alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi Belum Disosialiasikan

BANJARMASIN – Beli minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi nampaknya sulit diterapkan di Kota Banjarmasin.

Bukan tanpa alasan, menurut Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perdagin) Banjarmasin, Rakhman Nurrahim, pembeli minyak goreng curah umumnya adalah masyarakat kelas bawah. Mereka tidak begitu mengetahui adanya aplikasi PeduliLindungi.

“Kalau dipaksakan, kita saja yang biasa bepergian naik pesawat pun kesulitan. Apalagi masyarakat,” ucapnya, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (27/6) pagi.

Seperti diketahui, pembelian minyak goreng curah dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi itu dicetuskan pemerintah pusat melalui Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, belum lama tadi.

Sebelum nantinya benar-benar diterapkan, sosialisasi pun digeber hingga selama dua pekan ke depan.

Baca Juga :  Harga Mulai Stabil, Minyak Goreng Curah Sudah Mulai Masuk Pasar

Adapun bagi masyarakat yang belum memiliki aplikasi PeduliLindungi, masih bisa membeli minyak goreng curah dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Lantas, apakah sosialisasi terkait kebijakan itu sudah dilakukan di Kota Banjarmasin? Rakhman mengaku belum menyosialisasikannya. Alasannya, lantaran belum ada surat resmi atau petunjuk teknis (Juknis) terkait kebijakan tersebut.

“Belum ada juknis sebagai dasar untuk kami melakukan kebijakan itu. Kami masih menunggu. Minimal surat dari Pemprov Kalsel, agar bisa diterapkan,” ucapnya.

Disinggung soal stok dan harga minyak goreng curah di pasaran, Rakhman mengaku masih stabil berdasarkan pantauan pihaknya di lapangan. Harga di kisaran Rp 14 ribu per liter.

“Produsen menjual seharga Rp 11 ribu ke pedagang. Lalu dari pedagang menjual ke pengecer seharga Rp 11.500 per liter. Pengecer menjualnya seharga Rp 14.000 per liter. Itu sudah untung banyak,” jelasnya.

Baca Juga :  Yang Dilarang Ekspor Bukan CPO, Perusahaan Harus Beli TBS dengan Harga Wajar

Penegasannya, Perdagin Banjarmasin sudah meminta jaminan ke pengecer, harga jual tidak lebih dari Rp 14 ribu per liter melalui pakta integritas.

Rakhman tidak memungkiri, masih ada pedagang yang menjual minyak goreng curah di atas harga Rp14 ribu per liter. Di pasar masih ada yang ditemukan seperti itu.

“Biasanya dilakukan pedagang yang tidak hanya menjual minyak goreng. Tapi juga menjual bahan pokok lain. Kami akan terus menyosialisasikan agar mereka tidak menaikkan harga,” tegasnya. (war)

BANJARMASIN – Beli minyak goreng curah menggunakan aplikasi PeduliLindungi nampaknya sulit diterapkan di Kota Banjarmasin.

Bukan tanpa alasan, menurut Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perdagin) Banjarmasin, Rakhman Nurrahim, pembeli minyak goreng curah umumnya adalah masyarakat kelas bawah. Mereka tidak begitu mengetahui adanya aplikasi PeduliLindungi.

“Kalau dipaksakan, kita saja yang biasa bepergian naik pesawat pun kesulitan. Apalagi masyarakat,” ucapnya, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (27/6) pagi.

Seperti diketahui, pembelian minyak goreng curah dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi itu dicetuskan pemerintah pusat melalui Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, belum lama tadi.

Sebelum nantinya benar-benar diterapkan, sosialisasi pun digeber hingga selama dua pekan ke depan.

Baca Juga :  Stok Minyak Goreng Aman, Tapi Mahal

Adapun bagi masyarakat yang belum memiliki aplikasi PeduliLindungi, masih bisa membeli minyak goreng curah dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Lantas, apakah sosialisasi terkait kebijakan itu sudah dilakukan di Kota Banjarmasin? Rakhman mengaku belum menyosialisasikannya. Alasannya, lantaran belum ada surat resmi atau petunjuk teknis (Juknis) terkait kebijakan tersebut.

“Belum ada juknis sebagai dasar untuk kami melakukan kebijakan itu. Kami masih menunggu. Minimal surat dari Pemprov Kalsel, agar bisa diterapkan,” ucapnya.

Disinggung soal stok dan harga minyak goreng curah di pasaran, Rakhman mengaku masih stabil berdasarkan pantauan pihaknya di lapangan. Harga di kisaran Rp 14 ribu per liter.

“Produsen menjual seharga Rp 11 ribu ke pedagang. Lalu dari pedagang menjual ke pengecer seharga Rp 11.500 per liter. Pengecer menjualnya seharga Rp 14.000 per liter. Itu sudah untung banyak,” jelasnya.

Baca Juga :  Pendemo Robek Surat Pernyataan DPRD

Penegasannya, Perdagin Banjarmasin sudah meminta jaminan ke pengecer, harga jual tidak lebih dari Rp 14 ribu per liter melalui pakta integritas.

Rakhman tidak memungkiri, masih ada pedagang yang menjual minyak goreng curah di atas harga Rp14 ribu per liter. Di pasar masih ada yang ditemukan seperti itu.

“Biasanya dilakukan pedagang yang tidak hanya menjual minyak goreng. Tapi juga menjual bahan pokok lain. Kami akan terus menyosialisasikan agar mereka tidak menaikkan harga,” tegasnya. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/