alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Iwan Pilih Kembali ke Kampus

Dua Petahana Kembali Mendaftar Calon Anggota Bawaslu Kalsel

BANJARMASIN – Pendaftaran calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel masa jabatan 2022-2027 resmi ditutup kemarin (30/6). Terdata 107 pelamar yang memasukkan berkas ke sekretariat tim seleksi (timsel).

Dari tiga petahana yang memiliki peluang untuk maju kembali, lantaran baru satu periode, hanya dua yang kembali mendaftar.

Mereka adalah Aries Mardiono dan Nur Kholis Majid. Sementara Iwan Setiawan memilih kembali menjadi dosen di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat.

Berkutat di bidang kepemiluan hampir 20 tahun, selama itu pula Iwan melepas statusnya sebagai dosen. “Benar saya tak jadi mendaftar,” ujarnya kemarin.

Blak-blakan, mantan Ketua Bawaslu Kalsel ini mengungkap, dia juga diminta universitas agar kembali mengabdi di dunia pendidikan. “Pak rektor dan dekan juga meminta saya kembali,” terang pemegang sabuk hitam karate itu.

Baca Juga :  Masyarakat Silakan Pelototi Calon Bawaslu Kalsel

Meski di lubuk hatinya masih ingin terlibat lebih dalam di Pemilu 2024. Namun, ada pertimbangan lain, dia harus balik kandang. Ini terkait jenjang kepangkatan sebagai ASN yang jauh tertinggal karena tak aktif. “Sudah hampir 20 tahun lebih saya meninggalkan kampus,” tukasnya.

Ketua Timsel, Prof Hadin Muhjad membenarkan, salah satu petahana, atas nama Iwan Setiawan tak ada dalam daftar pelamar. “Sampai ditutup sore ini (kemarin), dia (Iwan) tak menyerahkan dokumen lamaran,” ujarnya.

Siapa saja nama lain dari lebih 100 pelamar itu? Hadin meminta untuk menunggu sampai tahapan pengumuman. Pasalnya, bagi berkas yang belum lengkap, hingga 4 Juli mendatang, diberi waktu perbaikan.

“Nanti akan diumumkan. Soalnya masih ada tahapan perbaikan berkas,” kata Hadin. Dia terlihat lega, pasalnya kekhawatiran perpanjangan pendaftaran karena sempat sepi pelamar, tak terjadi.

Baca Juga :  Sarmuji dan Samahuddin Tidak Lulus di Seleksi Komisioner Bawaslu

Ketentuannya, jumlah pendaftar harus delapan kali dari kebutuhan komisioner, yakni lima orang. Artinya paling tidak jumlah pelamar minimal 40 orang. “Meski nanti diverifikasi berkas, saya yakin jumlah pelamar yang lengkap administrasi melebihi 40 orang,” yakinnya.

Sebagaimana diketahui, dua komisioner akan berakhir masa jabatannya tahun depan. Mereka adalah, Azhar Redhani dan Nur Kholis Majid. Namun, seleksi untuk pengganti keduanya dilakukan tahun ini.

Akan tetapi, untuk pelantikannya menunggu tahun depan setelah masa jabatan dua nama di atas berakhir. “Kami seleksi tetap lima orang. Tapi urutan empat dan lima menunggu jabatan dua komisioner tahun depan habis. Baru mereka dilantik,” papar dosen FH ULM itu. (mof/gr/fud)

BANJARMASIN – Pendaftaran calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel masa jabatan 2022-2027 resmi ditutup kemarin (30/6). Terdata 107 pelamar yang memasukkan berkas ke sekretariat tim seleksi (timsel).

Dari tiga petahana yang memiliki peluang untuk maju kembali, lantaran baru satu periode, hanya dua yang kembali mendaftar.

Mereka adalah Aries Mardiono dan Nur Kholis Majid. Sementara Iwan Setiawan memilih kembali menjadi dosen di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat.

Berkutat di bidang kepemiluan hampir 20 tahun, selama itu pula Iwan melepas statusnya sebagai dosen. “Benar saya tak jadi mendaftar,” ujarnya kemarin.

Blak-blakan, mantan Ketua Bawaslu Kalsel ini mengungkap, dia juga diminta universitas agar kembali mengabdi di dunia pendidikan. “Pak rektor dan dekan juga meminta saya kembali,” terang pemegang sabuk hitam karate itu.

Baca Juga :  42 Parpol Siap Berlaga di Pemilu 2024

Meski di lubuk hatinya masih ingin terlibat lebih dalam di Pemilu 2024. Namun, ada pertimbangan lain, dia harus balik kandang. Ini terkait jenjang kepangkatan sebagai ASN yang jauh tertinggal karena tak aktif. “Sudah hampir 20 tahun lebih saya meninggalkan kampus,” tukasnya.

Ketua Timsel, Prof Hadin Muhjad membenarkan, salah satu petahana, atas nama Iwan Setiawan tak ada dalam daftar pelamar. “Sampai ditutup sore ini (kemarin), dia (Iwan) tak menyerahkan dokumen lamaran,” ujarnya.

Siapa saja nama lain dari lebih 100 pelamar itu? Hadin meminta untuk menunggu sampai tahapan pengumuman. Pasalnya, bagi berkas yang belum lengkap, hingga 4 Juli mendatang, diberi waktu perbaikan.

“Nanti akan diumumkan. Soalnya masih ada tahapan perbaikan berkas,” kata Hadin. Dia terlihat lega, pasalnya kekhawatiran perpanjangan pendaftaran karena sempat sepi pelamar, tak terjadi.

Baca Juga :  Mahasiswa Jangan Gegabah, Jangan Terseret Kepentingan Politik Praktis

Ketentuannya, jumlah pendaftar harus delapan kali dari kebutuhan komisioner, yakni lima orang. Artinya paling tidak jumlah pelamar minimal 40 orang. “Meski nanti diverifikasi berkas, saya yakin jumlah pelamar yang lengkap administrasi melebihi 40 orang,” yakinnya.

Sebagaimana diketahui, dua komisioner akan berakhir masa jabatannya tahun depan. Mereka adalah, Azhar Redhani dan Nur Kholis Majid. Namun, seleksi untuk pengganti keduanya dilakukan tahun ini.

Akan tetapi, untuk pelantikannya menunggu tahun depan setelah masa jabatan dua nama di atas berakhir. “Kami seleksi tetap lima orang. Tapi urutan empat dan lima menunggu jabatan dua komisioner tahun depan habis. Baru mereka dilantik,” papar dosen FH ULM itu. (mof/gr/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/