alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Banjarmasin Bimbang Status Bencana

BANJARMASIN – Belum tuntas dibayangi bencana banjir rob, Banjarmasin juga harus waspada akan adanya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Fahruraji mengungkapkan, ada beberapa wilayah di kota ini yang masuk dalam kategori rawan karhutla.

Umumnya, lokasi yang berbatasan langsung dengan batas kota. Diantaranya, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Kuala (Batola), dan Kabupaten Banjar.

Dirincikan, wilayah berbatasan dengan Kabupaten Banjar ada di kawasan Sungai Lulut dan Tanjung Pagar. Sedangkan dengan Kabupaten Batola adalah kawasan Sungai Andai dan Sungai Gampa.

“Total keseluruhan ada 19 titik. Lahan yang paling banyak itu ada di Sungai Gampa dan Sungai Andai. Karena di sana masih banyak lahan kosong yang rawan,” katanya, baru-baru tadi.

Baca Juga :  Waspada Cuaca Ekstrem Selama Maret

Seperti diketahui, belum lama tadi, Pemprov Kalsel sudah menetapkan status Siaga Darurat untuk bencana Karhutla.

Diakui Fahruraji, ada kebimbangan pihaknya ketika hendak mengambil keputusan terkait penetapan status, menyikapi kondisi di Banjarmasin. “Pemprov menilai, banjir sudah lewat. Tapi di tempat kita, ancaman itu masih ada,” ucapnya.

Beberapa daerah di Kalsel, seperti Kabupaten Tapin, Banjarbaru, dan Batola, sudah menetapkan status untuk menghadapi ancaman karhutla ini. Untuk Kota Banjarmasin, belum.

Kendati demikian, Fahruraji mengaku tetap menyiagakan armada serta personel untuk tetap bersiaga dalam menghadapi kondisi apapun.

“Senin (hari ini, red), kami juga diminta untuk ikut apel bersama dalam menghadapi ancaman tersebut,” ungkapnya.

Disinggung apa yang menjadi alasan ancaman banjir masih membayangi Kota Banjarmasin, Fahruraji menyebut, lantaran posisi kota ini yang dikepung sejumlah daerah tetangga.

Baca Juga :  Hampir Semua Wilayah Berpotensi Longsor

Menurutnya, itu berpotensi mengirim debit air tambahan ke Sungai Martapura. Ada pun tiga daerah itu, Kabupaten Banjar, Tanah Laut (Tala) dan Kabupaten Barito Kuala.

“Berdasarkan perhitungan Stasiun Cuaca di Landasan Ulin Banjarbaru, sebenarnya kan saat ini sudah memasuki musim kemarau. Nyatanya, dalam beberapa hari terakhir, curah hujan intensitas tinggi masih terjadi. Seperti di Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Barito Kuala, juga di Banjarmasin,” tuturnya.

Kondisi cuaca itulah yang menurutnya patut diwaspadai daerah hilir seperti di Kota Banjarmasin. Sehingga tidak menutup kemungkinan, akan ada kiriman debit air yang masuk ke Sungai Martapura.

“Banjarmasin saat ini masih berstatus wabpada Banjir dengan skala ringan hingga sedang,” cetusnya. (war)

BANJARMASIN – Belum tuntas dibayangi bencana banjir rob, Banjarmasin juga harus waspada akan adanya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Fahruraji mengungkapkan, ada beberapa wilayah di kota ini yang masuk dalam kategori rawan karhutla.

Umumnya, lokasi yang berbatasan langsung dengan batas kota. Diantaranya, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Kuala (Batola), dan Kabupaten Banjar.

Dirincikan, wilayah berbatasan dengan Kabupaten Banjar ada di kawasan Sungai Lulut dan Tanjung Pagar. Sedangkan dengan Kabupaten Batola adalah kawasan Sungai Andai dan Sungai Gampa.

“Total keseluruhan ada 19 titik. Lahan yang paling banyak itu ada di Sungai Gampa dan Sungai Andai. Karena di sana masih banyak lahan kosong yang rawan,” katanya, baru-baru tadi.

Baca Juga :  Paman Birin Ajak Kerja Sama Antisipasi Bencana

Seperti diketahui, belum lama tadi, Pemprov Kalsel sudah menetapkan status Siaga Darurat untuk bencana Karhutla.

Diakui Fahruraji, ada kebimbangan pihaknya ketika hendak mengambil keputusan terkait penetapan status, menyikapi kondisi di Banjarmasin. “Pemprov menilai, banjir sudah lewat. Tapi di tempat kita, ancaman itu masih ada,” ucapnya.

Beberapa daerah di Kalsel, seperti Kabupaten Tapin, Banjarbaru, dan Batola, sudah menetapkan status untuk menghadapi ancaman karhutla ini. Untuk Kota Banjarmasin, belum.

Kendati demikian, Fahruraji mengaku tetap menyiagakan armada serta personel untuk tetap bersiaga dalam menghadapi kondisi apapun.

“Senin (hari ini, red), kami juga diminta untuk ikut apel bersama dalam menghadapi ancaman tersebut,” ungkapnya.

Disinggung apa yang menjadi alasan ancaman banjir masih membayangi Kota Banjarmasin, Fahruraji menyebut, lantaran posisi kota ini yang dikepung sejumlah daerah tetangga.

Baca Juga :  Kalsel Bersiap Masuk Musim Kemarau

Menurutnya, itu berpotensi mengirim debit air tambahan ke Sungai Martapura. Ada pun tiga daerah itu, Kabupaten Banjar, Tanah Laut (Tala) dan Kabupaten Barito Kuala.

“Berdasarkan perhitungan Stasiun Cuaca di Landasan Ulin Banjarbaru, sebenarnya kan saat ini sudah memasuki musim kemarau. Nyatanya, dalam beberapa hari terakhir, curah hujan intensitas tinggi masih terjadi. Seperti di Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Barito Kuala, juga di Banjarmasin,” tuturnya.

Kondisi cuaca itulah yang menurutnya patut diwaspadai daerah hilir seperti di Kota Banjarmasin. Sehingga tidak menutup kemungkinan, akan ada kiriman debit air yang masuk ke Sungai Martapura.

“Banjarmasin saat ini masih berstatus wabpada Banjir dengan skala ringan hingga sedang,” cetusnya. (war)

Most Read

Artikel Terbaru

/