alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Advokat Wajib Bantu Warga Miskin

BANJARMASIN – Setelah diambil sumpah di Pengadilan Tinggi Banjarmasin sepekan lalu, 47 pengacara yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), resmi menjadi advokat, Sabtu (25/6) pagi. Mereka dilantik Wakil Ketua Umum Bidang Pengangkatan Advokat DPN Peradi versi Prof Otto Hasibuan.

Ketua DPC Peradi Banjarmasin Edi Sucipto mengatakan, setelah para pengacara ini diambil sumpah dan dilantik, mereka sudah bisa beracara di seluruh Indonesia. “Pengambilan sumpah merupakan proses akhir untuk dapat beracara sebagai advokat,” katanya.

Menurut Edy, didampingi sekretaris, Ali Murtadho, tugas advokat adalah mengawal hukum untuk menciptakan keadilan dan kepastian hukum. Tidak hanya sesuai kaidah hukum, tetapi dibarengi dengan kode etik.

“Diharapkan, mereka dapat menjalankan tugas sebagai advokat dengan baik dan profesional. Serta selalu menjaga kode etik,” ucapnya. 

Untuk mencapai pengambilan sumpah itu, pengacara harus mengikuti pendidikan khusus, ujian, pengangkatan dan pengambilan sumpah.

Ketua Pusat Bantuan Hukum Peradi, Rizky Hidayat, meminta kepada advokat yang baru dilantik agar memberikan pendampingan hukum secara gratis kepada warga kurang mampu. “Jangan semata-mata mencari profit saja. Nonprofit pun harus dijalani,” ujarnya. (gmp)

BANJARMASIN – Setelah diambil sumpah di Pengadilan Tinggi Banjarmasin sepekan lalu, 47 pengacara yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), resmi menjadi advokat, Sabtu (25/6) pagi. Mereka dilantik Wakil Ketua Umum Bidang Pengangkatan Advokat DPN Peradi versi Prof Otto Hasibuan.

Ketua DPC Peradi Banjarmasin Edi Sucipto mengatakan, setelah para pengacara ini diambil sumpah dan dilantik, mereka sudah bisa beracara di seluruh Indonesia. “Pengambilan sumpah merupakan proses akhir untuk dapat beracara sebagai advokat,” katanya.

Menurut Edy, didampingi sekretaris, Ali Murtadho, tugas advokat adalah mengawal hukum untuk menciptakan keadilan dan kepastian hukum. Tidak hanya sesuai kaidah hukum, tetapi dibarengi dengan kode etik.

“Diharapkan, mereka dapat menjalankan tugas sebagai advokat dengan baik dan profesional. Serta selalu menjaga kode etik,” ucapnya. 

Untuk mencapai pengambilan sumpah itu, pengacara harus mengikuti pendidikan khusus, ujian, pengangkatan dan pengambilan sumpah.

Ketua Pusat Bantuan Hukum Peradi, Rizky Hidayat, meminta kepada advokat yang baru dilantik agar memberikan pendampingan hukum secara gratis kepada warga kurang mampu. “Jangan semata-mata mencari profit saja. Nonprofit pun harus dijalani,” ujarnya. (gmp)

Most Read

Artikel Terbaru

/