alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Penyambungan Siring Kawasan Kampung Ketupat, Motoris Speedboad Lupa Dikaji

BANJARMASIN – Siring Sungai Martapura di kawasan Kampung Ketupat, tahun ini akan disambungkan hingga kawasan siring di area Maskot Patung Bekantan. Posisi pembangunan persis di bawah Jembatan Dewi.

Tak tanggung-tanggung. Untuk pengerjaannya Bidang Sungai di Dinas PUPR Banjarmasin menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar.
“Proses lelang proyek sebenarnya masih di LPSE. Tapi dua hari lalu, sudah ada pengumuman pemenang,” ungkap Kepala Bidang Sungai di Dinas PUPR Banjarmasin, Rini Wardina, Jumat (1/9) pagi.

Saat ini, tambah dia, masih menunggu masa sanggah di LPSE. Diharapkan, pekan depan sudah bisa kontrak dan langsung dikerjakan. Targetnya, selesai dalam waktu 75 hari kerja.

“Pembangunan menyambung siring Sungai Martapura di dua kawasan itu sudah berdasarkan kajian atau studi kelayakan,” ucapnya.
Rencananya, sambungan yang dibangun berupa jembatan yang mengapung di atas air. Memakai bahan dari kubus apung High Density Polyethylene (HDPE). Panjangnya 40 meter, dengan lebar 4 meter.

Posisi jembatan penghubung agak sedikit lebih ke tengah bagian bawah Jembatan Dewi. Namun dipastikan tidak mengganggu lalu lintas transportasi air.

“Selama ini, karena siringnya terputus, warga yang hendak menyeberang ke Kampung Ketupat atau sebaliknya, harus menyeberangi jalan. Ini membahayakan pejalan kaki,” tekannya.

Baca Juga :  Meski Dikritik, JPO Banjarbaru Tetap Akan Dibangun April Nanti

Sebab itu, diputuskan untuk membuat penyeberangan di bawah jembatan. Dengan konsep mengapung yang dikhususkan untuk pejalan kaki.
Kemudian, selain pembuatan jembatan apung, baik di ujung siring Maskot Patung Bekantan maupun Kampung Ketupat, juga dibangun dermaga berbahan kayu Ulin (kayu besi, red). Tujuannya untuk memudahkan pejalan kaki naik ke siring.
Lantas, bagaimana dengan nasib dermaga speedboat yang berada tepat di bawah Jembatan Dewi? Terkait itu, Rini mengaku belum mengetahui secara pasti.

Dia menyebut, konsepnya diserahkan pada konsultan dan ke kontraktor. Kendati demikian, ada kemungkinan besar bila dipandang menggangu pengerjaan, dermaga speedboat bakal dibongkar.

Seperti diketahui, persis di bagian siring yang akan disambung, yakni di bawah Jembatan Dewi ada dermaga speedboat. Setidaknya, di sana ada puluhan speedboat yang tertambat.

Disinggung adakah solusi bagi para motoris speedboat, Rini mengatakan, sementara ini pihaknya belum mengkaji sampai ke sana.
Namun, bila berkaca dari proyek pengerjaan siring sebelumnya, misalnya di kawasan Sungai Baru, para motoris speedboat diimbau untuk mencari tambatan di kawasan sekitar.

“Untuk sementara, kami tidak ada rencana untuk mengatur para motoris speedboat. Karena dermaga itu bukan milik pemko. Tapi dibuat sendiri oleh para motoris,” jelasnya.

Baca Juga :  Akhirnya, Jembatan Tanipah di Batola Bakal Dibangun Ulang

Rencana pembangunan ini sebenarnya sudah lama. Tepatnya sejak tahun 2019 lalu. Lantaran adanya refocusing anggaran umtuk penanganan Covid-19, baru sekarang terealisasi.

Terpisah, salah seorang motoris speedboat yang berada tepat di bawah Jembatan Dewi, mengaku tidak keberatan dengan adanya pembangunan yang menyambungkan dua sisi siring.

“Bila dibuatkan jembatan, juga memudahkan kami untuk mengangkut penumpang. Baik yang turun maupun yang naik ke speedboat,” ucapnya lelaki yang mengaku bernama Dodot, Jumat (1/7) siang.

Kendati demikian, ia menyarankan ada solusi yang bisa diberikan ketika pengerjaan proyek mulai dilakukan. Misalnya, membuatkan dermaga atau titian pengganti bagi para motoris speedboat.

“Kalau disuruh pindah begitu saja, ya kami keberatan. Paling tidak buatkan kami titian,” tambahnya.
Dodot sendiri sudah lebih 10 tahun menjadi motoris speedboat dan mangkal di bawah Jembatan Dewi. Sepengetahuannya, sudah berkali-kali pula dinas terkait mengutarakan siring Maskot Patung Bekantan dan Kampung Ketupat disambungkan.

“Sudah sering, tapi tak jadi-jadi. Seingat saya, sudah lebih tiga kali ada orang yang datang mengukur kawasan ini,” pungkasnya. (war)

BANJARMASIN – Siring Sungai Martapura di kawasan Kampung Ketupat, tahun ini akan disambungkan hingga kawasan siring di area Maskot Patung Bekantan. Posisi pembangunan persis di bawah Jembatan Dewi.

Tak tanggung-tanggung. Untuk pengerjaannya Bidang Sungai di Dinas PUPR Banjarmasin menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar.
“Proses lelang proyek sebenarnya masih di LPSE. Tapi dua hari lalu, sudah ada pengumuman pemenang,” ungkap Kepala Bidang Sungai di Dinas PUPR Banjarmasin, Rini Wardina, Jumat (1/9) pagi.

Saat ini, tambah dia, masih menunggu masa sanggah di LPSE. Diharapkan, pekan depan sudah bisa kontrak dan langsung dikerjakan. Targetnya, selesai dalam waktu 75 hari kerja.

“Pembangunan menyambung siring Sungai Martapura di dua kawasan itu sudah berdasarkan kajian atau studi kelayakan,” ucapnya.
Rencananya, sambungan yang dibangun berupa jembatan yang mengapung di atas air. Memakai bahan dari kubus apung High Density Polyethylene (HDPE). Panjangnya 40 meter, dengan lebar 4 meter.

Posisi jembatan penghubung agak sedikit lebih ke tengah bagian bawah Jembatan Dewi. Namun dipastikan tidak mengganggu lalu lintas transportasi air.

“Selama ini, karena siringnya terputus, warga yang hendak menyeberang ke Kampung Ketupat atau sebaliknya, harus menyeberangi jalan. Ini membahayakan pejalan kaki,” tekannya.

Baca Juga :  Tersisa Empat Huruf, Ornamen Tulisan Disini Tinggal 'AYAN'

Sebab itu, diputuskan untuk membuat penyeberangan di bawah jembatan. Dengan konsep mengapung yang dikhususkan untuk pejalan kaki.
Kemudian, selain pembuatan jembatan apung, baik di ujung siring Maskot Patung Bekantan maupun Kampung Ketupat, juga dibangun dermaga berbahan kayu Ulin (kayu besi, red). Tujuannya untuk memudahkan pejalan kaki naik ke siring.
Lantas, bagaimana dengan nasib dermaga speedboat yang berada tepat di bawah Jembatan Dewi? Terkait itu, Rini mengaku belum mengetahui secara pasti.

Dia menyebut, konsepnya diserahkan pada konsultan dan ke kontraktor. Kendati demikian, ada kemungkinan besar bila dipandang menggangu pengerjaan, dermaga speedboat bakal dibongkar.

Seperti diketahui, persis di bagian siring yang akan disambung, yakni di bawah Jembatan Dewi ada dermaga speedboat. Setidaknya, di sana ada puluhan speedboat yang tertambat.

Disinggung adakah solusi bagi para motoris speedboat, Rini mengatakan, sementara ini pihaknya belum mengkaji sampai ke sana.
Namun, bila berkaca dari proyek pengerjaan siring sebelumnya, misalnya di kawasan Sungai Baru, para motoris speedboat diimbau untuk mencari tambatan di kawasan sekitar.

“Untuk sementara, kami tidak ada rencana untuk mengatur para motoris speedboat. Karena dermaga itu bukan milik pemko. Tapi dibuat sendiri oleh para motoris,” jelasnya.

Baca Juga :  Fasilitas Siring Kampung Ketupat Dicuri, Bahkan Bangku Hendak Dijarah

Rencana pembangunan ini sebenarnya sudah lama. Tepatnya sejak tahun 2019 lalu. Lantaran adanya refocusing anggaran umtuk penanganan Covid-19, baru sekarang terealisasi.

Terpisah, salah seorang motoris speedboat yang berada tepat di bawah Jembatan Dewi, mengaku tidak keberatan dengan adanya pembangunan yang menyambungkan dua sisi siring.

“Bila dibuatkan jembatan, juga memudahkan kami untuk mengangkut penumpang. Baik yang turun maupun yang naik ke speedboat,” ucapnya lelaki yang mengaku bernama Dodot, Jumat (1/7) siang.

Kendati demikian, ia menyarankan ada solusi yang bisa diberikan ketika pengerjaan proyek mulai dilakukan. Misalnya, membuatkan dermaga atau titian pengganti bagi para motoris speedboat.

“Kalau disuruh pindah begitu saja, ya kami keberatan. Paling tidak buatkan kami titian,” tambahnya.
Dodot sendiri sudah lebih 10 tahun menjadi motoris speedboat dan mangkal di bawah Jembatan Dewi. Sepengetahuannya, sudah berkali-kali pula dinas terkait mengutarakan siring Maskot Patung Bekantan dan Kampung Ketupat disambungkan.

“Sudah sering, tapi tak jadi-jadi. Seingat saya, sudah lebih tiga kali ada orang yang datang mengukur kawasan ini,” pungkasnya. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/