, Kepala Bidang Olahraga di Disbudporapar Banjarmasin Roenissa menyatakan pihaknya sudah menindaklanjuti informasi tersebut. “Kami sudah menghubungi penjaga lapangan. Dan adanya kabar lapangan disalahgunakan, itu tidak ada,” katanya.

Meski begitu, lapangan ini tetap dipantau. Kalau memang ditemukan, tentu disikapi. “Akan kami laporkan ke lurah setempat. Kalau perlu, berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan pendampingan,” tekannya.

Lebih jauh, ketika disinggung kelanjutan progres pembangunan lapangan sepak bola di sana, Roenissa mengaku akan mempelajarinya terlebih dahulu. “Saya baru tiga pekan menjabat sebagai kepala bidang,” pungkasnya. (war)

BANJARMASIN – Rencana Pemko Banjarmasin menyediakan lapangan sepak bola di masing-masing kecamatan berjalan lamban.
Bila berkaca dari keterangan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, lapangan sepak bola yang sudah siap hanya di kawasan Jalan HKSN, Banjarmasin Utara saja.

“Lapangan bola yang sudah siap itu masih di HKSN. Meskipun, ada rencana untuk menambah tribun. Jadi mini stadion,” ucapnya, ketika diwawancarai saat meresmikan Tim Olahraga Baiman FC, 24 Juni lalu.

Sedangkan untuk empat kecamatan lain, masih seperti merangkak. Misalnya di Banjarmasin Timur atau biasa disebut Lapangan Rahayu.

“Sekarang sudah pemadatan. Ada rencana segera untuk perumputan, mengatur saluran drainase. Kemudian, sempat juga ada rencana mau dibikin sarana fisik lain. Tapi belum kami setujui,” jelasnya.

Kawasan itu tidak hanya cukup jadi lapangan bola, tapi juga bisa untuk kegiatan olahraga lain. Nanti akan kami tangani segera untuk Banjarmasin Timur itu. Paling tidak di tahun 2023 sudah ada pembangunan,” ucapnya.

Sedangkan di Banjarmasin Barat, Tengah dan Selatan, juga bernasib serupa. Bahkan, ada yang masih dalam tahap pencarian lahan.

“Di Banjarmasin selatan itu sudah bagus, hanya luasannya yang agak kurang,” katanya.

Baca Juga :  Korban dan Pelaku Pembakaran di Jalan Sutoyo Sepakat Damai di Depan Polisi

Kemudian, untuk pengadaan lapangan sepak bola di Banjarmasin Tengah, menurut Ibnu memang belum. Alasannya, karena ketiadaan lahan.

“Tahun ini akan kami siapkan adalah lapangan sepak bola di Kecamatan Banjarmasin Barat. Saat ini masih proses negosiasi untuk pembelian lahan masyarakat,” ungkapnya.

Lokasinya di daerah Pelambuan ada lokasi yang cukup bagus untuk lapangan sepak bola. Dan tidak jauh di tepi sungai juga. Jadi, bisa diakses dari sungai. “Semoga bisa diwujudkan,” cetusnya.

Pengadaan lahan untuk sepak bola di tiap kecamatan ini memang agak sulit. Pasalnya, Kota Banjarmasin sendiri sudah kekurangan lahan yang benar-benar kosong. Kalaupun ada, kemungkinan besar harganya juga cukup tinggi.

Kepala Bidang Olahraga di Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin Roenissa menjelaskan, saat ini pengadaan lahan untuk lapangan sepak bola ada di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

“Kami baru bisa memulai pembangunan, apabila sudah ada lahan. Alias sudah selesai proses pengadaan,” bebernya.

Di sisi lain, meski sudah ada lahan untuk dibuat lapangan sepak bola, tampaknya juga tak begitu dimaksimalkan dinas terkait. Pembangunan masih tak begitu tampak.

Baca Juga :  Usulkan Rp 30 M, 328 Jalanan Kompleks di Banjarmasin ini akan Diperbaiki

Ambil contoh di Lapangan Rahayu, Banjarmasin Timur. Alih-alih ada tiang gawang, di situ hanya berupa lapangan kosong dan terbuka.

Salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari lapangan, Hidayatullah, mengaku kerap melihat lapangan itu disalahgunakan. Jadi tempat berkumpul untuk ‘pesta’ minuman keras.

“Cukup sering. Mau menegur, takut. Mestinya, kalau memang belum diapa-apakan, kan bisa diberi pembatas. Dipagar misalnya. Agar orang-orang tidak bisa masuk,” tuturnya.

Disinggung hal itu, Kepala Bidang Olahraga di Disbudporapar Banjarmasin Roenissa menyatakan pihaknya sudah menindaklanjuti informasi tersebut. “Kami sudah menghubungi penjaga lapangan. Dan adanya kabar lapangan disalahgunakan, itu tidak ada,” katanya.

Meski begitu, lapangan ini tetap dipantau. Kalau memang ditemukan, tentu disikapi. “Akan kami laporkan ke lurah setempat. Kalau perlu, berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan pendampingan,” tekannya.

Lebih jauh, ketika disinggung kelanjutan progres pembangunan lapangan sepak bola di sana, Roenissa mengaku akan mempelajarinya terlebih dahulu. “Saya baru tiga pekan menjabat sebagai kepala bidang,” pungkasnya. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/