alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Melawan Rans Nusantara, Barito Masih Belum Padu

BANJARMASIN – Tanpa bermaksud merendahkan lawan, menghadapi tim promosi macam Rans Nusantara FC, hasil imbang 1-1 patut disayangkan.

Setidaknya, dari segi pengalaman PS Barito Putera jelas lebih unggul. Pelatih Laskar Antasari, Dejan Antonic menurunkan skuat kombinasi, pemain lama dan baru.

Aditya Harlan, Bagas Kaffa, Renan Alves, Bayu Pradana, Ambrizal Umanailo dan Rafael Silva adalah pemain yang sudah bersama setidaknya sejak musim lalu.

Favehotel Banjarmasin

Sedangkan Frank Sokoy dan Ryota Noma adalah rekrutan anyar yang dipercaya mengisi starting eleven.

Jangan lupakan Rafinha dan Doni Monim. Disebut baru, tapi sebenarnya dahulu pernah membela Barito Putera di periode yang berbeda.

Di mata Ketua Barito Mania (Bartman), Dedy Sattardi, permainan tim kesayangannya belum padu. Namun suporter bisa memahami. Perlu waktu untuk beradaptasi dengan taktik Dejan.

“Bisa dimaklumi, karena waktu persiapannya juga pendek. Apalagi sebelum ke turnamen pramusim, hanya sempat uji coba melawan tim yang levelnya jauh di bawah,” ujarnya kemarin (15/6).

Baca Juga :  Skuat Barito Ibadah Bersama

Dia melihat poin positif yang bisa diambil. “Positifnya, bisa melihat performa pemain rekrutan baru,” tambahnya.

Adakah masukan? Dedy menjawab rotasi. “Pelatih harus merotasi. Agar semua pemain mendapat menit bermain,” sarannya.

Dia khawatir, jika tak dirotasi dengan baik, maka akan berimbas pada kelelahan pemain yang berujung cedera. Mengingat kondisi Bayu Pradana dkk belum fit seratus persen.

Sekali lagi, ini baru pramusim. Bukan liga yang sebenarnya. “Negatifnya, jadwal bertanding yang mepet. Tanpa rotasi, takutnya pemain kelelahan dan cedera,” ulasnya.

Menyoal performa masing-masing pemain baru, Dedy tak berkomentar banyak. “Yang jelas Monim. Sangat disayangkan kena kartu merah. Harusnya lebih berhati-hati setelah mendapat kartu kuning,” tutupnya.

Sekretaris Bartman, Zainu Abdillah turut mengungkap penyesalan. Menurutnya, Laskar Antasari seharusnya bisa menang melawan skuat besutan Rahmad Darmawan (RD) itu.

“Barito Putera turun dengan kekuatan penuh, termasuk empat pemain asing yang bermain sejak menit awal. Sedangkan lawan tidak bermain dengan skuat terbaiknya,” ungkap Zezen, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Miftah Pergi, Matos Menyusul?

Tercatat hanya satu pemain asing yang diturunkan RD, yakni Victor Salinas. Pemain yang menghadiahkan penalti karena pelanggarannya pada detik 20.

“Kesempatan ini semestinya dimanfaatkan agar tancap gas. Tapi di lapangan, Rafael Silva dan kawan-kawan belum bisa optimal,” nilainya.

Gol penyeimbang tercipta berkat asisst sang mantan, Ady Setiawan, yang disundul dengan akurat oleh Septian Bagaskara.
Bagi Zezen, kebobolan dari umpan silang seperti itu harus dibenahi pada sesi latihan.

“Jadi tiga laga tersisa di babak penyisihan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Melihat di mana kekurangan tim. Apa yang harus dibenahi kemudian. Sebelum akhirnya berperang di Liga 1,” sarannya.

Selasa (14/6) di Stadion Segiri, Samarinda, Barito Putera bertanding di babak penyisihan grup B Piala Presiden 2022. Ini merupakan turnamen pramusim sebelum Liga 1 musim 2022-23 dimulai. (bir/gr/fud)

BANJARMASIN – Tanpa bermaksud merendahkan lawan, menghadapi tim promosi macam Rans Nusantara FC, hasil imbang 1-1 patut disayangkan.

Setidaknya, dari segi pengalaman PS Barito Putera jelas lebih unggul. Pelatih Laskar Antasari, Dejan Antonic menurunkan skuat kombinasi, pemain lama dan baru.

Aditya Harlan, Bagas Kaffa, Renan Alves, Bayu Pradana, Ambrizal Umanailo dan Rafael Silva adalah pemain yang sudah bersama setidaknya sejak musim lalu.

Favehotel Banjarmasin

Sedangkan Frank Sokoy dan Ryota Noma adalah rekrutan anyar yang dipercaya mengisi starting eleven.

Jangan lupakan Rafinha dan Doni Monim. Disebut baru, tapi sebenarnya dahulu pernah membela Barito Putera di periode yang berbeda.

Di mata Ketua Barito Mania (Bartman), Dedy Sattardi, permainan tim kesayangannya belum padu. Namun suporter bisa memahami. Perlu waktu untuk beradaptasi dengan taktik Dejan.

“Bisa dimaklumi, karena waktu persiapannya juga pendek. Apalagi sebelum ke turnamen pramusim, hanya sempat uji coba melawan tim yang levelnya jauh di bawah,” ujarnya kemarin (15/6).

Baca Juga :  Rafinha Resmi Perkuat Barito

Dia melihat poin positif yang bisa diambil. “Positifnya, bisa melihat performa pemain rekrutan baru,” tambahnya.

Adakah masukan? Dedy menjawab rotasi. “Pelatih harus merotasi. Agar semua pemain mendapat menit bermain,” sarannya.

Dia khawatir, jika tak dirotasi dengan baik, maka akan berimbas pada kelelahan pemain yang berujung cedera. Mengingat kondisi Bayu Pradana dkk belum fit seratus persen.

Sekali lagi, ini baru pramusim. Bukan liga yang sebenarnya. “Negatifnya, jadwal bertanding yang mepet. Tanpa rotasi, takutnya pemain kelelahan dan cedera,” ulasnya.

Menyoal performa masing-masing pemain baru, Dedy tak berkomentar banyak. “Yang jelas Monim. Sangat disayangkan kena kartu merah. Harusnya lebih berhati-hati setelah mendapat kartu kuning,” tutupnya.

Sekretaris Bartman, Zainu Abdillah turut mengungkap penyesalan. Menurutnya, Laskar Antasari seharusnya bisa menang melawan skuat besutan Rahmad Darmawan (RD) itu.

“Barito Putera turun dengan kekuatan penuh, termasuk empat pemain asing yang bermain sejak menit awal. Sedangkan lawan tidak bermain dengan skuat terbaiknya,” ungkap Zezen, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  SIAPKAN DIRIMU..! Barito Putera Gelar Seleksi di Tanbu dan Kotabaru

Tercatat hanya satu pemain asing yang diturunkan RD, yakni Victor Salinas. Pemain yang menghadiahkan penalti karena pelanggarannya pada detik 20.

“Kesempatan ini semestinya dimanfaatkan agar tancap gas. Tapi di lapangan, Rafael Silva dan kawan-kawan belum bisa optimal,” nilainya.

Gol penyeimbang tercipta berkat asisst sang mantan, Ady Setiawan, yang disundul dengan akurat oleh Septian Bagaskara.
Bagi Zezen, kebobolan dari umpan silang seperti itu harus dibenahi pada sesi latihan.

“Jadi tiga laga tersisa di babak penyisihan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Melihat di mana kekurangan tim. Apa yang harus dibenahi kemudian. Sebelum akhirnya berperang di Liga 1,” sarannya.

Selasa (14/6) di Stadion Segiri, Samarinda, Barito Putera bertanding di babak penyisihan grup B Piala Presiden 2022. Ini merupakan turnamen pramusim sebelum Liga 1 musim 2022-23 dimulai. (bir/gr/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/