alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Mantap, Banjarmasin Punya Alma Kapal Pertama di Kalimantan

BANJARMASIN – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng) membangun Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) Dock Station Kapal pertama di Kalimantan. ALMA yang terletak di Pelabuhan Pasar Ikan Banjar Raya, Kota Banjarmasin tersebut diresmikan, Jumat (24/6) malam, tepat di dermaga tempat kapal-kapal muatan ikan bersandar.

Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita dan penekanan tombol sirine oleh jajaran petinggi PLN UIW Kalselteng dan Pemprov Kalsel. Menurut General Manager PLN UIW Kalselteng, Tonny Belamy, PLN senantiasa hadir di tengah masyarakat untuk berkontribusi.

PLN juga bertekad meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan suplai kelistrikan melalui ALMA.

“Kami optimis, kehadiran ALMA bisa menunjang kebutuhan masyarakat dalam hal suplai kelistrikan. Baik untuk kapal, storage, dermaga, hingga tempat pelelangan ikan,” ujarnya.

Kehadiran ALMA juga merupakan bentuk konkret dukungan terhadap program Electricfying Middle Marine yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan usaha bidang kelautan dan perikanan. ALMA Dock Station Kapal ini memiliki daya sebesar 27.500 Volt Ampere (VA). Tonny optimis, ALMA mampu menjadi pioner transisi energi. Terutama pada sektor perikanan dan transportasi laut. “Semoga bisa memenuhi kebutuhan pelaku usaha di pelabuhan dan menggantikan genset yang berbahan bakar fosil. Sebab, ke depannya kita dituntut untuk menggunakan energi yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga :  PLN Kalselteng Siapkan 22 Titik Posko Idulfitri 1443 Hijriah

Misi ini juga sejalan dengan misi Gubernur Kalsel terkait Borneo Green Environtmental. Tonny meyakini, energi bersumber fosil lambat laun akan punah, serta tergantikan dengan sumber energi hijau yang lebih efisien.

ALMA memiliki beberapa keunggulan. Yakni tidak bising dan aliran listrik lebih stabil. Selain itu, juga mampu menekan biaya operasional kapal. “Tarif sangat kompetitif. Jika solar dikenai Rp5 ribuan dan Rp8 ribuan per liter untuk yang non subsidi, ALMA cuma Rp1.400 per KWH. Jadi turun biaya operasional 50-60 persen,” jelasnya.

ALMA beroperasi setiap hari. Dapat digunakan oleh para nelayan dan pelaku usaha sekitar dengan membayar Rp25 ribu saja per malam. Tarif ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan pemakaian genset berbahan bakar solar. Karena lumrahnya, nelayan harus mengeluarkan budget sekitar Rp40 ribu per malam untuk membeli BBM.

Baca Juga :  Penyesuaian Tarif Listrik Hanya Berlaku untuk Pelanggan 3.500 VA ke Atas

Sementara itu, Gubernur Kalsel yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syaiful Azhari mengapresiasi langkah PLN UIW Kalselteng. “Semoga ALMA Dock Station Kapal pertama di Kalsel ini memberi banyak manfaat bagi kelancaran aktivitas di pelabuhan ini,” ucapnya.

Ia juga berharap, kedepannya ALMA hadir di berbagai pelabuhan yang ada di Kalsel. “Ini memberi dampak positif bagi perekonomian. Semoga akan ada ALMA lainnya di pelabuhan-pelabuhan Kalsel,” tuntasnya. (tia)

BANJARMASIN – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng) membangun Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) Dock Station Kapal pertama di Kalimantan. ALMA yang terletak di Pelabuhan Pasar Ikan Banjar Raya, Kota Banjarmasin tersebut diresmikan, Jumat (24/6) malam, tepat di dermaga tempat kapal-kapal muatan ikan bersandar.

Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita dan penekanan tombol sirine oleh jajaran petinggi PLN UIW Kalselteng dan Pemprov Kalsel. Menurut General Manager PLN UIW Kalselteng, Tonny Belamy, PLN senantiasa hadir di tengah masyarakat untuk berkontribusi.

PLN juga bertekad meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan suplai kelistrikan melalui ALMA.

“Kami optimis, kehadiran ALMA bisa menunjang kebutuhan masyarakat dalam hal suplai kelistrikan. Baik untuk kapal, storage, dermaga, hingga tempat pelelangan ikan,” ujarnya.

Kehadiran ALMA juga merupakan bentuk konkret dukungan terhadap program Electricfying Middle Marine yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan usaha bidang kelautan dan perikanan. ALMA Dock Station Kapal ini memiliki daya sebesar 27.500 Volt Ampere (VA). Tonny optimis, ALMA mampu menjadi pioner transisi energi. Terutama pada sektor perikanan dan transportasi laut. “Semoga bisa memenuhi kebutuhan pelaku usaha di pelabuhan dan menggantikan genset yang berbahan bakar fosil. Sebab, ke depannya kita dituntut untuk menggunakan energi yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pastikan Pasokan Listrik Jelang Idul Adha, PLN Gelar Apel Siaga Serentak

Misi ini juga sejalan dengan misi Gubernur Kalsel terkait Borneo Green Environtmental. Tonny meyakini, energi bersumber fosil lambat laun akan punah, serta tergantikan dengan sumber energi hijau yang lebih efisien.

ALMA memiliki beberapa keunggulan. Yakni tidak bising dan aliran listrik lebih stabil. Selain itu, juga mampu menekan biaya operasional kapal. “Tarif sangat kompetitif. Jika solar dikenai Rp5 ribuan dan Rp8 ribuan per liter untuk yang non subsidi, ALMA cuma Rp1.400 per KWH. Jadi turun biaya operasional 50-60 persen,” jelasnya.

ALMA beroperasi setiap hari. Dapat digunakan oleh para nelayan dan pelaku usaha sekitar dengan membayar Rp25 ribu saja per malam. Tarif ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan pemakaian genset berbahan bakar solar. Karena lumrahnya, nelayan harus mengeluarkan budget sekitar Rp40 ribu per malam untuk membeli BBM.

Baca Juga :  Ekonomi Bangkit, Konsumsi Listrik Tumbuh 3,61 Persen di Kuartal 1 2022

Sementara itu, Gubernur Kalsel yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syaiful Azhari mengapresiasi langkah PLN UIW Kalselteng. “Semoga ALMA Dock Station Kapal pertama di Kalsel ini memberi banyak manfaat bagi kelancaran aktivitas di pelabuhan ini,” ucapnya.

Ia juga berharap, kedepannya ALMA hadir di berbagai pelabuhan yang ada di Kalsel. “Ini memberi dampak positif bagi perekonomian. Semoga akan ada ALMA lainnya di pelabuhan-pelabuhan Kalsel,” tuntasnya. (tia)

Most Read

Artikel Terbaru

/