alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Knalpot Buat Gaya Kena Razia

AMUNTAI – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara, merazia kendaraan penggunaan knalpot racing di sejumlah jalan protokol di Kota Amuntai. Kendaraan roda dua berknalpot bising itu pun diamankan sementara di halaman Polres HSU.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan SIK melalui Kasat Lantas AKP Jumadiono, mengatakan Operasi Patuh Intan 2022 selama 14 hari, dimulai tanggal 13-27 Juni 2022 mendatang, mulai berlaku.

“Tilang pada penggunaan knalpot racing termasuk target kita, disamping tujuh prioritas pelanggaran sasaran Operasi Patuh Intan,” Jumadiono

Favehotel Banjarmasin

Penindakan pada knalpot bising terangnya mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 285 ayat (1), bahwa setiap orang yang mengemudikan motor di jalan tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan meliputi spion, klakson, lampu utama, rem, penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban.

Baca Juga :  Tak Sesuai Jargon Agamis, THM di Tapin Malah Makin Menjamur

Dan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3), dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

“Makanya, anak muda maupun warga pada umumnya jangan menggunakan knalpot racing untuk keperluan harian berkendara,” imbaunya.

Terpisah seorang pengguna knalpot brong, Joni mengaku menggunakan knalpot racing agar lebih percaya diri menggeber motornya dengan kecepatan tinggi.

“Kalau knalpot biasa kurang akselerasi motor saya. Karena ada operasi patuh intan, ya pasang knalpot standar lagi,” ujarnya.

Sementara itu, tindakan polisi terhadap knalpot brong mendapat dukungan warga. Seperti diungkap Ogi, warga Kebun Sari.

Baca Juga :  Kafe dan Hiburan Malam Dirazia

“Kami dukung, sebab sangat mengganggu, terlebih jam istirahat dan ibadah. Ini jalan umum bukan arena balap,” ungkapnya. (mar/ij/bin)

AMUNTAI – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara, merazia kendaraan penggunaan knalpot racing di sejumlah jalan protokol di Kota Amuntai. Kendaraan roda dua berknalpot bising itu pun diamankan sementara di halaman Polres HSU.

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan SIK melalui Kasat Lantas AKP Jumadiono, mengatakan Operasi Patuh Intan 2022 selama 14 hari, dimulai tanggal 13-27 Juni 2022 mendatang, mulai berlaku.

“Tilang pada penggunaan knalpot racing termasuk target kita, disamping tujuh prioritas pelanggaran sasaran Operasi Patuh Intan,” Jumadiono

Favehotel Banjarmasin

Penindakan pada knalpot bising terangnya mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 285 ayat (1), bahwa setiap orang yang mengemudikan motor di jalan tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan meliputi spion, klakson, lampu utama, rem, penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban.

Baca Juga :  Kafe dan Hiburan Malam Dirazia

Dan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3), dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

“Makanya, anak muda maupun warga pada umumnya jangan menggunakan knalpot racing untuk keperluan harian berkendara,” imbaunya.

Terpisah seorang pengguna knalpot brong, Joni mengaku menggunakan knalpot racing agar lebih percaya diri menggeber motornya dengan kecepatan tinggi.

“Kalau knalpot biasa kurang akselerasi motor saya. Karena ada operasi patuh intan, ya pasang knalpot standar lagi,” ujarnya.

Sementara itu, tindakan polisi terhadap knalpot brong mendapat dukungan warga. Seperti diungkap Ogi, warga Kebun Sari.

Baca Juga :  Tanpa Represi, Hanya Edukasi di Operasi Intan

“Kami dukung, sebab sangat mengganggu, terlebih jam istirahat dan ibadah. Ini jalan umum bukan arena balap,” ungkapnya. (mar/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/